CATATAN 01 DARI PERJALANAN LUAR KOTA KADIN BANYUMAS KE SOLO

Selasa, 30 Januari 20180 komentar


ROMBONGAN KADIN BANYUMAS HADIR di GO “SGS”
& MENGHADIRI PELANTIKAN PENGURUS KADIN SUKOHARJO
(Catatan 01 dari 02) 


Purwokerto, 27 Januari 2018. Kali inirombongan Kadin Banyumas yang terdiri dari Bung Anto Djamil, Bung M.Arsad D, Bung Dimas Goestaman dan Bung Iwan beranjak dinas kuar kota sekitar pukul 14.00 Wib menggunakan kendaraan sendiri. Rombongan Kadin Banyumas di pimpin langsung Sang Ketua, Anto Djamil. Bung Anto Djamil sengaja tidak membawa supir sehingga “pola estafet” pun menjadi pilihan. Hal ini sesunggguhnya bukan tanpa maksud. “Ini moment  untuk meng-akrabkan sesama pengurus Kadin Banyumas yang kebetulan baru di lantik sekita 3 (tiga) minggu lalu”, tegas beliau.  “Kita butuh lebih banyak kebersamaan semacam ini sehingga bisa lebih memahami satu sama lain dan memepermudah dalam melakukan penyesuaian-penyesuaian yang akan berpengaruh signifikan terhadap iklim internal organisasi”, demikian beliau tambahkan.  


Sesuai dengan rencana awal, perjalanan dinas ini dimaksudkan memenuhi undangan Kadin Jateng untuk 2 (dua) agenda, yaitu; (i) menyaksikan Grand Opening SGS (Solo Geat Sale) dan ; (ii) menghadiri acara sakral Pengu kuhan dan Pelantikan Pengurus Kadin Sukoharjo.   

Perjalanan dinas kali ini berjalan demikian seru sebab memerlukan 7 (tujuh jam)  perjalanan atau bahkan lebih mengingat weekend.  Saling melempar joke menjadi bagian dari upaya memerangi kejenuhan.  Testimoni kejayaan masa lalu sebagai lelaki pun tak lepas mewarnai perjalanan kali ini yang disertai gelak tawa. Membahas tentang perkembangan ekonomi dan bisnis juga tidak ketinggalan walau porsinya hanya 5% dan sisanya bertukar kisah seputar dinamika interakasi antar pelaku usaha di lingkungan Banyumas.  Ternyata cara-cara ini terbukti efektif mendapati satu kota  ke kota berikutnya tanpa rasa jenuh. Mampir makan menjadi agenda pavorite khususnya bagi Sang Ketua yang memiliki hooby kuliner , walau ketiga anggota rombongan lainnya  juga memiliki hobby yang tidak berbeda.

Perjalanan baru 2 jam dan  istrahat makan satu jam”, bukan lah pola perjalanan menarik bagi seorang supir travel tentunya. Mobil pun berbelok dan memarkir di sebuah rumah makan di Kebumen yang memiliki menu sop yang sanat terkenal enaknya. Usai melahap sop dan sekaligus menunaikan sholat ashar, perjalnanpun dilanjutkan. Baru saja 1 (satu) jam, rombongan kembali berhenti. “ azan maghrib yang berkumandang” menjadi alasan keren untuk pemberhentian kali ini. Namun lucunya,  sholat berjama’ah hanya butuh 15 menit tetapi ngopinya sampai 45 menit. Lagi-lagi, ini perjalanan yang tidak menarik bagi profesi seorang supir penumpang pada umumnya. Tapi hal ini menjadi sah-sah saja sebab Bung Iwan yang memerankan supir adalah seorang pengusaha yang biasanya disupirin.  

“Bang..aku ngantuk banget, gantian nyetirnya dong,,!!!”, ungkap Om Iwan yang sudah ikhlas memerankan supir sejak dari purwokerto. “Oke...!!!”, sambut bang arsad yang seketika terbangun atas permintaan mas iwan. Om Dimas yang duduk di sebelah sopir juga terlihat lelap dalam tidurnya. Sambil menyesuaikan diri, Bung Arsad mencoba membuka google map untuk mengunci target. Namun, saat mencoba menanyakannya ke Om Dimas hanya dijawab, “lurus aja bang...!!!!!!”. Sambil mencoba mencari tulisan, Bung Arsad pun baru nyadar kalau kendaraan sudah mulai memasuki area solo. 

Setelah menyesuiakan tempat duduk, perjalanan pun dilanjutkan. Baru saja 5 (lima) menit, Om Dimas mendadak bilang sedang “kebelet dan meminta tolong menyeberangkan mobil ke hotel untuk numpang  pipis. Tapi, dari dalam mobil terlihat kalau Bung Dimas tidak langsung menuju toilet, tetapi malah ngobrol agak lama dengan recepcionist hotel .  Setelah mendapati Bung Iwan tertawa cekikan di jok belakang,  barulah Bung Arsad dan Bung Anto Djamil nyadar ternyata sudah sampai di hotel tempat menginap. Tidak ada pilihan lain kecuali ikut men-tertawakan kebodohan sendiri  sambil menurunkan barang-barang bawaan. Kali ini, skenario Bung DImas dan Bung Iwan sukses mengelabui Sang Ketum dan Sang Sekjen Kadin Banyumas. 

kring....kring....telepon kamar 619 tiba-tiba berbunyi, ternyata Bung Dimas diterpa rasa lapar yang amat sangat sehingga menggoda sang ketua untuk mencari makan. Tadinya semua mengira ada penjual makanan khas solo di sekitar hotel sehingga tidak membawa kendaraan. Ternyata dugaan salah setelah tak menemukan penjaja  makanan sesudha berjalan sekitar 350 meter. Go car pun menjadi pilihan terbaik untuk men-sukseskan agenda kuliner malam ini yang bertemakan menu nasi liwet. 



bersambung ke tulisan 02 yang akan segera terbit



Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved