AIRASIA QZ8501

Selasa, 30 Desember 20140 komentar




perasaan kaget luar biasa mendengar AIRASIA QZ8501 rute Surabaya -Singapure hilang kontak. Bagaimana tidak,  saya berserta keluarga dan juga kakak ipar berserta keluarganya baru saja pulang dari kampung halaman dan terbang menggunakan AIRASIA rute Medan-Jakarta, tepatnya tanggal 21 Desember 2014 di penerbangan jam 12.00 Wib dengan penerbangan QZ8094. Saya tidak bisa membayangkan andai hal serupa menimpa saya dan segenap keluarga.  Oleh karena itu, saya sangat bisa merasakan  dan mengerti bagaimana kalut dan sedihnya keluarga penumpang dan juga keluarga awak pesawat atas kejadian naas ini. 


Raibnya AIRASIA QZ8501 telah melengkapi berbagai bencana ditanah air Indonesia, khususnya di penghujung tahun 2014 ini. Belum usai diingatan kita tentang tragedi longsor di Kab. Banjarnegara yang keudian menyusul dengan banjir di Kabupaten Cilacap dan di berbagai daerah di Indonesia, kini tragedi AIRASIA QZ8501 membuat shock seluruh rakyat Indonesia.


Bisa dibayangkan betapa paniknya suasana dalam pesawat di menit-menit terakhir sebelum pristiwa naas itu berlangsung. Dari berbagai sumber media diberitakan bahwa sebelum kehilangan kontak sang pilot telah meminta izin untuk menaikkan ketinggian sebagai reaksi atas suasana yang tidak mendukung penerbangan diketinggian dalam kondisi normal.Artinya, Ada  proses dan tahapan situasi emergency yang sangat menegangkan. Tentu, disaat bersamaan para pramugari juga mengkondisikan seluruh penumpang pesawat, mulai dari menghimbau penumpang yang sedang di kamar mandi untuk segera kembali ke tempat duduknya,  menghimbau kepada segenap penumpang untuk mengencangkan ikatan pinggang dan atau kemudian menyampaikan situasi emergency dan mengingatkan  kepada penumpang untuk menyiapkan diri melakukan tindakan penyelamatan dengan menggunakan seperangkat peralatan keamanan sebagaimana selalu diajarkan dan di contohkan cara pemakaiannya kepada seluruh penumpang tiap kali pesawat akan beranjak terbang. Tak terbayang bila berada di suasana mencekam itu, pasti jerit memekik dan tangis memenuhi segenap ruang pesawat menjelang akhir perjuangan sang pilot untuk menyelamatkan pesawat.


Tentu ini sangat berat dan memukul perasaan semua orang yang anggota keluarganya berada dalam penerbangan AIRASIA QZ8501. Bisa dibayangkan saja, saat menyaksikan di TV saja tak jarang mengundang air mata, apalagi anggota keluarga yang begitu khawatir dan diliputi kepenasaran dalam waktu panjang saat pencarian dilakukan. 
Kegesitan Tim SAR (Search and Rescue), Basarnas dan segenap pihak yang berpartisipasi dalam pencarian membuahkan hasil sesudah mengerahkan segenap kemampuannya untuk melakukan pencarian 3 (tiga) hari lamanya. Disatu sisi, tertemukannya puing pesawat membahagiakan tetapi disisi lain kondisi pesawat dan  evakuasi korban menunjukkan tipisnya harapan hidup segenap penghuni AIRASIA QZ8501. Segenap anggota keluarga dan sanak family yang berkaitan dengan penerbangan AIRASIA QZ8501 pun histeris dan bahkan beberapa pingsan seketika begitu melihat proses evakuasi berlangsung yang disiarkan melalui beberapa Stasiun Televisi. Keadaan mencekam pun tak terhindarkan tiap kali korban ditemukan. Mungkin semua berfikir dan berperasaan  sama ketika melihat korban, yaitu mungkin saja itu anggota keluarga mereka.


Walau sangat berat menghadapi kejadian luar biasa ini, kita hanya bisa berharap semoga segenap keluarga korban bisa tabah, ikhlas dan dikaruniai kebijakan berpandangan atas kejadian yang memilukan ini. Tentu menghapus ragam kenangan indah dari kebersamaan bukan sebuah persoalan yang mudah. Apalagi, bisa jadi sebagian dari keluarga penumpang adalah kepala keluarga yang memiliki istri dan anak-anak yang masih kecil, seperti salah satu pramugara bernama Oscar yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga.  Kita juga berdo’a semoga korban ditempatkan Tuhan di sisi yang mulia.  

Masih terbersit asa, semoga diantara penumpang dan atau awak pesawat ada yang masih hidup sehingga bisa memberi kesaksikan atas situasi sesungguhnya yang telah menimpa pesawat. Setidaknya, kesaksian dari penumpang yang masih hidup akan bisa menjadi sedikit pelipur lara minimal tentang detik-detik terakhir perjuangan para penumpang dan awak pesawat untuk mempertahankan hidup.  Semoga keajaiban akan datang...

Semoga..kejadian serupa tidak pernah terulang lagi... 






Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved