MENGAPA HARUS MERASA TAK PERCAYA DIRI???

Senin, 05 Maret 20120 komentar



A.  Prolog
 Disebuah sore ditengah kesibukan yang luar biasa, sapa itu datang dari seorang yang sangat dikenal oleh mukzi. Kali ini sang sahabat sedang membutuhkan pencerahan dari sebuah situasi psichologis yang sedang dia alami, yaitu tentang percaya diri. Tak lama berselang, email masuk dari sahabat mukzi yang lain dan ternyata dengan thema yang sama, yaitu tentang masalah percaya diri.

Atas 2 (dua) hal tersebut, terbersit untuk menyajikan komunikasi tersebut di dalam blog ini, dengan harapan akan mendatangkan manfaat bagi pembaca khususnya mereka yang boleh jadi sedang mengalami situasi yang sama. Dengan demikian tulisan ini menjadi bermakna ddan tidak sia-sia.
 

B.  Dialog Edukatif I
Sahabat: Assalamualaikum Pak, sudah lama tidak diskusi dgn Bapak... Bolehka hari ini saya diskusi untuk peningkatan kualitas ??
Mukzi: Alaikum salam..gimana kabar mbak sahabat??..kebetulan nih saya baru mau meeting...
Sahabat 01: Alhamdulillah-Insya Allah semakin semangat Pak, saya baru kepilih jadi delegasi debat nasional hukum di Unpad akhir maret nanti lombanya...
Sahabat: Yg ingin coba saya diskusikan, dan semoga saya mendapat pencerahan.. Berkenaan dengan kepercayaan diri Pak, sebetulnya dibutuhkan atau tidak Pak Ke-PD-an dalam diri seseorang ??
Sahabat 01: Terimakasih Pak
Mukzi : Ya..PD itu diperlukan sebagai bekal untuk melakukan apapun..
Mukzi: PD juga efektif bagi optimalisasi potensi dan talenta diri..banyak potensi tak tergali karena ke PD an yg kurang..
Sahabat: Saya sedikit bermasalah dgn ketidakpercayaan diri Pak, dan itu mengganggu tindakan yg saya lakukan... Lalu bagaimana  memodifikasi ketidakpercayaan diri untuk menjadi ke-PD-an Pak ??
Mukzi: Sebenarnya anda  punya percaya diri yang bagus..buktinya bisa menjadi juara dan mewakili kontes dibandung..itu wujud dari percaya diri..
Mukzi: Memupuk PD itu salah satunya adalah mengembangkan budaya berfikir positif.
Sahabat01: dari luar mungkin saya terlihat seperti sangat PD -tapi sebetulnya saya sendiri kewalahan membendung rasa takut di setiap kesempatan yg saya miliki....penyakit ini udah dari lama, hanya saja saya memaksakan baru berani-tapi kurang nyaman juga Pak..
Sahabat 01: Ketika saya mencoba berfikir positif saya di hadapkan pada pikiran aneh, sombong dan takabur.. Bagaimana berfikir positif tanpa dihantui 2 (dua) rasa itu Pak ?
Mukzi: Sebenarnya....percaya diri tak harus membangun kesombongan atau merasa lebih dari siapapun...percaya diri sepatutnya dilandasi atas keinginan kuat terwujudnya sebuah niat baik...
Sahabat 01: Oke Pak, Terimakasih banyak...

C.  Dialog Edukatif II

From: Sahabat 02
saya akui saya adalah orang  yang tidak pernah percaya pada kemampuan diri sendiri.. kadang banyak hal yang sebenarnya saya tahu dan yakini , tapi saya tidak mampu utk mempertahankan ide saya, karena saya selalu khawatir jika ide saya gagal, apakah ada cara  yg bosa saya vcoba utk menaikan tingkt percaya diri saya?
nuwun...

Mukzi :
Percaya diri adalah persoalan keyakinan kuat atas sebuah gagasan. Kalau memang niatnya baik, mengapa takut??..membuka diri pada masukan2 orang lain dalam koridor "gagasan dasar" Njenengan adalah cara untuk membangun semangat yg sama atas gagasan itu sendiri. Sampaikan gagasan Njenengan dan kemudian pancing respon mereka, dengan demikian semua orang akan memiliki loyaliyas dan tanggungjawab mmoral terhadap konsep final yg disepakati dan akan dijalankan bersama. So..tak ada alasan untuk tak percaya diri untk sebuah niat baik. Disamping itu, bayangkan betapa indah dan luasnya makna ketika gagasan baik itu bias terimplementasikan, tentu hal ini menjadi tumpukan rekam jejak keberhasilan yang Njenengan bukukan dalam catatan pribadi Njenengan. 

selamat mencoba & be a wise leader..

D.  Hikmah
Percaya diri dan nyaman melakukan sesuatu memang bukan perkara mudah, apa lagi ketika kita harus mengerjakan hal baru. Kekhawatiran akan kegagalan, tidak sesuai harapan dan fikiran-fikiran negatif sejenis sering kali mereduksi energi akibatnya kita melakukan sesuatu hanya dengan sisa energi (setelah dikurangi energi berfikir negatif). Kalau kemudian hasil yang didapat jauh dari angan, sesungguhnya itu hal yang sangat wajar.

Saya bukanlah seorang psiccholog yang faham proses atau tahapan keterbentukan percaya diri seseorang. Berdasarkan perjalan dan perjuangan hidup panjang, saya berkesimpulan bahwa ketidakercayadirian bisa menghinggapi siapapun, khusunya bila menghadapi hal-hal baru atau ketika tidak mampu menghilangkan fikiran-fikiran negatif atas hal-hal yang sedang dihadapi atau akan dikerjakan. Anda pasti lebih tenang perg ke sebuah tempat yang pernah anda kunjungi ketimbang ke sebuah tempat yang benar-benar pertama kali anda mengunjunginya.

Oleh karena itu, fikiran positif dan tidak over confidence layak dijadikan modal untuk melakukan apapun, baik yang bersifat perulangan maupun benar-benar hal baru. Disamping itu, obsesi tak terkendali atas suatu hal (keinginan mencapai ssuatu yang berlebihan) juga bisa aberakibat fatal. Untuk itu, tenangkanlah diri anda dan yakinkan bahwa energi anda pada posisi 100% , baru anda melangkah. Sedikit mengingat kisah sukses yang pernah anda raih juga bisa membantu dalam membangun percaya diri anda. Tapi, lakukan itu hanya dalam hati mbok dikirain sombong..he222...

Sementara itu, dari sisi vertikal, meyakini bahwa ”setiap niat baik akan menemukan jalannya” adalah salah satu penambah energi anda untuk melakukan apapun yang anda rencanakan. Tuhan maha penyayang dan maha pemurah sehingga tak ada alasan bagi anda untuk merasa minder atau tidakpercaya diri dalam perjalanan hidup anda.

Pada akhirnya, saya mengingatkan pembaca bahwa sesungguhnya manusia hanyalah berusaha, tentang hasil sebuah akhir serahkan sepenuhnya menjadi urusan Tuhan. Manusia hanya berusaha menghadirkan faktor2 yang layak untuk mendapat restu sang Pencipta, sebab menjadi sebuah keanehan ketika Tuhan memberi karunia dan berkah atas manusia yang dalam hidupnya sama sekali tidak berbuat apa-apa.

Semoga pemikiran sederhana ini bisa bermanfaat dan menginspirasi kebaikan bagi pembaca...sukses selalu untuk kita semua...Aminnn..   
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved