KETIKA PARA HACKER,WEB DESIGNER dan PENGGILA IT ITU TERGABUNG DALAM KOMUNITAS “HACKATON GOLD”

Sabtu, 19 September 20150 komentar

KETIKA PARA HACKER,WEB DESIGNER dan PENGGILA IT ITU TERGABUNG DALAM  KOMUNITAS “HACKATON GOLD”
Saat larut dalam keseriusan rapat sore, Herry, seorang sahabat penulis yang sudah seperti saudara sendiri, melalui telepon menanyakan adakah peluang waktu bergabung dalam satu forum meeting yang dihadiri para Hacker dan pakar IT Kab.Banyumas. Tak berselang lama, sahabat Rachmat Imanda yang kebetulan juga seorang anggota legislatif Kab.Banyumas juga berkirim pesan lewat BBM yang mengabarkan dan sekaligus mengundang untuk hal serupa. Atas 2 (dua) hal ini, penulis kemudian buru-buru menyelesaikan meeting dan langsung tancap gas meluncur menuju arena rapat. Dalam benak penulis, ini kesempatan jarang bisa bertemu dengan orang-orang gila IT.
Bertempat di Andangpangrengan tepatnya di BCC (Banyumas Creatif Center) rapat ini digelar. Disamping para hacker, blogger, ahli IT, web designer, Rachmad Imanda, Uung, Herry, rapat ini juga dihadiri Pak Eko (Kepala Bapeda/Badan Perencana Pembangunan Daerah) beserta 2 (dua) orsang staffnya, bu Endang (kominfo).

Keterselenggaraan agenda ini diawali dari semangat kaum muda untuk bisa berkontribusi terhadap Kab.Banyumas melalui pendekatan ide2 kreatif, khususnya melalui optimalisasi IT. Berkontribusi yang mereka maksud tidak hanya dalam konteks control atas pembangunan, tetapi juga penyumbang gagasan atas persoalan-persoalan yang ada di masyarakat dan juga pemerintahan Kabupaten Banyumas. 

Selaku Kepala Bappeda, Pak Eko berharap ide-ide kreatif lahir dari komunitas ini dan bisa berkontribusi terhadap peningkatan efektivitas dan efisiensi pelayanan pemerintah kepada masyarakat dalam arti seluas-luasnya. Kemitraan mutual dengan pemerintah diharapkan memunculkan hal-hal baru yang mempersatukan energi,khususnya melalui optimalisasi IT.  

Mas Uung, salah seorang yang demen dengan urusan berkomunitas bernada pengabdian, awalnya tidak percaya kalau para hacker dan para pakar IT ini bisa dpersatukan dalam sebuah wadah. Pemikiran semacam itu didasarkan beberapa pengalaman Mas Uung berinteraksi dengan penggila temen-temen IT yang rata-rata suka menyepi, asik dengan diri sendiri dan bahkan cenderung abai dengan sekitar.  Namun, fakta awal 3 (tiga) kali intens mengikuti pertemuan kelompok ini membuat dia terkagum-kagum dan sekaligus melahirkan persepsi dan keyakinan baru.

Mas Rachmad Imanda Sang Legislator Kab.Banyumas.  Beliau begitu kagum dengan ide-ide besar yang tercetus dari pemikiran brilian dari kaum penggila IT ini. Kala berjalan menuju parkiran, Mas Rachmad Imanda mengungkapkan apresiasi tingginya terhadap komunitas ini. Beliau membayangkan bagaimana  penggila IT ini akan membuat aplikasi yang memungkinkan setiap pengusaha bisa mengontrol jalannya seluruh aktivtas perusahaan dari HP di genggaman. Beliau juga membayangkan betapa bermanfaatnya bila proses sebuah perizinan di Pemkab Banyumas bisa langsung dipantau oleh pemohon lewat HP sehingga tidak perlu bolak balik. Beliau juga mebayangkan bila komunitas ini berhasil membuat ragam aplikasi yang menjelaskan secara real time hal-hal sedang terjadi diberbagai sudut Banyumas, maka akan mempermudah dalam pemantauan dan juga respon.

Herry Kristanto, yang penulis kenal sangat piawai dalam urusan provokasi dan mengkoneksikan satu komunitas dengan komunitas, meyakini kehadiran komunitas Hackaton Gold ini akan mendorong percepatan pengkomunikasian gagasan-gagasan besar dari setiap potensi yang melekat dan lahir dari angggota masyarakat, khususnya anak muda. Beliau berharap besar komunitas ini akan segera terkoneksi dengan komunitas lainnya di lingkungan Banyumas secara sinergis sehingga kontribusinya terhadap pembangunan lebih nyata dan bisa dirasakan oleh masyarakat. Herry juga meyakini hal ini akan mewujud dalam waktu yang tidak terlalu lama, sebab secara nasional komunitas ini juga terkoneksi langsung dengan para hacker dan pakar IT yang ternaungi dalam Hackkaton merdeka yang baru saja menggelar lomba pembuatan aplikasi di Jakarta. Dalam rangka perayaan Sumpah Pemuda, secara nasional akan diselenggarakan lomba pembuatan aplikasi kependudukan di 17 (tujuh belas) kota secara bersamaan tepatnya tanggal 24 sd 25 oktober 2015.

Penulis juga tak bisa menutupi kekaguman atas komunitas yang diisi dengan insan-insan muda, gila dan super kreatif ini. Banyak hal yang tidak terbayangkan sebelumnya akan lahir dari komunitas ini. Kehadiran komunitas ini akan mendorong perubahan paradigma dalam banyak sisi kehidupan. Fakta data yang menunjukkan 79% masyarakat Indonesia adalah pengguna aktif Internet mendukung keyakinan penulis atas efektivitas kelahiran komunitas ini. Tidak berlebihan untuk membawa Banyumas men-dunia lewat komunitas ini. Akan sangat mungkin ide-ide unik dan genuine terfasilitasi sedemikian cepat sehingga memantik setiap generasi untuk mengembangkan gagasan dan talentanya.

Satu hal yang menjadi catatan penting, serpihan-serpihan energi kebaikan telah melahirkan semangat berkontribusi demi percepatan pembangunan masyarakat Banyumas. Keterbentukan dan eksistensi komunitas yang akan menamakan diri Hackaton gold ini telah melahirkan harapan baru bagi percepatan dinamika. Pembaca yang penasaran dengan perjalanan kreatif komunitas ini bisa mengikuti mereka melalui website: www.hackathonbanyumas.id.   



19 september 2015
Sabtu Sore...yang menginspirasi kegilaan baru




Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved