ICSB JATENG MERANGKAI GEBYAR UMKM 2019 DENGAN PELATIHAN LAMIKRO

Jumat, 11 Oktober 20190 komentar



ICSB JATENG MERANGKAI GEBYAR UMKM 2019 
DENGAN PELATIHAN LAMIKRO

Tidak berhenti pada kegiatan seminar bisnis yang mengangkat thema seputar “strategi berbisnis di era Industri 4.0”, ICSB Prov Jateng juga menggelar Gebyar UMKM 2019 yang dirangkai dengan pelatihan Lamikro. Dalam menggelar event ini, ICSB Jateng menggandeng FEB Undip Semarang dan Kementrian Koperasi & UKM RI (cq. Deputi SDM). Pelatihan ini  berlangsung selama 3 (tiga), yaitu tanggal 9 sd 11 oktober 2019 dengan mengambil tempat di Hotel STAR Semarang. Pelatihan ini diikuti pengelola ICSB Jateng dengan Petugas Pendamping KUKM Koperasi & Usaha Kecil Mikro).

Acara pelatihan ini dibuka oleh Ibu Ema Rachmawati selaku Kepala Dinas Koperasi & UKM Propinsi Jawa Tengah dan didampingi oleh Bapak Hatta (Kabalatkop & UKM), Bapak Sudarto (Sekretaris Wilayah ICSB Jawa Tengah) dan Bapak Anang (Kabid Kewirausahaan Deputi SDM kementrian Koperasi dan UKM RI) .

Dalam sambutannya, Bapak Anang dalam kapasitas sebagai Kabid Kewirausahaan Kementiran Koperasi & UKM RI menyampaikan dukungan penuh atas komitmen tinggi ICSB dalam mengembangkan kewirausahaan. “dalam menjawab kepentingan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi nasional, Kita memerlukan tumbuhkembang kewirausahaan, baik secara kuantitas maupun kualitas. Oleh karena itu, peran ICSB menjadi sangat strategis dalam prosespembentukan wirausahawan yang handal dan mampu eksis di era industry 4.0. Disamping itu, ICSB juga perlu aktif membangun dna merawat  ekosistem kewirausahaan sehingga berdampak pada
peningkatan kinerja ekonomi wilayah dan juga nasional. Oleh karena itu, pendekatan kreatif perlu terus di implementasikan sehinga menemukan titik efektivitas dan tumbuhkembang yang berkelanjutan”, ungkap beliau.  

Sementara itu, Ibu Ema Rachmawati selaku Kepala DInas Koperasi & UKM Prov Jawa Tengah menekankan pentingnya  para pendamping KUKM  menguasai materi pelatihan, teknik fasilitasi dan  komunikasi yang baik pada semua pihak.  Dengan demikian, para pendamping KUKM memiliki kapasitas mumpuni dan kapabilitas tinggi serta berkompeten dalam melayani para KUKM dengan baik dan berdampak pada terciptanya akselerasi tumbuhkembang yang berkelanjutan.


Dalam pelatihan ini, seluruh peserta di latih menggunakan  aplikasi LAMIKRO. Melalui aplikasi ini, para fungsionaris ICSB dan Pendamping KUKM bisa lebih cekatan dalam merespon segala keluhan pelaku UMKM yang tentunya penuh dinamika, termasuk  dalam hal pencatatan dan penyusunan laporan keuangan. Pada akhirnya, setiap pelaku UMKM dapat membuat laporan keuangan yang layak sesuai  Standar Akuntansi Keuangan Entitas mikro Kecil dan Menengah (SAK EMKM) cukup dengan menggunakan Hp Android dan website.

Acara pelatihan ini ditutup oleh Sekretaris ICSB Jawa Tengah, Bapak Sudarto. Dalam sambutan dan arahannya, beliau menyampaikan beberapa hal berikut ini : 
1.   ICSB adalah organisasi UMKM Inteřnasional yang berkantor pusat di Washington DC Amerika Serikat, yang beranggotakan 85 negara, artinya ICSB memiliki potensial market di 85 negara tersebut,
2.   Fungsionaris ICSB maupun pendamping KUKM sebaiknya berani menentukan  salah satu program yang menjadi program inti/andalan.
3.  Untuk meraih kesuksesan sebaiknya selalu menjalin sinergi dan kerjasama dengan semua pihak, sehingga bisa saling melengkapi
4.    Untuk dapat masuk ke dalam jaringan pasar yang lus di lingkaran ICSB, maka tidak ada kata lain, dalam membina dan mengembangkan UMKM, semua pihak (akademisi, periset, goverment, pelaku dan komunitas) harus mau bekerjasama, mulai dari merumuskan prototype, program sampai dengan pelaksanaan,
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved