MEN-THEMAKAN RE-GENERASI KEPEMPIMPINAN & KEANGGOTAAN DALAM KOPERASI

Jumat, 06 April 20180 komentar


POKOK-POKOK FIKIRAN
DALAM MEN-THEMAKAN RE-GENERASI  KEPEMPIMPINAN & KEANGGOTAAN
DALAM KOPERASI


Disampaikan dalam agenda FGD (Fokus Group Discussion) 
yang diselenggarakan oleh KUD Pringgodani , Demak, 07 April 2018

A.  Pengantar


Koperasi adalah organisasi yang dalam mewujudkan visi dan misi  besarnya menekankan pada kolektivitas (kebersamaan) melalui distribusi peran proporsional. Oleh karena itu, tantangan terbesar koperasi adalah men-sinergikan segenap unsur organisasinya sehingga melahirkan produktivitas berkelanjutan dalam arti luas.

Oleh karena itu, koperasi harus taat dalam mengelola kebersamaan, mulai dari bersama merumuskan mimpi; bersama mewujudkan mimpi dan; bersama meng-evaluasi capaian. Dengan demikian, setiap orang merasa ada dalam setiap aktivitas yang dijalankan koperasi.Artinya,

untuk bisa berkembang koperasi tidak boleh berjarak dengan keseharian anggotanya, baik dalam konteks pemenuhan kebutuhan maupun dalam komteks aktivitas individu yang diselenggarakan oleh masing-masing anggota.

Sekilas terkesan rumit, namun konsistensi merawat dan menumbuhkembangkan kebersamaan menjadi  jaminan hadirnya kemampuan koperasi dalam mem-produksi ragam manfaat secara bertahap dan berkelanjutan. Dengan demikian, setiap orang berkomitmen senantiasa berada di lingkar barisan koperasi dan bahkan tergerak mendorong orang lain untuk bergabung ke dalam koperasi. Hal ini didasari kesadaran bahwa semakin banyak yang bergabung maka semakin efisien operasionalisasi organisasi dan perusahaan koperasi (baca: efisiensi kolektif).        

B. Pokok-Pokok Fikiran
B.1. Umum
                 1       Koperasi adalah “kumpulan orang” yang men-cerdaskan, maka :
a.      Maju tidaknya koperasi tergantung pada orang-orang didalamnya.  
b.      Semua orang harus merasa dirinya penting namun tidak boleh merasa lebih penting dibanding lainnya.
c.      Semua orang dipandang sebagai insan yang terlahir dengan bakat dan potensi yang berpeluang untuk dimobilisasi.
                 2       Ke-kita-an adalah kunci ber-koperasi yang didalamnya terdapat “distribusi peran” yang saling berhubungan dan saling mendukung pagi pencapaian visi dan misi sebuah koperasi.
                 3       Berdasarkan pengalaman empiris, perjalanan sebuah koperasi secara alamiah akan terbentuk 2 (dua) kelompok, yaitu:
a.      kelompok yang berpotensi diajak untuk berfikir dan atau bergagasan
b.      kelompok yang dititipkan Tuhan untuk difikirkan.
                 4       Peningkatan Kapasitas yang terus menerus;
a.      Knowledge (ilmu pengetahuan)
b.      experience (pengalaman)
c.      attitude. (sikap)

B.2.Kepengurusan
1.      Hakekat  Keberadaan :
a.      refresentasi anggota dalam memimpin jalannya koperasi
b.      pemilihan & pengangkatannya melalui RA (Rapat Anggota)
2.      Tugas pokok pengurus :
a.      Memimpin jalannnya koperasi berdasarkan UU, Peraturan2, AD/ART, Keputusan dan Ketetapan RAT
b.      Mewakili organisasi berinteraksi dengan pihak eksternal
c.      Mengangkat dan memberhentikan anggota sesuai dengan AD/ART
3.      Kepemimpinan di koperasi (baca: pengurus) bersifat kolegial
4.      2 (dua)  tugas kepemimpinan ;
a.      membangun karya dimasa kepemimpinannya
b.      membentuk kader penerus yang memiliki kapasitas minimal mampu menghasilkan karya.
5.      Aplikasi “pola kepemimpinan yang mencerdaskan” :
a.      tertemukannya bakat-bakat hebat dan;
b.      mendorong bakat-bakat hebat itu menemukan titik efektivitas dan optimalnya.

B.3. Manajemen/Pengelola
1.      Hakekat  Keberadaan :
a.      refresentasi pengurus dalam mengelola organisasi & perusahaan koperasi
b.      diangkat dengan SK pengurus dan kemudian diminta pengesahan di RA (Rapat Anggota)
c.      Pengangkatan pengelola tidak mengurangi tanggungjawab pengurus di hadapan anggota.
2.      Tugas pokok :
a.      membantu pengurus dalam hal penyusunan ide, pemikiran dan gagasan
b.      membantu pengurus dalam meng-operasionalisasi organisasi & perusahaan
3.      Integritas sebagai  capaian optimum dalam pembinaan:
a.      Merasa diawasi Tuhan walau tidak sedang diawasi atasan
b.      Memperbaiki yang belum baik dan memperbaiki yang sudah baik
c.      Uang, jabatan dan kenikmatan lainnya adalah imbas dan bukan target
4.      Lingkup kepersonaliaan dalam manajemen sebuah koperasi :
a.      Job analyze
b.      Rekruitmen
c.      Pendidikan
d.      Penempatan
e.      Re-poisisi (promosi, demosi dan rotasi)
f.       Reward yang edukatif & motivasional bagi perluasan karya dan peningkatan kinerja
g.      Punishment atas berbagai pelanggaran atau penyimpangan yang terkonsep dalam peraturan perusahaan koperasi.

B.4. Keanggotaan
1.      Posisi anggota :
a.      sebagai subyek dan sekaligus
b.      obyek pembangunan koperasi
2.      Mapping  calon anggota potensial : 
a.      Berdasarkan usia
b.      Berdasarkan bakat
c.      Berdasarkan minat
d.      Dsb
Noted: Hasil Mapping sebagai inspirasi menyusun pola pendekatan 
3.      Menjadi anggota :
a.      Prinsip : Sukarela, suka bagi yang datang dan rela bagi yang didatengin
b.      Nilai-nilai : menolong diri sendiri, membangun karakter( siap berbeda dalam semangat demokrasi, berkepedulian, setiakawan & jujur)
c.      bukan karena punya uang menjadi anggota, tetapi dengan ber-koperasi anggota berpotensi menjadi punya uang
d.      menjadi anggota bukan hanya tiket untuk menikmati ragam layanan yang diselenggarakan oleh koperasi, tetaoi juga bentuk komitmen  untuk mengambil tanggungjawab membesarkan diri sendiri dan koperasi (organisasi & perusahaan)
e.      Realitas dan prototype koperasi sebagai inspirasi ketertarikan menjadi anggota
4.      Mobilisasi anggota :
a.      Menolong Diri sendiri : menjadi insan yang lebih produktif
b.      Membesarkan Koperasi : menjalankan 7 (tujuh) fungsi dasar anggota; (i) sebagai pemilik; (ii0 sebagai pemodal; (iii) sebagai pengguna/customer; (iv) sebagai penikmat hasil; (v) berpeluang sebagai pengurus bila dipilih; (vi) berpeluang sebagai pengawas bila dipilih dan; (viii) sebagai promotor
Noted : concern anggota dalam menjalankan perannya perlu di-kodifikasi dan dijadikan referensi dalam menumbuhkembangkan koperasi dan juga anggota itu sendiri.



C.  Penghujung 
Sebagai kumpulan orang yang fokus-nya membangun orang, koperasi harus concern dalam mengembangkan kapasitas SDM-nya di semua lini, yaitu; pengurus, pengawas, pengelola dan anggota. Untuk itu, koperasi harus me-wujud menjadi organisasi pembelajar  sehingga kapasitas terus terbangun dan minimal memiiliki  3 (tiga) kemampuan, yaitu : (i) cerdas membaca situasi; (ii) cerdas beradaptasi dengan suasana dan; (iii) cerdas dalam men-drive suasana dari satu titik ke titik berikutnya yang lebih bernilai.


NB :
gambar-gambar dalam tulisan ini adalah hasil "google searching"




Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved