ROAD TO TSC : KREATIVITAS MENJAGA GIZI PEMAIN PERSIBAS ITU BERJUDUL “DAPUR UMUM”

Jumat, 06 Mei 20160 komentar



KREATIVITAS MENJAGA GIZI PEMAIN PERSIBAS ITU BERJUDUL “DAPUR UMUM”

Setahap demi tahap, Persibas Banyumas terus berbenah. Era non-APBD tentu sangat berbeda dibanding saat Persibas Banyumas masih belum listing di level Divisi Utama. Era Non-APBD, segala sesuatunya harus berbasis kemandirian khususnya dalam urusan financial.  Kreativitas dan semangat inovasi menjadi tuntutan, agar Tim tetep Eksis dan berprestasi di kancah persepak bolaan nasional. 

Kalau sebelumnya manajemen Persibas banyumas memberitakan tentang bagaimana segenap pemain di edukasi tentang sikap dan mental, mulai hari ini manajemen Persibas men-agendakan tentang strategi jitu dalam  menjaga gizi para pemain. Ide ini dilatarbelakangi oleh 2 (dua) hal berikut ini; (i)  manajemen sedang mencari format yang efisien ditengah kondisi keuangan yang masih "tahap berjuang" dan; (ii)  perlunya "gizi pemain" diperhatikan untuk mendukung porsi latihan berat yang diterapkan oleh coach putut agar Persibas berprestasi.  "Dapur Umum"..mungkin istilah ini cocok mewakili apa yang sedang diuji cobakan manajemen Persibas. Dalam konsep “dapur umum” ini,  pengelolaan makan dan gizi para pemain dioperasionalkan dengan pola swa-kelola.  

Konsep “Dapur Umum” ini akan diujikan dalam 3 (tiga) hari ke depan untuk kemudian diambil kesimpulan apakah tujuan awal dari ide ini efektif. Selama ini, manajemen Persibas menggunakan pola catering dan atau pesan nasi box. Memang secara teknis lebih mudah, cukup pesan via telepon maka  pesenan pun datang dalam waktu yang tidak terlalu lama.  Namun demikian, salah satu kelemahan konsep ini adalah pada menu yang relatif sama sehingga berpotensi mendatangkan kejenuhan. Situasi ini pun mendatangkan kekhawatiran manajemen dan pelatih khususnya dalam hal  ketercukupan asupan gizi para pemain Persibas. Oleh karena itu, lewat format dapur umum yang pengelolaannya swa kelola, menu memungkinkan lebih variatif dan ketercukupan asupan gizi  pun lebih terjamin. Disisi lain,  pola ini ditargetkan bisa menghemat anggaran sekaligus meningkatkan efektivitas.  

Konseptor pola dapur umum ini adalah para istri punggawa PT Persibas yang diberdayakan dalam judul voulentir alias gratisan. Secara bersama-sama,  mereka mencoba merumuskan menu dan kemudian secara bergantian satu per satu bergilirian ke pasar berbelanja bahan baku. Tidak sampai disitu saja, secara bergantian mereka akan mengantar makanan hasil olahan ke base camp Persibas di GOR Satria. Dalam urusan pengelolaan bahan baku, para ibu muda ini dibantu 1 (Satu) orang operator yg memang sudah ahli dalam urusan masak memasak  dan 2 orang asisten processing bahan baku. 

Ada catatan menarik dari 2 (dua) asisten pengolahan bahan baku ini adalah  mahasiswa yang juga aktivis organisasi PMAT (Persatuan Mahasiswa Anak Transmigran) Unsoed. Secara kebetulan,  PMAT sendiri berencana menjalankan konsep dapur umum di internal organisasi mereka, sehingga momentum 3 (tiga) hari ini uji coba ini dijadikan sarana belajar sekaligus magang bagaimana pola pengelolaan sebuah dapur umum.

Well..satu program banyak makna, semoga akan menjadi bagian efektif dalam membangun sebuah tim sepak bola yang solid,  eksisdan berprestasi. Semoga 3 hari kedepan akan diperoleh kesimpulan tentang  pola efektif dan efisien dalam pengelolaan makanan dan gizi para pemain Persibas Banyumas. 

Salam Juang Persibas...!!!!  
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved