KETIKA KONTRIBUSI “INDUSTRI OLAHAN” DI BANYUMAS KIAN MENGUAT

Rabu, 26 September 20180 komentar


KETIKA KONTRIBUSI “INDUSTRI OLAHAN” DI BANYUMAS KIAN MENGUAT

Purwokerto, Kamis, 27 Sept 2018. Hari ini, Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia menggelar kegaiata EKPD (Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah) 2018 di Kab Banyumas. Tahap EKPD ini meliputi evaluasi capaian, relevansi, efisiensi dan efektivitas RKP 2017 di Daerah.

Disamping Bappeda Banyumas yang bertindak sebagai tuan rumah, juga di hadiri Bappeda Propinsi Jawa tengah, Dinas Tenaga Kerja, Koperasi & UMKM Kab. Banyumas, BPMPD Kab. Banyumas, PTSP Kab. Banyumas dan tidak ketinggalan Kadin Banyumas. 

Dari rapat ini diperoleh informasi bahwa pada awalnya kontribusi terbesar pertumbuhan ekonomi Banyumas dari sektor pertanian, namun saat in mulai bergeser ke sektor industri olahan.Hal ini didukung  data 2016 dimana  menunjukkan kontribusi sektor ini menembus angka 22,4%. Kerajinan textil khususnya batik, industri pengolahan makanan, pengolahan hasil hutan, serabut kalapa, handycraft dan lain sebagainya merupakan bagian dari Industri pengolahan. Hal yang semakin menggembirakan atas hal ini adalah  mayoritas pelaku di bidang Industri olahan berasal dari kalangan IKM (Industri Kecil dan Menengah).  

Gula kelapa juga menjadi perhatian menarik mengingat sata statistik bawa Kab, Banyumas adalah pemasok gula kelapa terbesar di Indonesia. Kebanggan ini terus dirawat dengan melakukan serangkaian perbaikan dari berbagai sisi. Untuk itu,  OPD Terkait terus melakukan komunikasi dengan NGO, Universitas dan juga para pelaku langsung guna memberikan solusi atas persoalan yang ada dan sekaligus menjajagi inovasi-inovasi yang menghasilkan nilai tambah baru. 

Disisi lain, sektor Pendidikan juga tidak kalah menariknya mengingat  di Wilayah Kab. Banyumas terdapat kampus-kampus seperti Unsoed, Ump, IAIN, Stikes, Amikom, Unwiku, Akper dan lain sebagainya yang junlahnya lebih kurang 35.000-an. 

Dalam penjelasannya, Ketua Bappeda Banyumas menjelaskan bahwa saat ini pembangunan Kab. Banyumas terus berproses menuju yang lebih baik. Rencana besar peng-operasionalan bandara udara di Purbalingga akan dimanfaatkan secara cerdas oleh Kab, Banyumas agar mendatangkan daya akselerasi bagi pembangunan di Banyumas. Berkaitan dengan hal itu, akan dilakukan  upaya-upaya konstruktif agar  pengunjung bandara datang ke Banyumas. Sejalan dengan harapan itu,  akan dibuat  gerbang masuk Banyumas yang ikonik dan fenomenal serta dikengkapi lampu terang dan jalan yang nyaman.

Disamping bandara, rencana pembangun Tol dari Pejagan-wangon harus dimaksimalkan sehingga bisa meningkatkan iklim ekomomi dan kesejahteraan masyarakat. Hal lainnya yang menjadi daya ungkit adalah adanya kawasan industri yang menjadi pusat aktivitas industri-industri di Banyumas.

Sejalan dengan itu, kemitraan pemerintah daerah dengan pemerintah Propinsi, Bappenas, NGO dan Kampus terus ditingkatkan agar pembangunan lebih berkualitas dan berdampak nyata bagi peningkatan semua sektor. Kepala Bappedalitbang Kab Banyumas juga menyampaikan beberapa terobosan yang akan dilakukan,antara lain” (i) Pengembangan industri pariwisata yang aman dan ramah dengan mengedepankan karakteristik dan budaya; (ii) ekspor produk melalui  pemasaran online; (iii) menjual event-event besar dan; (iv) menghidupkan kembali gedung suteja/kesenian; (v) merubah konsep andeng pangrengan; (vi) membangun mall pelayanan publik; (vii) membangun satgas reaksi cepat yang berkolaborasi dengan swasta

Di Penghujung, Pak Eko selaku Kepala Bappedalitbang Pemda Banyumas berharap  sinergitas peran dengan pemrov dan pusat terus dikembangkan sehingga meng-akselerasi tumbuhkembang pembangunan di wilayah Kabupaten Banyumas, termasuk pembangunan ekonomi. 

Usai FGD, Tim Bappenas selanjutnya terjun ke lapangan untuk melihat dan menilai kondisi relaitas lapangan, khususnya di bidang industri yang dikelola oleh IKM.  

Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved