SEMINAR “ PENGEMBANGAN KOPERASI MELALUI PENDEKATAN BUDAYA”

Selasa, 17 Juli 20120 komentar


RESEPSI HUT KOPERASI KE-65
 KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH, INDONESIA
&
SEMINAR “ PENGEMBANGAN KOPERASI MELALUI PENDEKATAN BUDAYA”

A.    PROSESI RESEPSI HUT KOPERASI
1.   Sambutan Ketua Panitia Harkop ke-65 Kab.Banyumas (cq.Bapak Drs.Untung Djarwadi).
Dalam sambutannya ketua panitia menyampaikan bahwa peringatan ini diharapkan mampu  mempererat persatuan dan kesatuan gerakan koperasi. Disamping itu, perayaan HUT ini juga sebagai upaya  menyemangati segenap lapisan masyarakat untuk membudayakan kehidupan koperasi.  Peringatan HUT ini juga dimanfaatkan untuk menyemangati kembali koperasi-koperasi  untuk mengimplementasikan JATI DIRI Koperasi secara bertahap dan berkesinambungan.


Disamping itu, mengingat sejarah kelahiran koperasi di Indonesia adalah di Purwokerto, Kab.Banyumas (Koperasi) dan kebetulan Bupati Banyumas juga baru saja menerima penghargaan di bidang koperasi dari Presiden Republik Indonesia, terbersit gagasan untuk menjadikan Banyumas sebagai Kabupaten Koperasi.

2.   Sambutan Ketua Dekopinda Kab.Banyumas (cq.Bapak Drs. Nashar Susanto).
Peringatan HUT Koperasi kali ini di kemas dalam acara yang lebih sederhana dibanding tahun sebelumnya.
Momen ini dimanfaatkan sebagai media penguatan kapasitas internal koperasi2 di lingkungan Kab. Banyumas. Oleh karena itu, disamping acara resepsi,  peringatan HUT Koperasi kali ini di isi dengan kegiatan seminar dan pelatihan. Hal ini sebagai bagian dari upaya mewujudkan tema HUT  yaitu ; "koperasi perkasa rakyat sejahtera".

Dalam menghadapi dinamika global, koperasi harus me-revitalisasi diri yang berorientasi pada kemandirian dengan mengoptimalkan segala potensi dan sumber daya. Jika tidak, maka koperasi akan menjadi penonton.

3. Sambutan Bupati Banyumas.
Bupati banyumas berhalangan hadir pada agenda ini dikarenakan banyaknya agenda kedinasan yang tidak mungkin di tundakan. Kemudian Bupati mewakilkan kepada Asisten Pemerintahan yang kebetulan pernah  menjabat sebagai kepala disperindagkop Kab. Banyumas sebelumnya.

Dalam sambutannya, beliau menyarankan beberapa hal berikut ini ;
·         Mengingat kesejarahan koperasi dan BRI (Bank Rakyat Indonesia) di gagas/di dirikan oleh orang yang sama, maka perlu di jajaki kemitraan mutualisme antara koperasi dan BRI  berbasis sejarah.
·         Gagasan menjadikan kab.banyumas sebagai kota koperasi perlu ditindaklanjuti. Oleh karena itu, disarankan DEKOPINDA   mengajukan kepada Pemkab disertai dengan reason2 yang konstruktif.
·         Sebagaimana resolusi PBB yang menetapkan Tahun 2012 sebagai tahun koperasi dunia, koperasi2 di lingkungan Kab. Banyumas selayaknya menyambut baik dan memanfaatkan momentum itu sebagai sumber lompatan energi dalam menumbuhkembangkan dan membudayakan koperasi.
·         Disperindagkop perlu meningkatkan  pembinaan dan pengawasan koperasi dengan harapan koperasi2 akan mengalami akselerasi permbangunan sehingga memperluas kebermanfaatan koperasi bagi anggota dan masyarakat pada umumnya.
·         agar koperasi bisa maju, para penggerak koperasi harus punya tekad yg kuat. Koperasi harus berani masuk ke kancah perekonomian yang lebih luas dan mengambil peran strategis.
·         Sambutan ditutup dengan yel-yel "hidup koperasi" .


B.  SEMINAR “ PENGEMBANGAN KOPERASI MELALUI PENDEKATAN BUDAYA”
Seminar ini dilaksanakan dalam bentuk panel dengan menghadirkan 3 (tiga ) panelis, yaitu :
1.  Mr.Firdaus (Manager Kopkun)
2.  Sunaryo (ketua KUD Aris)
3.  Legowo ( sekretaris Primkoveri).

Adapun resume pemikiran-pemikiran dan gagasan-gagasan yang mengemuka dalam seminar tersebut dijelaskan secara singkat sebagai berikut :

1.      Pembicara I  (cq. Mr. Firdaus,S.Sos)
a.       Masuknya kata "gerakan" dalam konteks koperasi menjadi kan koperasi tergolong ke dalam "social entreprises" atau perusahaan berbasis sosial.  Karena koperasi adalah gerakan, maka di dalamnya ada "nilai-nilai" yang diperjuangkan dan merupakan muasal dari lahirnya pergerakan koperasi.
b.       Satu penelitian yang dilakukan beberapa tahun lalu berkesimpulan bahwa koperasi telah berpraktek layaknya non koperasi, sehingga koperasi sudah kehilangan "nilai2" perjuangannya. Akibatnya, koperasi dan non koperasi bermain pada area yang sama, yaitu berburu laba.
c.       Data terbaru yang menginspirasi :
d.      di  Sektor moneter, Bank asing bisa investasi sampai dengan 99%.  sampai saat ini investasi bank asing di Indonesia sudah mencapai 65%. Sektor ril. Sementara itu,
e.       di sektor rillinvestasi asing sampai 80%.
media2 iklan sangat mempengaruhi perilaku hidup masyarakat.  suburnya iklan mutlak di drive oleh s
emangat memobilisasi laba dari pangsa pasar. Rendahnya filter terhadap gencarnya iklan telah berpengaruh pada penurunan kualitas hidup masyarakat. Pada titik inilah koperasi seharus mengambil peran sebagai ”rem” bagi pengendalian lajunya pertumbuhan budaya konsumerisme.
f.        Ada contoh yang baik dan menginspirasi dari aksi koperasi di korea yang  membangun kesan kuat bahwa koperasi adalah sebuah “gerakan”. Secara singkat di sampaikan berikut ini :
·         Beberapa waktu lalu, anggota koperasi-koperasi  korea turun ke jalan dalam rangka memproteksi keentingan  petani.
·         mereka juga memperpendek masa berlaku mie (jangka waktu konsumsi) dengan mengecilkan kadar zat pengawet yg bisa menyebabkan kanker. Semua ini dilakukan dalam rangka mensukseskan program "hidup sehat.



2.  Pembicara II Bapak Sunaryo
a.       Dalam kesejarahannya, KUD diarahkan untuk melaksanakan 3 (tiga)  hal ;
·         KUD harus menyelenggarakan sarana pertanian.
·         Menyelenggarakan kredit kepada anggota.
·         Membeli hasil produksi pertanian.
b.      Dahulu kala KUD itu berjalan seolah-olah di modali oleh pemerintah melalui berbagai fasilitas. Namun dalam perjalanannya, seiring dengan perubahan rezim dan keberpihakan kebijakan pemerintah, banyak KUD yang gulung tikar karena punya masalah dalam hal managemen organisasi dan usaha.
c.       Kunci mengelola koperasi ; (i) kejujuran dan keterbukaan; (ii) bangunlah usaha seluas2nya dan; (iii) beorientasikan pada kesejahteraan  anggota.

3.  Pembicara III Bapak  Drs.Legowo
a.       Karakter dasar Rakyat banyumas adalah cablaka. Sehingga hal ini relevan dengan nilai2 koperasi.
b.      Karakter wong banyumas asline manut (Wong banyumas kayak kebo cinancang). Dengan demikian, tinjauan  budaya, koperasi sangat berpeluang untuk berkembang.
c.       Dengan demikian, kalau mau membangun koperasi yang baik dan bener, maka yg pertama kali harus dilakukan adalah membangun kesadaran anggota.
d.      Tahun 2009, dengan sampling 73 koperasi : asset total 103M dan total omzet sebesar Rp 200juta. Pada saat bersamaan leasing mempunyai omzet Rp 500M.

4.  Tanggapan wakil pemerintah atas "tema yang dibangun" dalam seminar ini”
a.       Kami sangat apresiate dengan agenda semacam ini. Semoga dimendatang akan ada lagi agenda semacam ini.
b.      Arah pengembangan kebijakan pemerintah di bidang koperasi, lebih banyak pada bentuk "reward atas koperasi2 yg berhasil". Pemkab banyumas juga paling selektif dalam mengeluarkan badan hukum. Hal ini sebagai upaya untuk melahirkan koperasi2 benar dengan memegang teguh jati diri koperasi.   
c.       Dalam rangka menilai koperasi, dinkop mendasarkan pada analisa: (i) layak ideologi dan; (ii)  layak usaha.


C.  KESIMPULAN
Dari proses seminar dan dialog yang berlangsung, ada beberapa kesimpulan yang sangat menarik :
  1. Lambatnya perkembangan koperasi bermula dari kurang fahamnya masayarakat tentang koperasi. Hal ini bisa di selesaikan dengan ”pendidikan” yang juga merupakan bagian dari prinsi koperasi. Pendidikan efektif memerlukan metode variatif. 
  2. Adanya relevansi kuat antara ”dinamika dan perkembangan budaya”  dan ”dinamika dan perkembangan koperasi”. Dengan demikian, pendekatan budaya lokal berpeluang mampu mempercepat gerakan me-masyarakatkan nilai-nilai koperasi yang berujung pada terbangunannya semangat untuk menumbuhkembangkan kehidupan berkoperasi di kalangan masyarakat.
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved