MENG-GUGAT REALITAS KOPINDO...SEMUA SALAH….

Jumat, 14 Januari 20110 komentar

(Tulisan Tak Keren Dari Kampung Purwokerto)

Koperasi lahir dari spirit membangun kolektivitas dan kemudian berimbas pada kelahiran ragam aktivitas yang melahirkan kebermanfaatan bagi segenap unsur organisasi dan masyarakat luas. Dalam operasionalisasinya, kolektivitas di mobilisasi menjadi spirit pendefenisian mimpi bersama yang diikuti dengan membangun keikhlasan mengambil peran proporsional dalam mencapai cita-cita bersama. Kalau demikian pembacaannya, sesunggunya koperasi tak mengenal kegagalan atau keberhasilan perorangan, tetapi membaca keberhasilan atau kegagalan adalah milik bersama (kolektif).

KOPINDO dalam bahasa marketingnya selalu menyimbolkan diri sebagai refresentasi gerakan pemuda indonesia (khususnya bidang ekonomi, sosial dan budaya). Kalau demikian pembahasaannya, seyogyanya KOPINDO memiliki kedahsyatan dan kemampuan luar biasa. Kesimpulan itu bukan tak berdasar, walau kebenarannya mungkin baru terbukti dalam dataran ”telusur logika”.

Realitas KOPINDO saat ini seperti tergugat baik oleh alumninya maupun oleh pemangku kekuasaan saat ini. Ragam model gugatan mengemuka, ada yang bersifat sweet romantic story yg kemudian menggiring pada komparasi zaman, ada yang bersifat korektif masa lalu yang menyisakan imbas berkepanjangan dan ada yang menelaah efektivitas langkah sang pemegang amanah yang sedang berjalan serta ada yang bernuansa apologi.

Ada fakta menarik...terlepas realitas dimana mayoritas pegiat (aktivis dan alumni) KOPINDO menilai kurang menggembirakan.. RAT KOPINDO selalu ramai dan terselenggara di tempat-tempat yang bernilai prestisius... RAT juga sering menjadi momen perebutan kekuasaan. Apa sebenarnya yang menginspirasi 2 (dua) realitas yang terus berulang itu ...???

Dalam konteks bijak, 2 (dua) realitas tersebut merupakan modal yang cukup untuk berkesimpulan sesungguhnya KOPINDO masih menarik dan di lirik banyak orang, apapun motif yang mendasarinya. Artinya, islah dan refresh spirit moral pejuangan menjadi agenda penting untuk menyatukan kembali potensi yang terserak dan ragam apresiasi dan persepsi yang terbenam dalam alam fikir segenap pegiat koperasi pemuda.

Ini bukan tentang kesempatan, kekuasaan dan atau potensi mobilisasi budget...ini tentang bagaimana aktivis koperasi pemuda di giring untuk meyakini koperasi secara kaffah mulai dari hati, lafal sampai pada tingkatan tindakan. Perlu menjadi catatan bersama, Koperasi bukan partai politik yang pencitraannya masih dimungkinkan lewat kecerdasan retorika dan atau lewat membahasakan ” satu aksi” seribu kali. Koperasi bicara empowering dan pola pencitraan efektifnya lewat karya nyata yang pencapaiannya memerlukan keringat bersama. Ini bukan tentang kejayaan perseorangan, ini tentang menciptakan karya bersama...Koperasi tidak mengenal aku, dia, kamu atau mereka, koperasi mengajarkan untuk membumikan kata ”KITA” dari hati yang tulus.

Ketauladanan adalah main point ketika KOPINDO gaya baru masih ingin dilihat tampil beda......kecuali kalau gaya lama difahami lebih mengasikkan dan menjanjikan kemenangan perseorangan.....yang berarti menjadikan kita haram membicarakan koperasi...KAH???
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved