RASA MALU SAAT PIPIS DI KAMAR MANDI MESJID

Kamis, 17 Agustus 20170 komentar

Sebelum memasuki ruang dimana Jum’atan digelar, aku terlebih dahulu ke kamar mandi (KM) mesjid untuk pipis dan kemudian ambil wudhu’. Terlihat ada 1 (satu) orang antri di depan pintu 2 (dua) KM sebuah mesjid terkenal yang berlokasi di samping pom bensin Sokaraja ini, aku pun kemudian berinisiatif antri disebelahnya. 

Tak lama berselang, pengguna KM sebelahku keluar sehingga yang antri pun langsung masuk. Hanya beberapa detik kemudian, datang satu orang lagi antri dan mengambil posisi di depan pintu kamar mandi yang baru saja dimasukin orang sebelahku tadi. Sementara itu, aku tetep berdiri di tempat antri semula persis di depan pintu kamar mandi satunya.

Optimismeku terkoreksi, ternyata penguna kamar mandi yang ku tunggu tak kunjung keluar. Bahkan, penguna kamar mandi sebelah justru keluar lebih dahulu walau masuknya belakangan. Hmmm.. “inilah seni antri”, fikirku sambil terus berharap penghuni KM yang kutunggu juga segera keluar karena aku mulai tak kuat menahan pipis.

Tak di nyana, orang yang datang belakangan dan antri di depan KM sebelah mempersilahkanku masuk ke KM dimana dia antri berdiri. Spontan aku menolak  dan mempersilahkannya masuk. Sambil tersenyum walau menahan rasa ingin pipis, aku mengatakan, “silahkan bapak..itu rezeki bapak hanya sebentar menunggu..”. Namun, dia malah mendorongku masuk ke Kamar Mandi yang sudah kosong sambil mengatakan “ kan... bapak duluan yang datang”. Aku  pun masuk dengan perasaan senang yang dibarengi sedikit malu....malu?.

Aku teringat sekitar 4 (empat) Jumatan lalu ditempat serupa dan di waktu yang hampir bersamaan, yaitu menjelang Jum’atan dan untuk agenda serupa, pipis ke KM dan kemudian ambil wudhu’. Waktu itu, saat aku datang ada satu orang yang antri dan posisi kedua kamar mandi sedang terpakai.  Melihat antrian disebelahnya kosong, aku pun langsung berinisiatif berdiri di depan KM satunya. Tiba-tiba, pengguna KM yang aku tungguin lebih dulu keluar dari sebelahnya. Tanpa basa basi dan tanpa menoleh sebelahku yang sudah antri lebih dulu di KM sebelah, aku pun langsung masuk, pipis dan kemudian keluar dan ambil wudhu’. Bahkan, saat itu aku sempet tersenyum dan meng-claim dalam hati kalau keberuntungan sedang berpihak karena tidak perlu lama antri seperti orang yang di sebelah.

Dengan kejadian hari ini, aku pun merasa sangat malu pada diri sendiri atas ketidakpekaanku di 4 (empat) Jum’atan lalu. Aku pun merasa begitu egois sehingga abai dengan sebelahnya yang pasti juga mengalami hal serupa “ menahan pipis”. Dalam nalar normal, mungkin persoalan sepele ini selesai dengan men-simpulkan ini hanyalah tentang sebuah “keberuntungan”. Toh jumlah kamar mandi ada 2 (dua) dan seperti biasa masing-masing orang boleh antri di depan pintu yang memang sedang tidak ada yang mengantri. Namun, aku justru khawatir kalau ini tentang buruknya kualitas akhlakku yang terlalu mementingkan diri sendiri.

Akh...satu hal yang jelas, kebaikan orang tadi yang memberiku duluan masuk ke KM adalah sebuah tindakan mulia yang layak ditauladani. Siapapan jama’ah itu (karena tidak sempet berkenalan), terima kasih sudah mengingatkanku tentang sebuah kemuliaan sikap.

Andai ini cara Tuhan mengingatku tentang perlunya memperbaiki akhlak, semoga aku menjadi pribadi yang lebih baik dikemudian hari. Andai ini cara Tuhan memberi pesan tentang perlunya “bijak mengisi kemerdekaan”, semoga aku akan lebih mengerti bahwa kemerdekaan itu harus penuh dengan kebijaksanaan yang dimulai dari hal-hal sederhana. Aamiinn Ya Robbal ‘Alamin.



Purwokerto,, Jum’at 18 Agustus 2017

Jumat Penuh Hikmah dan Berkah
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved