PENGUATAN IKATAN ALUMNUS FEB UNSOED BERBASIS “NILAI TAMBAH”

Sabtu, 09 Maret 20190 komentar


PENGUATAN IKATAN ALUMNUS FEB UNSOED 
BERBASIS “NILAI TAMBAH”

  
Hari ini, sabtu 09 Maret 2019, Ikatan Alumnus FEB Unsoed menggelar satu pertemuan di satu tempat Bung Maruto yang juga Ketua Alumnus  FEB Unsoed. Tempat ini sedang dipersiapkan oleh beliau sebagai salah satu obyek wisata alam yang terkemas dengan sangat ciamik. Beliau menamakan karya kreatif nan keren ini dengan “Rumah impen” yang beralamat di  Dusun Munggangsari, Desa Karang Salam, Baturraden. Hadir dalam acara ini antara lain para alumnus dari berbagai angkatan, delegasi mahasiswa dan perwakilan para pejabat  dan dosen FEB Unsoed.  Sepertinya Sang Ketua sudah menyiapkan segala sesuatunya demikian komplit hingga Sajian makanan khas Purwokerto dan bahkan juga dilengkapi dengan duren yang dipasok dari seorang wirausahawan handal yang juga alumnus FEB Unsoed, Bung Herri Kristanto yang terkenal dengan “Kampoeng Duren” nya.  


Disamping silaturrahmi, pertemuan ini juga merupakan bagian dari upaya pengayaan gagasan berkaitan dengan rencana pegelaran Reuni Akbat di Nopember 2019 nanti. Oleh  karena itu, berkumpulnya alumnus lintas generasi, delegasi pejabat dan dosen FEB Unsoed dan juga mahasiswa, merupakan moemen strategis untuk mendialogkan ragam pemikiran, baik kaitannya dengan rencana pegelaran reuni akbar maupun dalam mengembangkan substansi dan eksistensi sebuah ikatan alumnus. Beberapa karya sudah berhasil dipersembahkan oleh para alumnus, namun kita tidak poleh berpuas diri dan perlu terus melakukan inovasi”, ungkap Bung Umar yang biasa dipanggil dengan sapaan akrab Bung Maruto.


Mewakili Pihak Fakultas, Bapak Rachmat yang 
juga Wakil Dekan FEB Unsoed menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas inisiasi iktan alumnu meng-create acara ini. Ini kesempatan untuk lebih meng-akrabkan satu sama lain, membangun ikatan emosional dan persaudaraan sesama keluarga besar FEB Unsoed dan berharap akan mendatangkan hikmah, baik bagi mahasiswa, kampus dan juga para alumnus.   Beliau berharap intensitas komunikasi antara lembaga dan alumni akan memberi dampak signifikan terhadap banyak hal, termasuk daya dukung dalam proses perkuliahan mahasiswa dalam arti luas. Sebagai contoh, beliau menyampaikan saat ini FEB Unsoed dengan 

mendorong para mahasiswa/i memiliki pengalaman international dan untuk mensukseskan hal tersebut tentu memerlukan upaya-upaya kreatif dan juga daya dukung para alumnus.


Sementara itu, Ibu Istiqomah, dosen muda yang ditugaskan pimpinan fakultas menjembatani komunikasi antara fakultas, alumnus dan mahasiswa, menyampaikan peta kebutuhan daya dukung bagi peningkatan kualitas mahasiswa dan juga program perkuliahan, antara lain : Pengalaman magang; Kebutuhan penelitian; Sharing ilmu antara junior dan senior baik dalam bentuk kuliah umum (beberapa kelas digabung), kuliah tamu (masuk ke satu kelas), seminar dan lokakarya; support kegiatan-kegiatan mahasiswa dan UKM untuk menggelar satu kegiatan maupun support kegiatan eksternal kampus; beasiswa; dan lain sebagainya.  

  
Penguatan Ikatan Alumnus Berbasis Nilai Tambah
Dalam rangka meningkatkan eksistensi dan makna keberadaan ikatan alumnus ini, diperlukan  cara-cara baru yang merefresentasikan kreatifitas dan inovasi kekinian. Untuk itu,  perlu disusun formula berbasis nilai tambah (value added) dimana semua orang  merasa bangga dan kemudian tergiring untuk menjadi bagian dan berkontribusi secara optimal. Untuk itu, semua alumnus perlu  diposisikan sebagai insan yang penting dan dipentingkan, walau harus
dipastikan tidak ada yang merasa lebih penting dibanding lainnya. “nilai kemanfaatan” harus bisa dirasakan setiap alumnus sehingag kecintaan dan loyalitas serta kebanggaan mereka senantiasa tumbuh dan kembang.


Sejalan dengan itu, sinergitas perlu dibangun sehingga antara mahasiswa, fakultas dan alumnus terbangun pola interaksi produktif dan mutual yang tidak selamanya harus bersifat material. Ini memerlukan tahapan-tahapan yang ter-design secara konstruktif dan dimulai dari penguatan organisasi ikatan alumnus. Berkaitan dengan penguatan kapasitas organisasi ikatan alumnus, ada beberapa pemikiran yang berkembang disepanjang diskusi yang berlangsung gayeng itu, antara lain :     
1.      Optimalisasi Database.  Hal ini sangat diperlukan sebagai alat untuk membangun ragam media komunikasi. Database juga sebagai inspirasi dalam mengembangkan gagasan program dan kemitraan mutual antara alumnus, mahasiswa dan juga fakultas.   
2.        Kartu Identitas. Dinilai perlu intensifikasi pengadaan kartu identitas alumni. Bila perlu,  kartu ini di design multi fungsi sehingga kemanfaatannya lebih dari sekedar simbol keanggotaan.
3.        Membangun kebanggaan terhadap kampus tidak hadir secara instan, tetapi merupakan hasil dari proses bertahap dan berkelanjutan. Oleh karena itu, berbekal data base yang terus tumbuh, para alumnus perlu terus dikabarkan secara periodik,  terutama  tentang hal-hal sebagai berikut; (i)  perkembangan kampus; (ii) prestasi mahasiswa/i; (iii)  perkembangan fakultas; testimoni kemitraan yang terbangun antara alumnus, kampus dan mahasiswa dan; (iv) potensi dan ide-ide baru tentang kemitraan yang mungkin dilakukan oleh antar alumnus, antara alumnus dana mahasiswa; antara fakultas dan alumnus. Untuk mendukung hal ini, optimalisasi web site dan sarana komunikasi berbasis media sosial menjadi strategis.   
4.        Kemanfaatan yang terus tumbuh dan kebanggaan yang terus mengembang. Semangat semacam ini perlu menjadi semangat untuk meng-create ragam pendekatan sehingga terbangun pertumbuhan “nilai tambah” secara bertahap dan berkesinambungan
5.        Sebagai bagian dari penguatan jaringan dan ikatan emosional, dinilai perlu membentuk komisariat di tiap-tiap  kota baik di seluruh wilayah Indonesia maupun internasional.  
6.        Penyiapan calon alumnus. Calon Alumnus yang dimaksud adalah individu yang hari ini masih berstatus sebagai mahasiswa FEB Unsoed.  Mereka perlu dibekali gaya komunikasi sehingga tidak terjebak konflik adab dalam hal berkomunikasi dan ber-interaksi dengan alumnus yang tentunya berasal dari berbagai kalangan usia. Perlu membangun karakter khusus yang melekat pada setiap calon alumnus sehingga memiliki bekal strategis membangun komunikasi produktif dengan para seniornya.   


Kalau hari ini jalannya ikatan alumnus berkat inisiasi dan kedermawanan (waktu, pemikirandan material) dari para alumnus yang memiliki semangat heroisme, saatnya mulai merangkai pendekatan-pendekatan baru yang memantik setiap alumnus merasa perlu untuk hadir. Hal ini sangat mungkin bila alumnus tersebut merasa “manfaat nyata” dimana terbangun “nilai beda” ketika bergabung dan tidak bergabung dengan ikatan alumnus.   

Sekilas Tentang Ide Seputar Rancang Reuni Akbar FEB
Sebagai bagian dari keinginan kuat mensukseskan pegelaran reuni akbar, beberapa ide dan pemikiran yang berkembang, antara lain :
1.   Meyakinkan kepada setiap alumnus bahwa reuni bukanlah momen “pengumpulan sumbangan”, tetapi momentum romantisme masa lalu, me-refresh spirit dan sekaligus momentum strategis membangun “nilai-nilai baru” yang  membuat hidup lebih hidup.
2.   Dalam merancang rangkaian agenda reuni akbar,  pastikan terhindar dari keterjebakan pada ceremony tapi miskin substansi.
3.   Sebagai bagian dari upaya mensukseskan reuni, perlu pelibatan mahasiswa dan ukm di lingkungan FEB Unsoed serta para dosen dan juga pejabat.  Reuni ini harus dikemas menjadi kerja semua pihak. Pada semua pihak perlu difahamkan tentang urgensi keterlibatan bagi perluasan jaringan, perluasan akses, perluasan potensi kemitraan dan lain sebagainya.  Untuk itu, dalam pengayaan dan sekaligus mem-finalisasi item program perlu pengintegrasian ; (i)  ide dan gagasan mahasiswa; (ii) ide dan gagasan para dosen dan pejabat dan; (iii) ide dan gagasan para alumnus.  Hal ini dilakukan agar semua pihak merasa ada dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan.
4.   Beberapa ide teknis yang mengedepan : 
  • Pelibatan mahasiswa dalam kepanitiaan. Hal ini menjadi bagian dari proses mahasiswa belajar berorganisasi, berkomunikasi dan me-manage event.  
  • Satu alumnus di kawal oleh satu mahasiswa/i sejak konfirmasi kehadiran, kehadiran, saat pelaksanaa sampai dengan kepulangan.   
  • Perlu diberi ruang untuk melaksanakan reuni per angkatan untuk masing-masing jurusan.
  • Perlu di gagas untuk menggelar agenda “alumnus masuk kelas”.    


Akhirnya, dipenghujung tersepakati untuk meramu ragam gagasan, baik untuk kepentingan pegelaran event reuni akbar maupun berkaitan dengan peningkatan eksistensi Ikatan Alumnus dalam arti luas. Tidak ada yang mudah dalam meng-create karua,namun kemauan yang terus tumbuh, kesabaran yang terus hadir, ketekunan yang terus terjaga,  akan menggiring capaian-capaian yang berkelanjutan dan membahagiakan segenap stake holder.

Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved