MEN-TEMAKAN WARISAN DI TK MASITHOH 25 SOKARAJA

Jumat, 13 November 20150 komentar



A.  Prolog
Seneng berkesempatan menjadi bagian dari sebuah majelis yang membiacarakan tentang kebaikan-kebaikan baru. Ini untuk kali ke-2 (dua) penulis berkesempatan hadir di TK Maisithoh Sokaraja ini untuk mens-stimulan atau mungkin lebih tepat memantik semangat para wali murid siswa/i untuk menjadi orang tua lebih luar biasa.

Kali ini, penulis mengajak “belajar bersama” dengan tema “mem-format warisan terbaik”. Hal ini dianggap penting mengingat orang tua merupakan figur-figur sentral dibalik pertumbuhan anak-anak yang merupakan generasi penentu warna bangsa ini kelak. 

Dalam suasana dinamis, para orang tua siswa/i TK Maisithoh ini terlihat asik mengikuti diskusi yang  menggunakan metode penuh sapa dimana segnap peserta telibat aktif disepanjang proses diskusi. Sesekali diselingi tersenyum dan tertawa untuk menghangatkan suasana dan kemudian memasukkan pesan-pesan bijak kala momentum strategis kondusif untuk mencapaikan pesan.  

 Warisan yang ditemakan tidak fokus tentang bagaimana membagi harta waris, tetapi lebih menyemangati pada semangat untuk mewaris hal-hal baik berupa ketauladanan kepada putera/i mereka. Ditekankan bahwa anak itu cepat dalam merekam apa yang mereka saksikan dan cenderung menirukan apa-apa yang menjadi kebiasaan di rumah maupun di lingkungan. Atas hal itu, perlu disadai bahwa peran orang tua dan keluarga begitu dominan dalam proses keterbentukan seorang anak, sehingga diperlukan inisiatif dan kreativitas setiap orang tua untuk mengembangkan sentuhan-sentuhan edukatif dan humanistic.    

B.  Materi dan Gallery 





Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved