KELESUAN BISNIS, KESUKSESAN SEMU & IDE SOLUSI NYELENEH

Senin, 25 November 20190 komentar


KELESUAN BISNIS, KESUKSESAN SEMU & IDE SOLUSI  NYELENEH


Pembuka
Tulisan kali ini terinspirasi dari chattingan dengan seorang sahabat yang sudah lama tak berkomunikasi. Walau diawal chatting sekedar  bertanya kabar stau sama lain, namun diperbincangan berikutnya terkandung beberapa hal yang mungkin bisa menjadi inspirasi bagi pembaca, khususnya bagi siapapun yang tergolong   pejuang yang tak pernah henti berupaya membentuk capaian-capain keren, inspiratif, meningkatkan produktivitas dan meluaskan kebermaknaan diri bagi sesama lewat karya-karya  kreatif & inovatif.

Membincang tentang bisnis memang selalu menarik, sebab dinamikanya tidak jarang mengundang adrenalin dan bahkan sering menguji nyali untuk berani berkeputusan diantara beberapa kondisi yang sama-sama mengandung unsur ketidakpastian. Pada situasi semacam itu, setiap keputusan bisa saja salah dan bisa juga benar. Kalau benar akan mendatang keuntungan yang tidak sedikit, tetapi kalau salah bisa berakibat fatal dan bahkan menggerus semua yang ada dan sudah diperjuangkan sejak lama.

Dalam semangat berbagi hal-hal sederhana  dan sebagai bentuk saling menyemangati dalam hal kebaikan, penulis ter-ide menyajikan proses chatting tersebut dalam blog ini.  Beberapa bagian dilakukan penyempurnaan agar lebih mudah difahami. Disamping itu, identitas disembunyikan sebagai bagian dari komitmen menjaga kode etik. Namun, penyajian proses chatting ke dalam tulisan atas persetujuan yang bersangkutan.
  

Mencari Hikmah & Pelajaran Dari  Proses Chatting
Assalamu alaikum..Bapak apa kabar?”, demikian sapa itu datang  via inbox facebook. “'Alaikum salam mbak…alhamdulillah sehat, gimana kabar mbak?”, jawabku sambil mencoba mengingat kembali siapa, kapan dan dimana pernah bertemu sapa. Setelah sahut bersahut berjalan  dalam beberapa tanya jawab, memory ku berhasil mengingatnya. Beliau pernah datang berkunjung ke ruang kerjaku berdiskusi tentang usaha kerajinan yang dia tekuni saat itu sekitar 2-3 tahun lalu.  Perbincanganpun berlanjut di WA dan terfokus seputar dinamika usaha yang tengah beliau alami. Namun, perbincangan terpaksa terhenti sementara karena aku harus bergegas ke kantor dan  kemudian berjanji akan melanjutkan diskusi bila ada sela waktu ditengah rutinitas kantor yang padat.

Selesai memastikan semua persiapan pelayanan berjalan lancar, aku pun langsung merespon beberapa pertanyaannya yang terkirim ke-WA saat tadi  sedang dalam perjalanan menuju kantor. Berikut disajikan proses chatting antara sang pengusaha (P) dan saya (S):

(P) : Begini pak kan bisnis “X”  skrg di serang sama produk luar yang membanjiri Indonesia. Tadinya saya produksi revil suplai ke merk2 ternama. Terus ada beberapa toko kosmetik juga yg pakai merk mereka sendiri, bahanbakunya saya yg suplai. Tapi belakangan ini bener2 kondisi pasar lagi sepi apa ya pak. Nd ada permintaan sama sekali . Karyawan saya  pun terpaksa diliburkan untuk sementara.
(S) :hari ini kondisi ekonomi memang sedang lesu dan penuh ketidakpastian...keluhan serupa juga disampaikan temen2 pelaku usaha di beberapa pertemuan dan diskusi tentang kondisi terkini tentang perekonomian.  Njenengan  tidak sedang sendirian merasakan dampak "lesu ekonomi".  jadi tak perlu panik, apalagi pengusaha sudah terbiasa dengan dinamika sejak kelahirannya....
(P) : Nah lagi berpikir harus punya terobosan baru lagi
(S) : terobosan??..nah ini pensikapan yang keren..tidak menyerah pada keadaan dan mencerminkan  spirit seorang pejuang. 
(P) : Iya pak saya lagi melirik pasar retail contohnya kerjasama dg X & Y (red: retail jejaring nasional yang memiliki gerai diseluruh Indonesia). Cuma banyak banget PR nya dan tentunya saya nd bisa bergerak sendiri, apalagi mereka menerapkan sistem titip jual
(S) : hahah...yang buat PR bagi pengusaha itu  kan diri sendiri...Retail berjejaring nasional itu memang cukup percaya diri karena memiliki ribuan outlet  di segala penjuru tanah air..makanya mereka buat sistem titip jual. bahkan terkadang mereka menerapkan sistem fee untuk “listing product"..sehingga sang pengusaha harus keluar kocek didepan sebelum memasok barang ke gerai tersebut . jadi..kita harus bayar "sejumlah uang" terlebih dahulu agar produk  masuk ke dalam katalog persediaan dan terpajang di rak-rak milik mereka.  
(P): Kondisi lesu spt ini sampai kapan ya pak?. Menurut bapak  saya harus gimana ya
(S): semua berpendapat "ekonomi memang sedang berjalan penuh ketidakpastian"...tetapi sebenarnya lebih menarik melihatnya dari perspektif lain..saya lebih tertarik memaknai dinamika ini dari sisi ke-Tuhan-an (sekaligus sy sambil berlajar ber-Tuhan)
(P) : Oh iya ..gimana tuh pak
(S) : dari pengamatan saya...banyak pengusaha yang terjebak pada "kesuksesan semu"...akibatnya "capaian kerennya" kemudian terhapus oleh "pengeluaran tidak terkendali" dan pada akhirnya berimbas pada runtuhnya pertahanan perusahaan karena mengalami minus secara terus menerus.
(P) : Iya pak
(S) : jadi..saya punya saran nyeleneh dalam menemukan ide..mau??
(P) : Iya apa itu pak?
(S) : berikut beberapa ide yang mungkin bisa dipilih salah satu atau semuanya...(1) datangilah panti asuhan...bawalah buah tangan yang akan mengundang senyum mereka..trus ajak menikmati bareng-bareng bawaan Njenengan itu... amatailah bagaimana senyum itu hadir, hayatilah celetukan-celetukan mereka yang polos dan jujur... bertahanlah sekitar 3-4 jam di panti asuhan itu biar bisa merasakan setiap dinamikanya  hingga bertemu hikmah atau sesuatu yang tak pernah terfikir sebelumnya..dan (2.) gelarlah sajadah (di waktu dhuha atau di waktu tahajjud)...dalam kesunyian dan kesenyapan malam..sampaikan permohonan maaf (istighfar) pada Tuhan atas kesalahan, dosa dna khilaf  yang disengaja ataupun tidak. Hal ini penting karena memohonkan ampun pada Sang Pemilik hidup  seringkali meng-energi dan membangunkan rasa kehadiran-Nya dalam setiap langkah dna upaya yang dilakukan.....di moment itu, sampaikanlah semua keluh kesah pada Sang Pencipta..mohonkan diberi petunjuk..lakukan berulang-ulang sampai tertemukan ide baru yang menarik untuk dilakukan.
(P) : Siap pak
(S) :seringkali kerumitan, kesulitan hidup, lesunya usaha, menurunnya omzet bukan semata-mata dikarenakan kondisi ekonomi semata, tetapi dikarenakan "kita berjarak dengan Tuhan". Akibatnya, semakin jauh jarak kita, semakin jauh pula rejeki...saya pun masih tahap  belajar dan masih jauh dari kata lulus...saya sedang berjuang kerea mencapai  sukses penuh berkah agar tidak terjebak pada keberhasilan semu yang sering kali melenakan. 
(P) : Siap pak
(S) : satu catatan lagi, "riak dunia" ini sering kali melalaikan sehingga kita semakin bernafsu demi meraih  simbol-simbol sukses dan hebat dimata banyak orang. Celakanya, terkadang sesuatu yang tampak hebat itu hanya  hinggap sebentar di lingkar hidup kita dan selanjutnya kesulitan bertubi-tubi pun hadir dihari-hari berikutnya...
(S) :Sebagai sebuah saran, ,,,,,tekadkanlah mempekerjakan kembali para karyawan yang sedang dirumahkan itu agar kehidupan mereka kembali normal . bisa jadi saat ini sada putera/inya sedang butuh beli buku, seragam, tas dan sepatu...tetapi karena ayah/ibunya sedang tidak berpenghasilan, maka mereka tak memiliki kemampuan  memenuhi kebutuhan sekolah anaknya itu...pandanglah para karyawan/ti itu  sebagai "amanah dari Tuhan" yang rezekinya dititipkan lewat njenengan...kembalinya mereka bekerja akan menambah barisan pendo'a atas segala usaha yang njenengan perjuangkan..
(P) : Iya pak ini yg sangat menyayat hati saya
(S) : Semoga dengan cara demikian, Tuhan pun akan memberi Ide atau gagasan yang membuat usaha njenengan semakin eksis, tumbuh dan kembang.... 
(P) : Tapi kalo saya tetap memperkerjakan mereka keuangan saya bagaimana pak?????
(S) : nah..inilah namanya uji Tauhid/keimanan...sebagian pengusaha ada yang memaknai "gaji karyawan" sebagai  beban. Namun ada pula  pelaku usaha yang memposisikan "gaji karyawan" sebagai "pengeluaran baik" dan efektif menjadi faktor pelipat  rezeki...
(S) : Oh ya saya mau tanya satu hal nih..jujur ya jawabnya... Njejengan sebel ndak dengan jawaban2 saya yang mungkin diluar prakiraan??
(P): Enggak pak saya malah senang..Saya jadi bisa introspeksi diri dan Bisa lebih berkaca sama diri sendiri.  Karena selama ini saya sharing sama suami dan orang lain yg ada menyalahkan keadaan.   Malah saya terjerumus semakin jauh dari Tuhan
(S) : selalu ada jalan kembali untuk mendekat...dan semua tergantung tekad dan kemauan. terkadang kita terjebak   men-Tuhan kan "akal" dna ironisnya difase berikutnya kita pun  "diakali" orang lain.. inilah dunia yang penuh sandiwara...
(P) : Iya pak
(S)  : saya pun sedang mencari hikmah..kenapa tiba-tiba kita tersambung lagi sesudah lama lost kontak...dan mengapa pula tema perbincangan kita seputar  "Tuhan dan Usaha"... semoga semua hal baik akan hadir diberikutnya
(P) : Amin pak… Saya sebenernya belum lama ditawari seorang investor (red: beliau menyebutkan salah satu tokoh terkenal di negeri ini). Tapi beliau hanya ingin jadi investor saja.  Namun yg saya inginkan bukan itu, tapi tim untuk bisa membangun dan lebih banyak membantu orang-orang yg kena PHK. Kalau semua di bebankan ke saya sendirian pasti nd bisa, apalagi menyentuk nominal besar. Sebagai pelaku usaha kecil seperti saya ini, nilai 5M adalah  jumlah sangat besar. Hal ini sangat jauh berebeda dengan  omzet bulanan saya yang masih di kisaran  100jt. Transaksi penjualannya
(S) : so??
(P) : Jadi saya berpikir ingin sharing.
(S) : tinggal bentuk tim handal...coba lagi aja buka komunikasi..jelaskan mengapa saat itu tidak siapp...karena belum punya tim...
(P) : Sudah nd memungkinkan pak.. Beliau sudah marah pak, karena saya menolaknya. Saya hub beliau saja nd dbls. Padahal baru saja muncul ide untuk bisa kerjasama dg pasar retail
(S) : oke...berarti Tuhan akan memberi jalan lain..optimis saja..positif thinking saja kalau ALlah akan memberikan jalan lain atau kebiakan dibalik semua itu
(P): Iya pak


Penutup
Demikian tulisan ini disajikan, semoga efektif menjadi inspirasi sebagaimana muasal penyajiannya ke dalam blog ini. Kita semua berharap senantiasa terbimbing dalam berkeputusan dan terjaga serta terlindungi dalam menjalankan segala hal yang kita lakukan dengan penuh kesungguhan dan diikuti banyak pengorbanan. Dengan demkian, kita terhindar dari kesuksesan semu dan selalu diridhoi berada dalam keberkahan berusaha. Aamiin.  


NB : gambar dalam tulisan ini ada hasil searching di google

Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved