KETIKA NGADIM MENCURI DEMI ANAK...

Rabu, 24 November 20100 komentar

2 (dua) hari terakhir, surat kabar getol memberitakan NGADIM seorang penghuni rutan purbalingga yang nekad melarikan diri dari penjara. Tak perlu waktu lama, dia kemudian tertangkap lagi oleh petugas saat berada di rumahnya.



Saat ditangkap kembali, dia hanya mau kembali ke rutan bila sudah bertemu dan mencium anaknya. aksi melarikan diri diakuinya  karena surat riindunya kepada istri tak berbalas, tak berbuah kunjungan. Rindu pada istri dan anak telah membuat dia nekat untuk melarikan diri demi  menemui orang2 yang disayangi dan dicintainya.


Dalam konteks positif thinking dan berasumsi dia berkata jujur, kenekatan dia melakukan hal ini jelas sangat mengharukan. Ketika berdiri diatas naluri seorang ayah, kecintaan seorang istri atau  bahkan kerinduan seorang anak, apa yang dia lakukan mengundang air mata. Apalagi ketika dia berujar, nekat mencuri burung hanya untuk membelikan mainan di hari ulang tahun anaknya. Oh Tuhan....mengapa hal ini harus terjadi dan menimpanya.


Profesi buruh kasar berpenghasilan tidak tetap mungkin telah membawa dia pada situasi serba kekurangan. Rasa sayang yang begitu kuat sebagai seorang ayah, telah membuat dia khilaf dan lupa akan norma2 yang harus ditaati. Adakah realitas pada ngadim sebuah bentuk pesan pada kita semua??? ataukah itu difahami hanya sesuatu yang wajar dan konsekuensi logis dari perbuatannya sendiri??? ataukah ini melahirkan spirit moral kita untuk mencegah hal serupa terjadi lagi???


Andai kita adalah istrinya?? andai kita adalah anaknya?? andai kita adalah ngadim????


Maafkan aku ngadim...yang belom bisa berbuat apa2 untuk mu kecuali hanya berdo'a. Titipkan saja anak dan istrimu pada Sang Pencipta, karena Dia-lah  maha penyayang dan pelindung yang paling tulus.  Jalani  aja masa hukumanmu dengan ikhlas. Ambillah hikmah bijak dari semua ini. Ungkapkan segenap kegelisahanmu di persujudan...karena sesungguhnya Allah maha mendengar...Allah maha penyayang....


Jangan lupa bawa sajadah di ruangan jerujimu yg sempit....temukan Tuhan di ruang itu......




Assalamu 'Alaikum Saudaraku Ngadim...walau kau tak mengenalku, walau ku tak pernah bertemu sapa denganmu...tetapi naluri seorang ayah telah menginspirasi realitasmu yang kurang bahagia.Semoga suatu saat Allah mempertemukan kita dalam ketenangan dan keindahan suasana, bertukar fikir dalam menterjemahkan kesempatan hidup yang dititipkan Tuhan pada kita. Amin
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved