MENGGELORAKAN SPIRIT PEJUANG KOPMA UPGRIS SEMARANG

Selasa, 29 Oktober 20190 komentar


MENG-GELORAKAN SPIRIT PEJUANG AKTIVIS KOPMA UPGRIS SEMARANG



Pertemuan dengan para pejuang Kopma UPGRIS ini berlangsung mendadak dan tidak terjadual sebelumnya, sebab agenda utama penulis ke Kota Semarang adalah mengikuti penyusunan Kursil (Kurikulum SIlabi) Koperasi & UKM yang diselenggarakan oleh Balatkop Dinkop & UKM Provinsi Jawa Tengah sejak tanggal 28 Oktober 2019.



Setelah Bung Niam, sang senior yang  juga merupakan salah satu tokoh muda koperasi Jawa Tengah memastikan kesiapan para kader Kopma Upgris berdiskusi, Kami pun berangkat menuju lokasi sekitar pukul 21.00 Wib. Ternyata jarak dari Hotel Grand Edge menuju Kampus Upgris hanya memerlukan waktu sekitar 10 (sepuluh) menit, sehingga jam  21.20 bib diskusi ringan pun dimulai setelah sebelumnya berbincang ringan dengan beberapa pengurus yang sedang ada di sekre Kopma Upgris.    



Tidak ada tema specific untuk dibincangkan, sebab target utama menyambangi para aktivis kopma ini adalah bersilaturrahmi dan sekaligus memompa semangat juang mereka untuk terus menumbuhkembangkan kopma. Membincang relevansi antara kopma dan kecerahan masa depan pun dibahas guna menemukan nalar rasional mengapa ber-kopma itu sebagai sesuatu yang istimewa.



Berkopma bukan mengurangi waktu belajar, tetapi meng-efektifkan waktu bermain”, kalimat ini didengungkan Bung Arsad sebagaimana sering disampaikan setiap kali bertemu dengan aktivis muda kopma. Kalimat tersebut merupakan penandas  bahwa sesungguhnya tidak ada relevansi antara IP (Indeks Prestasi)  yang rendah dan atau lulus lama. Kalimat ini sengaja dilontarkan pada bagian prolog sehingga terbangun pembacaan bahwa berkopma dan study bukanlah dua hal yang saling meniadakan, tetapi justru saling menguatkan. Sederhananya, kalau study di kampus focus pada   pembentukan hard skilll, maka ber-kopma sesungguhnya media menumbuhkembangkan soft skill. Dengan demikian, tidak berlebihan untuk men-simpulkan ber-kopma sangat erat kaitannya dengan upaya membangun kecerahan masa depan. Atas nalar ini, berkopma merupakan upaya sadar dalam menolong diri sendiri (baca:self help), khususnya dalam membangun masa depan yang lebih berpengharapan melalui peng-integrasian hard skill dan soft skill.



Sejalan dengan pembacaan demikian, maka aktivis kopma harus terus mengembangkan kreativitas dan menyelenggarakan aktivitas yang didalam proses pelaksanaannya terkandung unsur pembelajaran seperti kepemimpinan, managerial skill, communication skill, berjejaring dan tidak ketinggalan kewirakoperasian. Untuk mencapai titik efektivitasnya, maka aktivis kopma tidak perlu takut melakukan trial dalam arti meng-ujicobakan keyakinan dan ragam gagasan ke dataran praktek sehingga diperoleh pengalaman empiris yang menguatkan mentalitas juang dan sekaligus menciptakan nilai tambah, baik bagi dirinya dan juga anggota kopma.  



Sementara itu, dalam rangka meng-akselerasi tumbuhkembang managerial skill dan leadership serta tumbuhkembang karya, para pengurus kopma disarankan untuk melibatkan anggota dalam spirit pemberdayaan potensi yang ada. Dengan demikian, peluang keterciptaan kreativitas dan inovasi baru akan senantiasa terbuka lebar seiring dengan ter-fasilitasinya bakat-bakat hebat yang melekat pada anggota. “Sinergitas semacam ini diperlukan sehingga bakat dan potensi yang ada menemukan titik optimalnya”, tegas Bung Arsad.  



Diskusi malam ini berlangsung santai namun proses dialog berlangsung mencerahkan dan meng-energi. Antusiasme yang mereka tunjukkan disepanjang diskusi malam ini menandaskan semangat kepemudaan yang tengah menyala. Mereka masih mudah, full energy dan memiliki gairah membentuk capaian-capaian baru nan inspiratif di lingkar Kopma tempat mereka bernaung dan sekaligus berjuang membentuk jejak hidup nan produktif. Hal inipun menambah keyakinan tentang  kecerahan perwajahan koperasi Indonesia di masa depan, sebab mereka-lah yang akan memegang tongkat estafet kepemimpinan dan kejuangan koperasi pada waktunya nanti.Simpulnya, sepanjang kaum muda masih punya keyakinan dan spirit untuk berjuang di gelanggang koperasi, maka tidak ada alasan khawatir tentang masa depan koperasi di negeri tercinta ini.



Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 00.15 dan pembakaran semangat terpaksa dicukupkan karena keterbatasan waktu sang penulis yang harus siap-siap kembali ke kota kelahiran koperasi pertama di Indonesia, Purwokerto. Sebagai  catatan penghujung, semangat dan bara api juang yang tengah menyala itu merupakan pemantik keberanian untuk terus melangkah dan sekaligus men-stimulan kelahiran karya-karya kreatif nan keren dengan semangat ke-milenialan dan berasa kekinian zaman. Dalam hal demikian mewujud, maka Kopma sahih sebagai media strategis pembinaan dan sekaligus mencetak kader koperasi yang keren dan inovatif.
   
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved