HEROISME RAPI YOGYA DI PROSES PEMAKAMAN dr. SOEKO MARSETIYO

Minggu, 29 September 20190 komentar



Tiba-tiba HP berdering dimana terjadi perubahan rencana. Kami diarahkan menuju Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta saat kendaraan sudah melintasi jalan kaliurang menuju pejambon lebih kurang 5 (lima) kolometer. Kami pun langsung balik arah dan mencoba mencari jalan pintas lewat bantuan google map sebab ditargetkan kami harus sudah tiba di lokasi jam 14.00 Wib. Tak lama berselang, HP pun berdering lagi dan meng-informasikan bahwa titik kumpulnya adalah di gallery Yogya yang berjarak sekitar 300 meter dari pintu masuk Bandara. Alhamdulillah, lalu lintas tidak terlalu padat dan kami pun mencapai lokasi sebelum jam 14.00 Wib. Saat memasuki area parkir, kami melihat angota keluarga lain sudah hadir ditempat. Ada tanya seketika mengapa harus kumpul di gallery ini padahal tujuan utamanya adalah  bandara pesawat untuk menjemput jenazah Almarhum dr. Soeko Marsetiyo, korban kerusuhan di Wamena Papua.



selamat siang bapak-bapak dan ibu-ibu segenap keluarga besar almarhum dr. Soeko Mursetiyo. Pertama, izinkan kami perkenalkan diri dari RAPI Yogyakarta. Kami adalah  komunitas Radio Antar penduduk Indonesia berangggotakan lebih kurang 8000 (delapan ribu orang) yang tersebar di seluruh wilayah Propnsi Yogyakarta. Atas nama segenap keluarga besar komunitas RAPI Yogyakarta, kami menyampaikan ikut belasungkawa atas meninggalnya dr, Soeko Marsetiyo dalam menjalankan tugas mulia sebagai seoang dokter di Wamena, Papua. Kami meyakini almarhum khusnul khotimah dan seluruh anggota RAPI juga ikut mendo’akan almarhum untuk diterima segala amal baiknya, diampuni segala dosanya dan ditempatkan Allah SWT di sisi yang mulia. Mohon maaf kami ajak berkumpul di sini dengan maksud meng-informasikan seputar penjemputan jenazah Almarhum dr.Soeko Mursetiyo di Bandara Adi Sutjipto dan sekaligus   meng-koordinasikan  pengantaran dan pengawalan ke rumah duka. Sejak beberapa hari lalu kami juga sudah berkomunikasi dengan jaringan kami di Wamena Papua dan terus melakukan pengawalan proses pengiriman jenazah sejak dari wamena sampai Yogyakarta. Kami juga sudah berkordinasi dengan Manajemen Bandara Adi Sutjipto kaitannya teknis pelaksanaanya. Perlu kami sampaikan bahwa Insha Allah segala hal yang kami lakukan didasarkan atas niat ibadah. Rapi Yogyakarta sudah terbiasa melakukan hal semacam ini dan  Insha Allah dilandasi semangat persaudaraan dan kemanusiaan.”, demikian pengantar dari  Ir.RM. Nurdin  Antoro selaku salah satu pengurus RAPI Yogyakarta.  



Tak ayal lagi, segenap anggota keluarga yang berkumpul tertunduk dan bahkan sebagian tidak bisa menahan tangis dan air mata. Tentu ada haru yang ter-amat sangat mendengar kemuliaan aksi kemanusiaan dari RAPI Yogya. Apalagi hal semacam ini berlangsung ketika semua anggota keluarga sedang dalam kondisi psikologis yang sedang dawn   dilanda duka atas kepergian almarhum. Sepertinya RAPI Yogya mengerti betul situasi segenap anggota keluarga dan sudah sangat terlatih menangani hal-hal semacam ini. Cara RAPI menyajikan layanan kemanusiaan  benar-benar mendatangkan ketenangan dan kenyamanan. Mereka sangat mengerti bagaimana harus memperlakukan keluarga korban yang sedang dalam kondisi kalut dan sedang tidak bisa berfikir normal. “Kemuliaan semacam ini hanya bisa dilakukan orang-orang yang memiliki ketulusan yang luar biasa”, ungkap salah satu anggota keluarga melihat dan ikut merasakan langsung kebaikan itu.  



Tak lama berselang, salah satu pengurus lainnya meng-informasikan kalau pesawat hampir mendarat. Beliau juga mengabarkan bahwa disamping mobil ambulance,  hanya 2 (dua) kendaraan yang boleh ikut masuk ke area cargo Bandara Adi Sutjipto. Atas hal ini, kendaraan pun diatur mana yang ikut masuk ke area cargo Bandara dan mana pula yang menunggu di luar bandara. Para relawan anggota RAPI juga mengatur pengawalan ke dua titik lokasi, yaitu menuju area cargo dan menuju area tunggu bagi kendaraan lainnya. Tidak ketinggalan, Sang Koordiator Lapangan pun memastikan kesiapan para relawan dalam mengamankan titik-titik rawan persimpangan di sepanjang route menuju pejambon, seleman, Yogyakarta.



RAPI benar-benar menuntaskan niatnya. Rombongan mobil penjemput jenazah pun dikawal disepanjang jalan. Para relawan pun sukses mengamankan titik-titik persimpangan sehingga mobil ambulance dan rombongan jalannya lancar. Tidak sampai hanya menurunkan peti jenazah, segenap relawan RAPI pun ikut menyaksikan prosesi pemakaman sampai selesai. Mereka benar-benar sangat serius  dan memastikan semua berjalan aman dan lancar.



Subhanallah.....insan-insan Tuhan luar biasa itu benar-benar tulus melakukannya. Itu hanya bisa dilakukan oleh orang yang memposisikan berbuat baik sebagai kebutuhan. Saya mendapati wajah-wajah yang  begitu ikhlas dalam membantu. Apa yang mereka lakukan benar-benar  ketauladanan yang inspiratif. ”, ungkap anggota keluarga almarhum lainnya yang salut dan kagum atas aksi heroic yang dilakukan oleh komunitas ini. “Maturnuwun..maturnuwun..maturnuwun”, ungkap perwakilan keluarga penuh hormat saat melepas relawan RAPI berpamitan setelah semua proses pemakaman selesai.    



Disamping herosime, kesetiakawanan & kemanusiaan, apa yang dilakukan komunitas RAPI Yogya  ini mencerminkan semangat kekeluargaan, persatuan dan bahkan kebangsaan yang kuat. Ini modal sosial yang syarat kedamaian dan penting di budayakan khususnya dalam menjaga semangat ke-Indonesia-an. Sikap kedermawanan hati semacam ini layak di edukasikan ke segenap lapisan masayarakat Indonesia, sebab aksi-aksi semacam ini yang akan senantiasa memelihara semangat ke-kita-an dan memantik selalu bijak dikeberagaman.    


berita terkait : klik disini

   

   

Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved