SURAT TERBUKA UNTUK SOBAT MAYA KU

Minggu, 11 November 20120 komentar


Sahabatku...
Kita hidup di dua kota bertetangga, tetapi sampai detik ini tak pernah bersua sekalipun. Kita telah menjalin persahabatan, sering berbagi cerita tentang dinamika hidup yang kadang menyesakkan dada, tetapi keakraban di dunia virtual tak membuat kita berkeinginan untuk saling bersapa di dunia nyata. Kita tak pernah mempermasalahakan model persahabatan modern ini, tetapi kita telah menjadi teman diskusi yang asik, akrab, menarik, saling memotivasi dan  bertukar fikiran dalam banyak hal, termasuk dalam urusan belajar  ber-Tuhan. Semua kita lakukan hanya lewat media sosial semacam facebook atau BB.

Sobat ku...Malam ini kau buat aku terharu oleh tanya singkat mu lewat BB tentang nomor rekening sebuah Panti Asuhan yang profile nya pernah ku angkat dalam blog ini dengan judul “andai ku di izinkan Tuhan mencuri harta mu” (http://www.arsadcorner.com/2011/12/andaiku-di-izinkan-tuhan-mencuri.html).  Ku respon secepat kilat pertanyaanmu dengan mengirimkan informasi rekening yang kau minta ( BRI Cabang Rantau Prapat No : 0228-01-012576-500) . Saat aku menyarankan agar memberi tahu kepada pengelola panti asuhan itu bila telah men-transfer , dengan tegas kau mengatakan “tak perlu dan biarlah ini menjadi urusan aku dengan Tuhan ku”. Terhenyak aku mendengar jawabmu dan  ku hormati kepedulian dan niat tulusmu untuk sebuah jalan kebaikan.    

Seketika kembali terbayang wajah-wajah lugu yang berlari menyambut kedatanganku bak sedang menyambut kedatangan ayah ibu nya sendiri.  Terbenak kembali bagaimana gemuruh bathin  saat anak-anak belia itu  membentuk barisan dan menyalamiku satu per satu. Aku tak sanggup menahan air mata saat mengusap kepala anak-anak yang sudah tak punya ayah dan atau ibu  satu per satu. Ah....bayang situasi saat itu seolah kembali hadir  di hadapanku.  

Terima kasih sobat atas tanyamu malam ini. Tanya itu betul-betul seperti membawaku kembali kesana dan bercengkrama dengan anak-anak yatim dan piatu itu. Wajah-wajah itu....wajah-wajah yang begitu mendambakan setiap orang yang datang...wajah-wajah yang memperlakukan setiap tamu   layaknya orang tua mereka sendiri. Oh Tuhan.....berikan mereka jalan untuk menggapai impian mereka tentang sebuah hidup, walau menghidupkan orang tua mereka kembali adalah sesuatu yang tidak mungkin. Sajikan lah mereka capaian hidup sebagai penambal jerit bathin mereka yang tumbuh dan besar tanpa kasih sayang ayah dan ibu nya. Tuhan...beri mereka kesempatan menjadi insan-insan soleh dan solehah. Lahirkan lah karya spketakuler dari buah fikiran dan tangan mereka...hingga  menjadi pelajaran bagi banyak orang tentang bagaimana mensyukuri setiap keadaan walau sepahit apapun.

Sobat.. tanya singkat mu di malam ini telah membawaku pada butiran air mata yang tak bisa ku tahan, membuatku menjadi begitu ingin  kembali berkunjung ke sana,  menjadi teman mereka berbagi cerita, mendengar keluh kesah mereka di kesepian bathin berkepanjangan, mendengar celetukan tentang cita-cita mereka, memperhatikan jerit bathin mereka yang hidup tanpa ayah dan atau ibu. Serasa ingin sekali berada diantara ranjang tidur mereka yang berjejer dalam kesederhanaan dan bahkan sebagian mulai lapuk. Rasanya ingin sekali membangunkan mereka di pagi hari dan kemudia sholat berjama’ah bersama mereka. Rasanya ingin sekali duduk di samping wadah nasi dan membagikannya ke piring mereka satu per satu. Oh Tuhan....beri kan ku kesempatan untuk kembali ke sana....menemui anak-anak lugu nan soleh itu.....

Terima kasih Sobat atas tanyamu....terima kasih atas kepedulianmu kepada mereka....semoga Tuhan kian menyayangi hidup mu...aminn..  
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved