BERSAMA PROF HAMDAN ZOELVA MENYEMANGATI EKONOMI KERAKYATAN (Bagian 02)

Jumat, 23 September 20160 komentar

oleh-oleh dari Seminar Nasional "Potret Ekonomi Bangsa dan Supremasi Hukum" 
yang di gelar oleh DEMA IAIN Purwokerto, 17 September 2016


A.  Prolog
Kehadiran Prof Hamdan Zulva menjadi daya tari tersendiri bagi seluruh peserta seminar. Semua sisi gedung penuh dan seolah tidak bisa menampung banyaknya peserta. Bahkan tidak sedikit harus rela tidak dapat kursi asal bisa msuk ruangan dan tidak sedikit pula terpaksa harus berdiri di luar sisi gedung sambil mengikuti berlangsungnya seminar. Seminar ini layak disebut fenomenal bila dilihat dari sisi peserta yang membludak. Kehadiran figur yang pernah menjadi orang nomor 1 (satu) di MK (Mahkamah Konstitusi) ini telah
menjadi magnet yang sedemikian rupa kuatnya.  Figur yang saat ini menjadi ketua Syarikat Islam ini  sukses membangkitkan kesadaran dan sekaligus semangat para intelektual muda yang duduk di barisan peserta seminar. 

Dalam pidatonya, beliau mengingatkan betapa pentingnya pemberdayaan ekonomi bila ummat islam ingin berjaya sebagaimana dimasa lalu. Islam yang rahmatan lil ‘Alamin selalu menjanjikan kedamaian dan kesejehateraan. Untuk itu,
perlu di lakukan re-inventing spirit masyarakat untuk membangun ekonominya. Beliau juga menyampaikan keprihatinannya atas data dimana 75% potensi sumber daya hanya dikuasai oleh 25% orang saja. Indeks GINI (kesenjangan) yang menunjukkan sampai angka 0,46 sudah begitu mengkhawatirkan. Atas dasar inilah, beliau berharap kaum intelektual khususnya yang ada di lingkungan kampuas STAIN Purwokerto terpanggil untuk bergerak secara cerdas sehingga melahirkan perubahan ke arah yang lebih
berpengharapan dan men-sejahterakan. Dalam pandangan bijaknya, kerahmatan lil ‘alaminan (rahkmat bagi seluruh alam) yang terkandung dalam islam tidak saja akan men-sejahterakan ummat islam saja, tetapi juga seluruh manusia dan alam dimana didalamnya akan terdapat keadilan, pemerataan kesempatan berusaha dan kesejahteraan bagi semua.





B.  Makalah   
Satu jam penyampaian beliau dirasakan tentu masih sangat kurang, hanya saja beliau juga harus mengisi acara seminar di Kampus Unsoed Purwokerto pada hari yang sama, sehingga kedua pihak kepanitiaaan berbagi waktu beliau secara bijak. Pemikiran-pemikiran hebat beliau layak didalami guna menembukan spirit dan energi untuk mengambil peran strategis dalam pemberdayaan ekonomi. 

Oleh karena itu, untuk mengetahui lebih jauh buah pemikirannya atas izin beliau berikut disajikan scan dari  materi nya:















Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved