KPRI "KPK SOMAGEDE" MENGGELAR PELATIHAN

Kamis, 28 Juli 20160 komentar

A.  Pengantar
Dalam rangka meningkatkan pemahaman perkoperasian di lingkungan anggota, KPRI "KPK SOMAGEDE" menggelar  “Pelatihan Kader Koperasi”, yang diselenggarakan  Aula Sasana Krida Wiyata KPRI “KPK SOMAGEDE”, Kab. Banyumas, 29 Juli 2016. Kegiatan ini diikuti oleh 40 (empat) puluh orang anggota yang merupakan delegasi dari guru-guru SD/MI di wilayah Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai bagian dari upaya pembentukan kader-kader handal yang akan melanjutkan estafet perjuangan koperasi di fase berikutnya

Selalu ada aura dan spirit tersendiri kala berada ditengah para guru, dimana mereka adalah insan strategis yang akan mengkampanyekan dan mengajarkan nilai-nilai dan semangat perjuangan koperasi kepada segenap rekan kerja dan khususnya para murid-muridnya. Hal ini sangat diperlukan mengingat dikekinian zaman semangat kebersamaan sudah mulai tergerus seiring dengan suburnya egoisme dan individualis dikalangan anak muda sekarang ini. Oleh karena itu, melalui para guru ini, diharapkan akan teredukasikan secara massif betapa pentingnya membudayakan kerjasama dalam berbagai sisi kehidupan, ekonomi, sosial dan budaya.  



Bertindak selaku nara sumber, Ketua Dekopinda Kabupaten Banyumas, Muhammad Arsad Dalimunte & Bapak Haji Kuswandi, SH mewakili Dinas Perindustrian, Perdagangan Kabupaten Banyumasi.       

Dekopinda mengangkat tema tentang filosopi juang koperasi dan sekaligus mengenalkan Jati Diri Koperasi sebagai pembeda dan sekaligus sumber keunggulan koperasi. Dalam penjelasannnya, Ketua Dekopinda Banyumas menekankan bahwa koperasi bukan sekedar tentang perputaran uang atau modal, tetapi lebih mulia dari itu, yaitu tentang keterbangunan orang melalui pendidikan yang merupakan bagian dari prinsip perkoperasian. Bahkan, diawal penjelasannya, ketua Dekopinda menekankan 2 (dua) hal yang menjadi catatan penting, yaitu : (i) potensi kegagaln sebuah koperasi bila saat kelahirannya terjebak pada tanya "mau usaha apa?" dan; (ii) potensi kekecewaan anggota bergabung dalam koperasi ketika diawali dengan tanya "mau apa"?. 2 (dua) hal ini sebagai upaya menekankan kembali koperasi sebagai perkumpulan orang yang fokus pada pembangunan orang. Sementara itu, perusahaan dalam koperasi adalah media atau alat untuk menjawab aspirasi dan kebutuhan mayoritas anggotanya. Dengan pendidikan yang mencerdaskan, maka diyakini akan terbentuk kebijakan dalam mengelola pendapatan dan terhindar dari pola hidup konsumtif serta berpotensi melahirkan "saving/tabungan". Dengan memiliki saving maka terbuka untuk merencakan hal-hal besar dikemudian hari. Juga ditegaskan bahwa berkoperasi harus membawa nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan pribadi anggotanya. Dengan demikian, koperasi akan mewujud menjadi satu organisasi yang memberdayakan. Disamping itu, perusahaan koperasi harus tampil dengan ciri khasnya dan menjadikannya sebagai sumber keunggulan. Dengan demikian, perusahaan koperasi akan tumbuh dan kembang seiring dengan pertumbuhan kualitas kebersamaan produktif diantara segenap unsur organisasi koperasi. 


B. Slide Materi
Berikut disajikan slide yang disampaikan ketua Dekopinda Kabupaten Banyumas dalam pelatihan kader koperasi ini. 












                       

Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved