KETIKA SANG JENDERAL BEPULANG

Minggu, 05 September 20210 komentar

KETIKA SANG JENDERAL BEPULANG  


Purwokerto (4/9/2021). Saat tengah antri menemani anak bontot beli seragam sekolah untuk persiapan PTM (Pembelajaran Tatap Muka), WA dari Prof Rubijanto Misman masuk yang mengabarkan kalau Jenderal Soenarto tutup usia. Sontak aku terkaget dan beberapa saat kemudian menelepon beliau. bagaimana tidak kaget,   sebab 3 (tiga) hari lalu,tepatnya Hari Rabu, tanggal 01 September 2021, saya dan alamrhun masih berbincang 
sekitar 1 jam-an. Bahkan, perbincangan kami
khusus di bagian “kebangsaan” sengaja terdokumentasikan dalam bentuk tulisan dan unggah di blog agar lebih banyak orang yang semakin bersemangat dalam menjaga bangsa dalam semangat nasionalisme yang tidak pernah pudar.   (tulisan tentang kuliah kebangsaan bisa klik disini)


Seolah tak percaya, aku menanyakan ulang pada Prof Rubi untuk memastikan yang meninggal adalah Jenderal Sunarto. Ternyata betul...”innalillahi wa inna ilaihi roji’uun semoga husnul khotimah”.. ucapku. Padahal baru kemarin sore Prof Rubi mengkisahkan romantika persahabatan beliau dengan almarhum melalui wa sesudah membaca share tulisan seputar diskusiku dengan sang jenderal. Sepanjang bersahabat dengan Sang Jenderal, Prof Rubi berpenilaian bahwa Jenderal Sunarto selalu memegang teguh filosopi kebangsaan dan memiliki pemahaman mendalam tentang pancasila. "Bang Arsad beruntung mendapat kuliah kebangsaan beberapa hari lalu langsung dari beliau", ungkap Prof Ruby dipembicaraan telepon pagi ini.


Mereka memang berteman akrab sejak muda kala menimba ilmu di  SMAN1 Cilacap. Prof
Rubi dan Sang Jenderal juga sering duet mendendangkan lagu-lagu Koes Plus. Mereka memiliki sebuah group band yang diberi nama "rubes band". Dalam wa kemarin sore, Prof Ruby juga sempat bercanda kalau band mereka benar-benar amatir dan tidak pernah dibayar kalau diundang atau ditanggap di satu acara pengantin. "Ngabis2in roti dan makanan pun jadi kompensasi tiap kali tampil”, kenang Prof Rubi. Mendapati canda seperti itu, akupun
  berkelakar "kayaknya suatu waktu perlu mentas lagi Prof di Purwokerto dengan tajuk "Rubes Band Show". Cerita Prof Rubi tentang kepiawaian Jenderal Sunarto menyanyi memang aku amini. Sebab, dipertemuan terakhir 3 (Tiga) hari lalu, almarhum sempet melantunkan lagu "Garuda Pancasila" secara utuh sebagai pelengkap kuliah dadakan  dari beliau seputar  pancasila. 


Usai melewati antrian seragam sekolah, aku langsung bergegas pulang. Sesudah menunaikan zuhur langsung bertolak ke rumah duka. Disana aku bertemu dengan putera keempat almarhum dan sempet menceritakan tentang pertemuan terakhirku  dengan almarhum 3 (tiga) hari lalu. Beliau pun menceritakan saat-saat Sang Jenderal menghembuskan nafas terakhirnya. 


Serasa belom percaya kalau sang jenderal pergi selamanya. Materi kuliah dadakan itu masih
tergiang di telinga. Masih ingat saat beliau berpesan, begitu banyak hal yang masih harus terus diperjuangkan. Semangat kebangsaan harus terus dimassifkan ke seluruh rakyat Indonesia’ khusususnya generasi muda. Baiklah Jenderal…kalau memang kepergiannmu menandaskan usainya tugasmu di dunia, pesan-pesan kebangsaanmu akan menjadi bekal generasi saat ini untuk melanjutkan perjuangan. Selamat jalan jenderal..semoga bhaktimu pada negeri ini dan segala hal baik yang telah engkau torehkan di semasa hidupmu akan menempatkanmu di sisi yang mulia oleh Allah SWT…..Aamiin Ya Robbal 'Alamiin


Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. ARSAD CORNER - All Rights Reserved