SELALU ADA JALAN ATAS NIAT BAIK

Jumat, 07 Agustus 20200 komentar

SELALU ADA JALAN ATAS NIAT BAIK

 

Pengantar Redaktur

Alhamdulillah, kali ini redaksi kembali memperoleh  satu kisah edukatif nan inspiratif  untuk disajikan kepada segenap para pembaca. Testimoni dari sebentuk perjalanan hidup seseorang yang diperoleh redakini ini disajikan dengan harapan mendatangkan manfaat bagi peningkatan kualitas hidup dan meng-inspirasi kebaikan bagi para pembaca.  



Bermohon Pinjam Uang

Ada telepon Pah..demikian istriku menyambut kepulanganku dari Isya berjama’ah di masjid. Kuraih HP nya dan langsung mulai menjawab telepon. Setelah saling bertanya kabar dan hal-hal ringan lainnya, si penelepon yang masih kerabat itupun menanyakan apakah saldoku memungkinkan untuk memberinya pinjaman sejumlah Rp 3,5 juta. Beliau pun menjelaskan bahwa uang tersebut bukan untuk keperluan beliau, tetapi untuk membantu salah satu koleganya  yang kebetulan juga ku kenal baik. Koleganya itu terhalang  melakukan transfer karena  ATM nya ter-blokir karena suatu hal. Hanya saja, permintaan bantuan dari temennya itu datang saat beliau sendiri  hanya memiliki saldo sekitar Rp 100.000,oo. Jumlah yang jauh dari yang dibutuhkan tentunya. Anehnya, seketika beliau "menyanggupi"  dengan maksud menolong. Disaat yang sama, beliau berkeyakinan akan berhasil mengakses pinjaman padaku. Apalagi pinjaman itu hanya untuk satu hari saja sebagaimana dijanjikan oleh sang pemilik ATM yang ter-blokir. 

Atas hal itu, akupun sempat tersenyum dalam hati kecilku ketika beliau menyampaikan maksud meneleponku. Aku jadi teringat dengan keputusanku tadi sore menundakan transfer lebih cepat kepada seseorang untuk suatu transaksi. Tadinya aku bermaksud men-transfer sebagian dulu kewajibanku sebelum tanggal jatuh tempo. Entah kenapa kuputuskan tidak jadi karena tanggal jatuh tempo sesungguhnya masih 10 (sepuuh) hari ke depan. Terbenak andai saja aku jadi men-transfer sore tadi, maka dipastikan aku tidak bisa memenuhi permintaan beliau. Aku meyakini beliau pun akan sangat rikuh meng-akses pinjaman pada temen lainnya untuk pinjaman senilai itu mengingat profesi beliau sebagai kontraktor yang terbiasa menangani proyek ratusan juta.   

 

Tuhan Maha Kaya dan selalu memberi jalan bagi orang yang berniat baik”, ujarku pada istri sambil membuka aplikasi bank di handphone ku. “Memangnya kenapa Pah?”, tanya istriku. Akhirnya akupun bercerita tentang pembicaraanku ditelepon barusan. Kutandaskan bahwa hal ini bukan tentang heroisme karena memberi akan pinjaman senilai Rp 3,5 juta kepada beliau, tetapi tentang kemuliaan niat dan keikhlasan  beliau membantu koleganya walau kondisinya sedang tidak pegang uang yang cukup. Andai saja beliau tidak berhasil meng-akses pinjaman, tentu beliau berpotensi menanggung malu karena sudah menyanggupi. Apalagi jumlahnya juga tidak tergolong besar, setidaknya untuk ukuran profesi beliau dan juga ukuran koleganya. Namun, Tuhan masih melindungi  dan mendukung apa yang menjadi niat baiknya. “Subhanallah….orang baik selalu mendapat kemudahan”, respon istriku usai kujelaskan. Aku bisa memahami responnya karena memang begitu banyak memory kami tentang kebaikan dan kebiasaan beliau dalam membantu orang lain, baik materil maupun non-materil. Langkah beliau selalu  ringan ketika menemukan kesusahan disekitarnya. Anak-anak kecil di lingkungan tempat beliau tinggalnya pun begitu meng-idolakan. Tak heran bila anak-anak itu pun betah kalau sudah ngendong (baca: bertamu) ke rumahnya.     

 


Meng-hikmah

Tak lama berselang, akupun mengabarkan kepada beliau via WA bahwa transfer sudah kulakukan berikut bukti transfer-nya. Setelahnya HP kuletakkan  dan kemudian beranjak ke aktivitas lainnya.  Saat aku membuka HP dipagi harinya, aku mendapati miscall dari beliau. Aku baru sadar kalau HP ku silent sejak tadi malam sehingga tidak tahu kalau beliau meneloponku kembali. Aku pun langsung menelepon balik. Ternyata beliau hanya ingin mengucapkan terima kasih atas transferanku ke rekeningnya. Selanjutnya beliau bercerita dengan jujur kalau beliau akan sangat malu seandainya  tidak bisa membantu koleganya itu karena beliau juga sering dibantu dan bahkan beberapa kali diberi pekerjaan (baca: project). Aku pun menimpali dengan ucapan terima kasih telah berkesempatan menjadi bagian dari aksi kebaikan yang dilakukannya malam kemarin. Akhirnya, aku pun cerita pada beliau tentang keputusanku kemarin sore yang menundakan transfer. “Subhanallah….”, sontak kata itu keluar dari beliau. Selanjutnya, eliaupun bertestimoni tentang ragam intervensi Tuhan di perjuangan dan perjalanan hidupnya. Pertolongan Tuhan seringkali hadir ketika akal fikirnya menemukan titik buntu.  Rasa syukur pun  terbangun atas deretan kemurahan dan kasih sayang Tuhan sehingga terlepas dari banyak kerumitan hidup, khususnya dalam urusan ber-ekonomi. Tentu saja testimony ini menguatkan simpulanku tentang pribadi beliau yang menjalani hidup selalu mengedepankan ikhlas, sabar dan syukur.  

 

Kalimat ”Tuhan akan selalu mencukupi kebutuhan hambanya” memang mudah untuk diucapkan, namun sungguh tak mudah meng-implementasikannya ke dalam keseharian hidup.  Tak jarang manusia mengeluh atas penghasilan yang mungkin kurang dari cukup seolah mempertanyakan tentang keadilan Tuhan dan bahkan menjauhkan dari rasa syukur. Tak jarang pula manusia terjebak dikeputusasaan kala dalam kesulitan hingga kehilangan kemampuan melihat ke belakang deretan kasih sayang Tuhan yang pernah hadir disepanjang hidupnya.

 

Semoga kita tergolong menjadi manusia yang senantiasa bersyukur atas segala kebaikan Tuhan. Semoga rasa syukur itu tak hanya berhenti pada ucapan terima kasih atas pemberian rezeki, tetapi juga mewujud dalam perluasan makna dan manfaat rezeki yang tidak terbatas di lingkar keluarga saja, tetapi juga membahagiakan siapa saja yang sedang susah atau bahkan sedang lupa indahnya tersenyum bahagia. Sebagai catatan penghujung, sepertinya kita  layak melatihkan diri selalu membangun niat baik agar Tuhan hadir dalam proses perwujudannya  Aamiin Ya Robbal ‘Alamiin.

 

 


Jum’at Inspiratif

Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved