PEBS FE UNIVERSITAS INDONESIA MENGGELAR FGD PEMBERDAYAAN EKONOMI DESA DENGAN ICT

Kamis, 17 November 20160 komentar

  

Kegiatan FGD ini merupakan bagian dari intrpretasi kerjasama PEBS (Pusat Ekonomi Bisnis Syari'ah) FE (Fakultas Ekonomi) UI (Universitas Indonesia)  dengan Kemeninfo dalam melakukan "Pemberdayaan Ekonomi Desa Dengan ICT".  Dalam kerangka kerjanya, tim FEBS ini akan menggelar aksi  pemberdayaan di 10 (sepuluh)  desa tertinggal, terpencil dan terluar di 7 (tujuh)  Propisi.  Pada obyek pemberdayaan akan diberikan edukasi (pendidikan & pelatihan). Hal ini pula yang menginspirasi pegelaran FGD kali ini sehingga modul yang dihasilkan memiliki prosentase efektivitas dan keberhasilan tinggi.
 Ada 5 (lima) modul yang menjadi target tim ini, yaitu : (i) ekonomi rumah tangga; (ii) kewirausahaan; (iii)  teknologi informatika untuk usaha; (iv) modul koperasi dan; (v) rencana usaha. Sebagai gambaran obyek, warga yang akan di edukasi rata-rata berpendidikan SD sampai SLTA.  Mapping obyek ini meng-isyaratkan perlunya ada pendekatan yang khusus sehingga mudah difahami dan melahirkan kemauan untuk mengaplikasikan gagasan-gagasan baru yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat   
Kegiatan yang dicanangkan adalah “Pemberdayaan Ekonomi Desa Dengan ICT”. Kegiatan
pemberdayaan dan pendampingan masyarakat ini secara partisipatoris dalam bidang sosial-ekonomi, dalam rangka meningkatkan kapasitas warga desa sehingga dapat menginisiasi unit usaha ekonomi dan merencanakan pengembangan ekosistem ekonomi yang belum/sudah ada. Di samping dapat meng-inisiasi unit usaha ekonomi dan merencanakan pengembangan ekosistem ekonomi, kegiatan ini juga bertujuan memberikan evaluasi mengenai pendayagunaan TIK bagi kegiatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara kuantitatif.

Disamping model edukasi yang efektif, program ini juga sangat tergantung penjiwaan dalam proses edukasi yang bisa membangun kejiwaan baru pada kelompok masyarakat yang diberdayakan. Membangun bahasa bumi tanpa merubah substansi menjadi tantangan tersendiri bagi para edukator yang akan terlibat dalam proses pemberdayaan ini.

Adanya perbaikan  dari satu titik ke titik yang lebih baik menjadi tantangan dalam program ini. Jika hal itu tidak terjadi, maka efektivitas model modul yang terumuskan dalam tanya besar. Namun demikian, spirit yang ditunjukkan oleh segenap peserta FGD yang menunjukkan kesungguhan, membuat layak berharap terciptanya perbaikan ekonomi masyarakat melalui program ini.

Socially and impact full” menjadi komitmen segenap peserta FGD.   


Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved