MILENIAL KOPERASI INDONESIA MEN-TAJUK JAMKOPNAS

Senin, 16 September 20190 komentar


MILENIAL KOPERASI INDONESIA MEN-TAJUK JAMKOPNAS



Agenda Seputar Jamkopnas

 Malang, 17/09/19. Hari ini menjadi begitu istimewa bagi dunia koperasi dimana segenap aktivis Kopma (baca: Koperasi Mahasiswa) tanah air berkumpul dalam agenda tahunan bertajuk Jambore Koperasi Mahasiswa Nasional. Tahun 2019 ini, Kopma Universitas Negeri Malang bertindak selaku tuan rumah dan dalam pelaksanaannya juga menggandeng FKKMI (Forum Koperasi Mahasiswa Indonesia) selaku wadah berhimpunyya kopma-kopma seluruh tanah air.



satu padu Insan Hatta Muda Melalui
Pendidikan Koperasi yang Berbudaya” menjadi thema Jamkopnas kali ini. Tema ini menandaskan tentang filosopi dasar koperasi sebagai kumpulan orang yang men-cerdaskan sehingga menempatkan pendidikan sebagai ujung tombak keterbangunan insan koperasi. 



Jamkopnas 2019 ini menggelar berbagai agenda, mulai dari seminar nasional koperasi, lomba Coop Art, lomba Coop Plan, Lomba Coop Media, Lomba Coop Smart, Lomba Coop Debate, Lomba Coop Ambassador, Lomba Kreativitas Seni dan lain sebagainya. Segenap agenda ini akan berlangsung mulai tanggal 17 sd 19 September2019. Melihat dari ragam lomba yang akan digelar, semangat milenial dan nuansa kekinian demikian mengedepan. Hal ini juga me-refresentasikan gairah kepemudaan koperasi di tanah air, khususnya di lingkungan kopma.



Perhelatan Seminar Sebagai Kegiatan Awal

Seminar Nasional menjadi agenda perdana dari ranfkaian Jamkopnas ini. Bertempat di Gedung Sasana Budaya Universitas Negeri Malang, seminar ini diikuti oleh sekita 300-an peserta, baik baik delegasi berikut pendamping masing-masing kopma se tanah air peserta jamkopnas maupun dari kalangan internal Koperasi Mahasiswa Universitas Negeri Malang.  



Dalam sambutan diacara pembukaan,  Wakil Rektor Tiga UNM menyampaikan tentang pentingnya peningkatan kapasitas SDM di era industry 4.0. “ kita perlu focus pada 4C, yaitu ; critical thinking, creativitas, communication dan collaboration”. Oleh karena itu, beliau berharap Jamkopnas kali ini akan efektif dalam meningkatkan kapasitas SDM sehingga lebih siap untuk eksis dan bersaing di era kekinian. Sementara itu, Dekopinwil Jawa Timur menekankan perlunya pengembangan kreativitas. “ Sudah bukan saatnya lagi koperasi hanya focus pada simapn pinjam,
tetapi harus menyentuh sector riil. Koperasi harus bisa menghasilkan produk berkualitas dan juga berorientasi ekspor”, ungkap beliau. Sementara itu, Dinas Koperasi Provinsi  Jawa Timur menyampaikan bahwa reformasi total koperasi bersifat menyeluruh, termasuk di lingkungan kopma. Konsep reformasi koperasi yang terdiri dari re-orientasi, rehabilitasi dan  pengembangan harus menjadi spirit koperasi dalam berbenah, baik secara kelembagaan maupun usaha. SDM sebagai core perlu dibangun kapasitasnya sehingga berkemampuan untuk beradaptasi di era industry 4.0.  Disisi lain, semangat tolong menolong dan kegotongroyongan perlu terus dikembangnya. Dipenghujung, beliau berpesan “ Jadilah pemuda kreatif dan inovatif dengan budi pekerti yang baik”



Seminar ini menghadirkan 3 (tiga) narasumber, yaitu : (i) DR. Meithiana Indrasari dalam kapasitasnya selakau Presiden ICSB (International Council for Small Busines) Chapter Surabaya; (ii)  Amrul Hakim, seorang jurnalis dan sedang menekuni koperasi film dan; (iii) Muhammad Arsad Dalimunte dalam Kapasitas Ketua Dekopinda Banyumas dan juga Pembina FKKMI. Bapak Subagyo,SE,SH,MM bertindak selaku moderator.  

Peran Pemuda Dalam Budaya Pendidikan Koperasi sebagai Icon Re-BrandingKoperasi dalam menghadapi Industri 4.0” menjadi bahasan dalam seminar kali ini.   

Animo dan antusiasme peserta seminar yang cukup tinggi generasi milenial disepanjang seminat menjadi penandas bahwa negeri ini masih memiliki asset SDM Milenial koperasi yang potensial. “Mereka begitu energic, idealis, faham ideology koperasi dan memiliki semangat untuk membangun karya-karya kreatif dan inspiratif. Pada saatnya nanti, mereka akan menjadi penentu warna perwajahan koperasi di negeri ini. Kita tidak perlu khawatir, karena mereka merupakan sumber daya unggul dan senantiasa memiliki gairah untuk melahirkan sesuatu yang kreatif. Mereka memiliki bakat hebat dan selalu punya cara dalam men-tafsir zaman sehingga koperasi tidak perlu gagap dengan inudstri 4.0”, ungkap Bung Arsad.    


lihat juga :  https://www.youtube.com/watch?v=FSDXhoEAVpI
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved