“JUGURAN ITU BERTAJUK RAKERDA KADIN BANYUMAS”

Kamis, 07 Juni 20180 komentar

CATATAN O2 DARI RAKERDA  KADIN BANYUMAS :
“JUGURAN  ITU BERTAJUK RAKERDA KADIN BANYUMAS”


Pegelaran Rakerda Kadin Banyumas kali ini sengaja dikemas jauh dari kesan formal nan kaku, sebab dikhawatirkan menjemukan dan membosankan peserta yang mayoritas sedang menjalankan ibadah puasa . Suasana dikemas juguran, semua duduk lesehan membentuk lingkaran . 

Pengusaha itu biasanya kurang nyaman  aura ceremonial sebab dikeseharian mereka terbiasa dalam suasana santai dan komunikasi  tak berjarak. Jadi,sebaiknya Rarkerda Kadin Banyumas kali ini di format juguran saja”, ungkap Bung Anto Djamil dalam arahannya kepada panitia yang dikomandani oleh Ustadz Anis, salah satu Kyai di Pondok Pesantren NU Abdul Djamil.    
  


Sejalan dengan itu,  menu makanan juga di format dalam menu   lokal  tradisional dan sengaja tidak menampilkan makanan-makanan serba modern ala eropa misalnya. Dibarisan meja makanan tersaji  ikan melem yang gurih, ikan asin, kluban, oseng-oseng tempe, peyek, teh manis, combro, semangka, klengkeng dan lain sebagainya. Ada yang menarik dimana ikan melem nan gurih merupakan hasil dari pemberdayaan petani binaan Kadin Banyumas. Buah klengkeng nya pun dipetik dari hasil kebun Pesantren Abdul Djamil.  


Semangat lokalitas, kekerabatan, kekeluargaan dan kehangatan diantara para pejuang  Kadin menjadi pesan yang ingin disampaikan lewat menu makanan khas lokal ini. Sederet menu berselera itu pun menjadi santapan segenap peserta Rakerda saat berbuka puasa.

Serasa makan dirumah sendiri, makan lesehan, kalau kurang langsung nambah lagi”, ungkap Bung Dimas Goestaman salah satu pengurus peserta Rakerda Kadin Banyumas.

Menarik mendapati Bung Sobirin nyanding toples peyek saat sharing session mulai berlangsung. Tidak ketinggalan Om Wastam,  Om Ofan, Om Budi Patriot, Om Iwan, Om Beni, Om Yondi, Om Zaki, Mas Herli dan lainnya juga ikut ambil bagian  Semua terlihat senang dengan format juguran ini dan bahkan sebagian terlihat kesulitan untuk berdiri saat acara usai.    

Sholat maghrib berjama’ah juga menjadi bagian dari susunan acara ini. Sesudah seluruh peserta Rakerda membatalkan puasa dengan minuman dan  snack. sesaat kemudian bergegas mengambil wudhu’ dan bergabung dengan barisan jama’ah penguni tetap musholla pesantren Abdul Djamil, yaitu para santriawan/santriawati.    

“Serius tapi santai”, pepatah ini sepertinya mewakili situasi dan kondisi yang ada di pelaksanaan Rakerda Kadin Banyumas kali ini. Artinya, substansi Rakerda tetap mendapati titik efektivitasnya dan disisi lain segenap peserta berada di kegembiraan sejak awal sampai akhir acara. Dalam suasana yang jauh dari ketegangan, ide-ide cerdas nan brilian mengalir di sharing session. Ide dan gagasan yang berkembang dalam rakerda ini selanjutnya menjadi dasar menyusun rangkaian aksi yang akan kian memantapkan peran nyata Kadin dalam meng-akselerasi tumbuhkembang iklim ber-usaha di lingkungan Kab. Banyumas. 

Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved