TER-JAWABNYA PINTA “SEORANG MAMA” DIPENGHUJUNG DHUHANYA

Jumat, 25 Juni 20213komentar

TER-JAWABNYA PINTA “SEORANG MAMA” DIPENGHUJUNG DHUHANYA 

Testimony Inspiratif dari Seorang Makelar Kebaikan



Pagi ini badanku tidak terlalu fit dikarenakan tadi tidur terlalu larut malam . Aku pun memilih untuk merebahkan badan usai subuh berjama’ah dan membaca alqur’an beberapa lembar. Beberapa jam kemudian,aku terlelap dan mendapati waktu menunjukkan pukul 06.30 wib. Kudapati smart phone  dan langsung membuka aplikasi WA untuk mengecek pesan-pesan yang masuk.


Assalamu'alaikum wr.wb..selamat pagi pak, mdh2an bapak dan keluarga selalu dlm keadaan sehat,,mohon maaf seblmnya sy ingin menyampaikan kalo anak saya sdh mantap utk dftr di SMK jurusan permesinan,dgn harpan setlh lulus nanti bs lgs bekerja,.utk daftar ulang sebsr 1.550.000. itu mendpt bebrp stel seragam dan ada 3-4 stel sergm yg hrs di jahit pak,utk biaya pengembangan sekolah Krn anak yatim maka di gratiskan,SPP perbln 250 rb,.demikian yg ingin sy sampaikan,semoga bapak mendapat limpahan rejeki dr Allah SWT utk bs membantu kami,,terima kasih atas perhatiannya”, demikian bunyi salah satu pesan dari seorang ibu yang ku kenal sejak 2 tahun lalu. Ibu ini adalah seorang janda dengan 3 (tiga) anak. Suaminya meninggal setahun lalu setelah berjuang dengan penyakit yang cukup serius. Ibu ini harus banting tulang untuk bisa bertahan hidup dan juga men-sekolahkan ketiga anaknya.   


Wa’alaikum salam Bu..itu pembayaranya paling lambat tgl berapa?”, demikian respon singkatku. “Ktnya paling lambat akhir bln ini pak...ini anak2  pertengahan Juli sdh tahun ajaran baru...sy jg hrs jahitkan beberapa sergm sekolah,sy selalu berdoa utk semua hajat bapak semoga cpt terkabul,,”, jawab sang ibu. Aku menghela nafas sejenak sambil memastikan berapa hari tersisa untuk berfikir dan berusaha mencari jalan keluar bagi satu anak bangsa yang berharap bisa melanjutkan pendidikannya ke tangka sLTA. “semoga Allah memberikan jalan..”, ujarku dalam hati sambil melanjutkan ke pesan lain yang masuk. Belum seleai membaca semua pesan yang masuk, aku beranjak ke luar kamar karena anak bontotku menanyakan sesuatu dimana dan kemudian aku beriniiatif ikut mencarinya.    


Jam 10.05, aku membuka WA kembali dan baru nyadar kalau ada satu pesan yang datangnya tadi pagi terlewat untuk direspon. WA ini dari seorang sahabat yang berprofesi sebagai pengusaha. Aku bertemu terakhir  3 (tiga) minggu lalu saat beliau silaturrahmi ke rumah. Di pertemuan itu, beliau menyampaikan rencananya melibatkanku dalam penyaluran sedekah rutinnya dengan jumlah alokasi anggaran Rp 1.500.000,oo (satu juta lima ratus ribu) per bulan. Sebenarnya beliau melakukan "aksi mulia" itu sudah rutin sebelumnya, namun beliau merasa ada yang kurang pas karena si penerima terlihat menjadi tergantung dan bahkan malas bekerja. Kaitannya dengan itu, beliau berharap sedekah itu bermakna lebih baik dan bahkan bisa meng-inspirasi kebaikan, khususnya bagi sipenerima. Perbincangan sampai jam 23.00 malam itu pun berakhir dengan kesepakatan untuk mewujudkannya dengan cara yang berbeda .Kami memulainya dengan membuat satu pengumuman di medsos.  


WA nya dipagi ini ternyata bermaksud meng-konfirmasi apakah saya sudah menemukan 3 (tiga) orang calon penerima beasiswa yang akan di danai dari alokasi sedekah bulanan beliau. Budget bln ini blm terpakai sdh mau akhr bln...apa di rapel sama bln depan?. Demikian tanya beliau.  Saya kemudian menelepon beliau dan menyampaikan bahwa sampai hari ini masih dalam proses rekruitmen dan belum final . Namun saya mencoba mengabarkan tentang adanya “peluang kebaikan” di pagi ini dari seorang ibu yang tengah bingung menyelesaikan pembayaran biaya registrasi anaknya yang akan masuk SLTA. Alhamdulillah, beliau langsung setuju. “Alhamdulillah….satu persoalan  anak bangsa terselesaikan” ungkapku dalam hati sambil mengelola haru. 


Kabar ajaib ini pun kukabarkan pada ibu itu. Subhanallah..Jawabannya membuat haruku berujung air mata takjub. Bagaimana tidak, ternyata beliau menerima kabar baiik itu saat baru saja selesai sholat dhuha. Betapa sayang Allah pada ibu itu dan juga anaknya yang tengah ingin melanjutkan sekolah.  Allah SWT langsung menjawab do’a dan kebutuhannya. Hebatnya lagi, orang yang menolongnya pun sama sekali belom pernah bertemu apalagi bersapa dengannya. 



Fakta ini membuatku terhenyak dan terdiam cukup lama. Aku mencoba memetik  pelajaran dari cara Tuhan menyelesaikan persoalan ibu dan anaknya itu. Terbayang betapa bingungnya mereka saat belom bertemu solusi. Tak bisa kubayangkan jawaban apa yang diberikan ibu itu saat anaknya bertanya kapan biaya administrasi/regitrasi akan dibayarkan. Pastinya, ibu itu akan memberi kalimat magis yang bisa menyemangati anaknya agar tetep optimis bisa sekolah. Terbersit pula tanya bagaimana kualitas kehidupan spiritual keluarga itu hingga doa-doa mereka  diijabah Sang Khalik di saat yang tepat dimana mereka sedang sangat membutuhkan. Fakta menakjubkan ini seolah berpesan "ridho-lah pada setiap keadaan dan teruslah mendekatlah pada Tuhan untuk sebuah hidup yang berpihak".


Disisi lain, tertarik pula mempelajari sisi sang pengusaha  yang langsung merespon kala godaan kebaikan itu dikabarkan padanya. Hal apa yang membuatnya langsung berkeputusan. Ataukah beliau pun mencari hikmah atas “kesesuaian waktu” antara “keinginan berbuat baik” dan hadirnya “obyek penerima kebaikan. 


terima kasih dari redaktur yan sudah bertestimoni di blog ini, semoga pembaca pun terinspirasi…..!!!!!. 







Share this article :

+ komentar + 3 komentar

25 Juni 2021 02.23

Subhanallah Kuasa Allah SWT🙏

25 Juni 2021 02.23

Subhanallah Kuasa Allah SWT🙏

26 Juni 2021 06.08

The bestlah s ibu yg merutinkan sholat Dhuha....Allahu Akbar..banyak cara Allah menyayangi kita,hanya doa yg merubah takdir,Masha Allah..

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. ARSAD CORNER - All Rights Reserved