Kepahlawanan Keliru Yang Menjebak

Kamis, 25 November 20100 komentar

Ketika sapu lidi berdiri sendiri, maka terlalu khayal berharap bisa menyapu halaman.  Namun demikian, ketika kumpulan sapu lidi diikat maka memasang target untuk membersihkan halaman pada luas tertentu adalah pantas. Itulah perumpamaan berkoperasi. dimana kumpulan orang akan menciptakan satu kekuatan yang tidak mungkin dilakukan sendirian.

Koperasi adalah kumpulan orang-orang yang punya fikiran,keinginan dan harapan dan kemudian bersatu dalam wadah koperasi. Mengingat bahwa masing-masing orang mempunyai latar belakang dan sejarah yang mempengaruhi cara pandang  dan luas harapan, maka memupuk kebersamaan dalam kehidupan koperasi memerlukan teknik akomodatif yang unik dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Memanglah tidak gampang hidup brayan, rukun dan ikhlas berbagi dalam nuansa keadilan dan proporsionalitas. Untuk itu, perlu adanya kesamaan dalam mempersepsikan koperasi dan mendefenisikan tujuan serta langkah-langkah pencapaiannya. 
Salah satu yang membedakan koperasi dengan badan usaha lainnya adalah pada titik penyusunan dan pencapaian impian. Koperasi mengenal proses bottom-up, sehingga “pemetaan impian” dan “distribusi peran” dalam pencapaiannya disusun bersama-sama dalam forum Rapat Anggota Tahunan (RAT) sebagai pemegang keuasaan tertinggi. Dalam perspektif koperasi,Ketercapaian target/impian sangat ditentukan oleh adanya kesadaran kolektif dari segenap unsur organisasi untuk mengambil peran dan tanggungjawab proporsional. Dengan demikian, keberhasilan koperasi tidak bisa di klaim sebagai keberhasilan pengurus,badan pengawas dan atau anggota saja, melainkan merupakan keberhasilan bersama (semua unsur organisasi). Oleh karena itu, untuk membangun sebuah koperasi memerlukan komitmen semua pihak untuk bertanggungjawab penuh terhadap maju dan mundurnya sebuah koperasi. Bagaimana realitas mayoritas koperasi-koperasi ???

Dari hasil komunikasi dengan beberapa klien dan teman-teman gerakan koperasi, pengurus/BP selalu dijadikan tulang punggung keberhasilan atau kegagalan koperasi. Kondisi ini telah menggiring persepsi dan harapan anggota yang terlalu besar terhadap pengurus/BP.  Akibatnya, anggota memposisikan diri sebagai raja yang harus dilayani dan dipenuhi keinginan dan tuntutannya.  Jika tidak, seolah kondisi itu membenarkan mereka untuk menghujat pengurus/BP dengan semaunya.  Ironisnya, pengurus/BP pun terjebak pada perasaan berdosa yang berlebihan dan  melebihi kemampuannya untuk memenuhi harapan anggota. Inilah yang biasa saya istilahkan : “Kepahlawanan Keliru Yang Menjebak”. 

Dalam persepsi saya, pengurus/BP adalah orang-orang yang dipercaya oleh anggota mengurusi sejumlah kekayaan yang berwujud usaha dan pendiriannya berasal dari urunan anggota. Dalam konteks normal, pelayanan yang mampu  dilakukan oleh pengurus sebatas total urunan modal yang diberikan anggota. Kalaupun pengurus punya kemampuan mengakses pendanaan dari sumber diluar anggota, maka hal itu harus dimaknai dan dihargai sebagai kreativitas intlektual oleh anggota.  Hal ini pun perlu disosialisasikan kepada anggota, sehingga lonjakan pelayanan ke anggota pada bulan tertentu adalah berkat kreativitas intlektual pengurus (diluar permodalan yang ada).  Dengan demikian, ketika suatu ketika permintaan anggota tidak dapat dipenuhi karena melebihi kemampuan modal koperasi dan atau keterbatasan dana eksternal yang masuk, difahami sebagai hal yang lumrah. Atau bahkan kondisi demikian menjadi tofik menarik yang harus diselesaikan bersama-sama.  Dengan demikian, anggota pun akan menuntut pada kadar kemampuan yang ada pada koperasi.  Bagaimana menggeser persepsi yang terlanjur keliru, khususnya di kalangan anggota ??

Pengurus/BP harus melakukan pola-pola komunikasi efektif. Jika tidak, hal ini terus akan menghantui pengurus/BP dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya. Pengurus/BP bukanlah dewa penyelamat, tetapi hanyalah perwakilan anggota yang mengurusi organisasi dan usaha yang didirikan dan dimiliki secara bersama-sama. Namun demikian, jika anda/pengurus memang punya kemampuan yang cukup untuk memerankan diri sebagai dewa penolong sepanjang waktu, sejujurnya pilihan itu pun tidak terlalu buruk. Sanggupkah anda  ????? 

Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved