BAPPEDA BANYUMAS DI AJANG PANGRIPTA ABIPRAYA

Jumat, 11 Maret 20160 komentar



DARI AGENDA PENILAIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN

 Perhelatan


Hari Sabtu, 12 Februari 2016 mengambil tempat di meeting room Hotel Horizon digelar satu agenda penilaian terhadap Kabupaten Banyumas, khususnya dalam hal “perencanaan pembangunan daerah”. Penilaian ini pada dasarnya bersifat tindaklanjut, setelah di tahap I (baca: tahap uji dokumen),  Kabupaten Banyumas menjadi salah satu dari 6 (enam) Kabupaten yang dinominasikan untuk memperoleh Pangripta Abipraya, sebuah penghargaan di bidang “perencanaan pembangunan” di tingkat  Propinsi jawa Tengah. Agenda Penghargaan Pangripta abi praya ini juga merupakan bagian dari upaya  mendorong terbentuknya perencanaan pembangunan sebuah daerah yang terukur, konsistensi, kelengkapan dan kedalaman. 

Sambutan Bupati Banyumas Ir Achmad Hussein  menjadi pembuka agenda ini.  Dalam sambutannya, Bupati Banyumas sangat apresiate atas masuknya Kabupaten Banyumas menjadi salah satu nominator. Disatu sisi ini, capain ini merupakan sebuah kebanggaan dan disisi lain berharap capaian ini menjadi inspirasi energi untuk berkarya lebih baik. Untuk mendukunk kesuksesan agenda penilaian ini, Bupati Banyumas meminta kepada segenap jajarannya dan juga perwakilan stake holder yang hadir untuk ikut mendukung agenda penilaian ini dengan maksimal dan apa adanya. 

Sementara itu, Bu Dra.Ratna mewakili tim penilai menyampaikan apresiasinya atas respon luar biasa dari  Pemkab Banyumas dan segenap stakeholder yang hadir mengingat Hari Sabtu  merupakan hari libur di lingkungan Kabupaten Banyumas. Bu Rata datang bersama 5 (lima) orang tim penilai indipenden dan beberapa orang tim penilai utama. Dalam penjelasan singkatnya, aspek-aspek yang akan dinilai terdiri dari beberapa aspek, yaitu : aspek top dawn, aspek bottom up, Aspek teknis, aspek politis, dan aspek inovasi. Sebagaimana semangat dari pegelaran event lomba ini, Tim penilai ingin melihat sejauh mana perencanaan me-refresentasikan suara masyarakat bawah. Atas hal itu, penguji akan banyak bertanya seputar sejauh mana kehadiran pemerintah atas ragam keluhan dan keresahan masyarakat.


Hadir dalam barisan yang akan dinilai (cq. Kabupaten Banyumas) antara lain; Bupati Banyumas, Ketua DPRD, Sekda dan jajaran SKPD di lingkungan Kabupaten Banyumas, perwakilan camat, perwakilan lurah dan segenap stake holder. Di barisan stake holder ada pimpinan BI Purwokerto, Pimpinan BPS Purwokerto,  awak media, organisasi wanita, organisasi masyarakat, organisasi perlindungan anak, organisasi pelaku usaha/Kadin Banyumas, perwakilan masyarakat kampus (Univ.Jenederal Soedirman dan Unwiku), Budayawan dan lain sebagainya.

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, agenda ini merupakan penilaian tahap II, setelah tahap I sudah dilakukan melalui uji dokumen. Tahap II ini menggunakan pola wawancara dan cross-check lapangan. Bobot penilaian tahap ini  sebesar 60% (enam puluh prosen). Pasca Tim Penilai Utama da Indipendent melakukan uji serupa dengan 5 (lima) nominator lainnya, selanjutnya akan ditetapkan satu  juara yang kemudian akan mewakili Propinsi Jawa Tengah untuk lomba tingkat nasional memperebutkan penghargaan yang bernama "Pangripta Pusantara".

Sesi penilai pun dimulai dengan presentasi Kepala Bappeda Kabupaten Banyumas (cq. Pak Eko). Waktu yang diberikan 30 (tiga puluh) menit. Dalam presentasinya, Pak Eko menyampaikan bahwa dalam membuat perencanaan, Bapeda Banyumas melalui 4 (empat) tahap, yaitu ; (i) Musrenbang Des/Kelurahan, Musrenbang kecamatan, Forum SKPD dan Musrenbang Kabupaten. Melalui tahapan ini maka perencanaan bisa menyerap aspirasi masyarakat dengan baik.  Alur rumusan penanganan masalah dimulai dari penyusunan isu strategis, permasalahan makro pembangunann, rumusan penanganan masalah dalam bentuk kebijakan, strategi dan tujuan dengan memperhatikan kesesuaian dengan prioritas provinsi dan nawacita (tingkat nasional).  

Ada 12 (dua belas)  isu strategis di Wilayah Kabupaten Banyumas, yaitu :
1.      masih tingginya angka kemiskinan dan pengangguran
2.      Kurangnya pemerataan keterjangkauan, ketersediaan, mutu dan relevansi pendidikan.
3.      Belom optimalnya akses, pemerataan, mutu pelayanan kesehatan, keluarga berencana dan perlindungan sosial.
4.      Belum optimalnya iklim investasi dan usaha.
5.      Rendahnya daya saling dan daya jual destinasi pariwisata
6.      Rendahnya daya saing produk lokal, koperasi, IKM dan UMKM
7.      Belum optimalnya produktifitas pertanian dalam arti luas secara kuantitas, kualitas dan kontinuitas
8.      Kurangnya ketersediaan infrastrutur daerah untuk menunjang perkembangan wilayah.
9.      Menurunnya daya tampung dan daya lingkungan hidup, serta tingginya bencana alam
10. Belum optimalnya penyelenggaraan pelayanan publik dan tata pemerintahan yang baik
11. Pemenuhan kebutuhan energi belum merata
12. Belum terwujudnya kesetaraan gender dalam pembangunan.
Sementara itu, beberapa prioritas Kab.Banyumas di Tahun 2016 dijelaskan sebagai berikut :
1.      Meningkatkan sinergisme prohram kemiskinan dan pengurangan pengangguran.
2.      Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan pelayanan kesehatan
3.      Meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan daerah untuk mendukung efieiensi, efektivitas birokrasi yang semakin produktif.


Sisi Lain
Dari penjelasan Pak Eko, terinformasikan bahwa kontribusi industri olahan menyentuh angka 18% dan pertanian menempati urutan berikutnya. Berdasarkan data tersebut,  tanpa disadari Banyumas telah bergeser dari pertanian menjadi industri. Sementara itu, Pimpinan BI Purwokerto menyampaikan ada 3 (tiga) sektor yang menjadi pertahanan Banyumas, yaitu ; (i) Pertanian, perikanan dan peternakan; (ii) Industri Pengolahan dan; (iii) perdagangan eceran. Tingkat pertumbuhan Banyumas juga realtif lebih tinggi dibandingan kabupaten-kabupaten lainnya. Sejalan dengan itu, angka inflasi di Kab.Banyumas juga tergolong paling rendah di wilayah Jawa Tengah.


Tanya Berujung Do’a
Layaknya sebuah lomba, tentu semua peserta berharap bias keluar sebagai yang terbaik. Bagaimana dengan Kans Kabupaten Banyumas?. Fakta menunjukkan bahwa ini pertama kali Bappeda Kabupaten Banyumas masuk nominasi sepanjang event ini di gelar. Artinya ini sebuah raihan yang layak diapresiate dan menjadi sumber energi untuk berbuat lebih baik lagi sebagaimana harapan Bupati Banyumas.  Oleh karena itu, Kab Banyumas tidak muluk-muluk karena ini pengalaman pertama kali menjadi nominasi. Namun demikian, tak ada salahnya kemudian berdo’a untuk yang terbaik, sebab segala upaya sudah dilakukan dengan maksimal.     
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved