CATATAN DARI SARASEHAN PERAYAAN HUT KOPERASI KE-70 PROP JAWA TENGAH

Jumat, 07 Juli 20170 komentar

CATATAN DARI SARASEHAN DI PERAYAAN HUT KOPERASI KE-70
PROP JAWA TENGAH


A. PROLOG
Panitia HUT Koperasi Ke-70 Tingkat Jawa Tengah memulai serangkaian agenda perayaannya pada tanggal 07 Juli 2017 dengan menggelar sarasehan perkoperasian di Wisma Perdamaian Lantai 02, Tugu Muda Semarang. Sarasehan ini berlangsung seharian sejak pagi dan dihadiri oleh Gerakan Koperasi Se-Jawa Tengah yang terhimpun dalam Dekopinda & dekopinwil, Dinas Koperasi Kabupaten/Kota di Lingkungan Jawa Tengah. Pemerhati koperasi, Insan Kampus dan lain sebagainya. Sarasehan ini dipandu oleh salah satu staff ahli Gubernur Jawa Tengah. 


B.  Pengantar Ibu Kepala Dinas Koperasi & UMKM Propinsi Jawa Tengah
Ibu Ema selaku Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah, dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal sebagai berikut :
1.      Setelah mencermati dan menganalisa resume dari pegelaran sarasehan yang digelar per karasidenan,  ada 4 (empat) hal yang menjadi isu bersama : (i) persoalan azas, nilai-nilai dan prinsip; (ii) regulasi. UUD 1945  dinilai kurang kuat memposisikan koperasi; (iii) Kelembagaan koperasi dan; (iv) Praktek Berkoperasi. Pada sarasehan tingkat Jawa Tengah kali ini, 4 (empat)
2.      isu ini dikaji secara bersama-sama dan dieksplore lebih mendalam mendalam.
3.      Resume-nya kemudian akan menjadi referensi dalam merumuskan “maklumat koperasi” yang akan dibacakan oleh Gubernur Jawa Tengah dalam puncak perayaan HUT Koperasi Jawa Tengah.
4.      Maklumat ini juga akan disuarakan oleh Jawa Tengah ke kongres koperasi

Beliau juga menyampaikan informasi bahwa berdasarkan satu penelitian kecil bahwa koperasi masih diharapkan oleh masyarakat. Hal ini menjadi inspirasi energi untuk lebih menumbuhkembangkan koperasi di lingkungan Jawa Tengah. Sementara itu, untuk kepentingan re-generasi, generasi muda juga akan menjadi sasaran pendidikan dan pembinaan koperasi. Disamping itu, sektor riil juga didorong agar terbangun akselerasi pertumbuhan dan perkembangan, seperti pangan, susu dan retail. 

B.  Pengantar dan Sambutan Staff Khusus Kemenkop, Bapak Teguh Budiana,
Koperasi adalah tema yang paling banyak diseminarkan. Hal ini menjadi bagian dari pendidikan. Sarasehan ini juga akan membuat suasana lebih baik. Gotong royong adalah tentang sikap mental yang didalamnya  terkandung solidaritas, toleransi, kesetiakawanan dan lain sebagainya. Tentang pentingnya “mental”, kemudian beliau mengutip satu pembicaraan sarat filosopis antara seorang guru dan murid yang sangat filosopis, sebagaimana disajikan berikut ini :

Sang murid    :apa syarat tegaknya negara yang kokoh
Sang Guru      :Ketahanan militer, ketahanan ekonomi, ketahanan mental.
Sang murid    :Kalau boleh satu direduksi, apakah yang bisa di reduksi?
Sang Guru      :Ketahanan militer
Sang murid    :Kalau boleh satu lagi direduksi, apakah yang bisa di reduksi?
Sang Guru      :Ketahanan Ekonomi. Dengan ketahanan mental, kamu bisa
 bangun militer dan juga ekonomi.

Dipenghujung, beliau menegaskan kembali bahwa “mental,menta;mental” perlu dibangun agar gotongroyong dalam koperasi bisa ditumbuhkembangkan. Disamping itu, beliau menandaskan bila koperasi ingin maju harus mampu mendatangkan manfaat yang nyata.


C.  Apresiasi dan Arahan Gubernur Jawa Tengah
Menjelang pukul 15.30 Wib, Bapak Ganjar selaku Gubernur Jawa Tengah nimbrung ke tengah-tengah segenap gerakan koperasi dan seluruh peserta sarasehan yang sedang asik berdiskusi dan meng-eksplorasi gagasan perbaikan praktek Ber-koperasi.

Kehadiran Bapak Ganjar Pranowo disambut dengan pembacaan maklumat gerakan koperasi oleh Ketua Dekopinwil Koperasi yang mewakili gerakan koperasi. Maklumat berisi 7 (tujuh) item dan merupakan hasil kesepakatan seluruh peserta sarasehan yang detail isinya Terlampir:

Usai mendengar pembacaan Maklumat, Bapak Ganjar memberikan arahan dalam sambutannya. “saya sangat setuju dan mendukung maklumat tersebut”, demikian apresiasi beliau  atas maklumat tersebut. Selanjutnya, Bapak Ganjar memberikan arahan sebagai berikut :
1.      Kegalauan” yang dirasakan oleh gerakan koperasi di Wilayah Propinsi Jawa Tengah saat ini merupakan pertanda baik dan juga harapan, karena kegalauan akan menjadi inspirasi untuk menemukan solusi terbaik untuk bisa bertahan, tumbuh dan berkembang.
2.      Koperasi harus dikelola dengan modern sehingga anggota dan juga konsumen tertarik dan loyal dengan layanan yang diselenggarakan koperasi.
3.      Koperasi harus dikelola secara profesional dan menyarankan agar orang-orang muda nan energik dijadikan sebagai pengurus. Bapak Gubernur meragukan efektifitas ketika para pensiunan ditempatkan sebagai pengurus karena sulit mengharapkan kontribusi maksimal karena energinya sudah terbatas. Koperasi harus melibatkan orang muda yang energik dan memiliki akses luas sehingga bisa mengakselerasi tumbuhkembangnya koperasi.    
4.      Koperasi harus peduli atas kualitas produk dan juga layanan sehingga menarik untuk dijadikan tempat transaksi kebutuhan anggota maupun masyarakat.
5.      Koperasi harus adaptasi dan melibatkan teknologi dalam pengelolaan bisnisnya. Jika tidak, maka akan ditinggalkan dan semakin jauh dari peluang berkembang. Hal ini tidak saja dalam hal produksi, tetapi juga dalam hal pemasaran dimana saat ini sistem online sudah begitu menggejala dan mendominasi di kekinian zaman. Koperasi harus meng-upgrade SDM nya dan juga metode pengelolaannya.
6.      Sebagai bagian dari edukasi dan membudayakan koperasi di kalangan generasi muda, beliau ber-ide untuk membuat koperasi sekolah SMA/SMK yang terintegritas diseluruh Jawa Tengah. Artinya, badan hukumnya cukup satu sehingga potensi ekonomi dan permodalannya menjadi besar. Bapak Gubernur menilai jumlah anggota koperasi perlu ditumbuhkan sehingga memiliki kemampuan melakukan banyak hal yang men-sejahterakan anggota. Hal ini terinspirasi dari kunjungan beliau ke finlandia dan singapura dimana koperasi dikedua negara tersebut begitu maju dan bahkan ikut mempengaruhi supply chance. Ini contoh yang keren dan Jawa Tengah harus mampu melahirkan koperasi yang keren.  

Dipenghujung kehadirannya, beliau menyatakan komitmennya mendukung koperasi dan siap ikut memperjuangkan hal-hal yang menghambat tumbuhkembangnya koperasi.Beliau siap mem-bridging persoalan yang tengah meresahkan koperasi kepada pihak-pihak terkait. Beliau akan menjajaki potensi-potensi yang mungkin didorong untuk tumbuhkembang.

Beliau juga menandaskan, perubahan revolusi pola fikir koperasi yang menjadi salah satu poin maklumat harus diiinisiasi oleh gerakan koperasi itu sendiri dan beliau berdiri di belakang untuk men-support dan mem-fasilitasi. Beliau juga berpesan, sarasehan ini tidak berhenti sampai disini, tetapi harus ada tindaklanjut sehingga melahirkan perubahan dan percepatan pertumbuhan dan perkembangan koperasi.





Lampiran

TEKAD GERAKAN KOPERASI SE JAWA TENGAH

Setelah diselenggarakan sarasehan Koperasi di  6 Eks Karesidenan dan tingkat Provinsi  Jawa Tengah yang diikuti oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Tengah,Dinas Kab/Kota yang membidangi Koperasi dan UMKM, Dekopinwil Jawa Tengah, Dekopinda Kab/Kota Se-Jateng, Gerakan Koperasi se-Jawa Tengah, Perguruan Tinggi, Pegiat Koperasi, LSM dan Jurnalis serta mendengar masukan-masukan dari Gubernur Jawa Tengah, Staff khusus Menteri Koperasi dan UKM RI, Walikota Pekalongan, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Tengah, Staff Khusus Gubernur Jawa Tengah, Ketua Dekopinwil Jawa Tengah, Drs. Priandono WA, M.Si. Bahwasannya kami peserta sarasehan mensepakati dan menyatakan :
Bahwa praktek Perkoperasian di Jawa Tengah sampai dengan saat ini belum mencerminkan asas, nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar berkoperasi, sehingga praktek berkoperasi semakin jauh dari kaidah-kaidah berkoperasi, maka dengan ini kami peserta sarasehan bertekad untuk :
1.      Melakukan revolusi pola pikir, penyelenggaran Koperasi sesuai dengan amanat Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, serta nilai-nilai Gotong Royong.
2.      Melaksanakan Sosialisasi dan Internalisasi asas, nilai-nilai, dan prinsip-prinsip berkoperasi melalui pendidikan formal, informal dan non formal kepada pelaku Koperasi, masyarakat pemuda dan pemimpin opini.
3.      Membudayakan pelaksanaan asas, nilai-nilai dan prinsip-prinsip dalam praktek kehidupan berkoperasi.
4.      Untuk mewujudkan point 1 s/d 3 tersebut diatas, maka diperlukan penyempurnaan / pemurnian Regulasi, Peraturan Perundang-Undangan, Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang yang dapat memberikan kemudahan, keberpihakan dan perlindungan sesuai dengan kaidah-kaidah pokok Perkoperasian, untuk menangkal penyalahgunaan kelembagaan dan usaha Koperasi dalam pelaksanaan praktek berkoperasi.
5.      Merevitasalisasi Gerakan Koperasi menuju Penguatan Kelembagaan yang meliputi : Visi misi, Kapasitas, Sumber Daya, Jaringan Kerjasama, Tatalaksana, Organisasi
6.      Dalam pengembangan usaha Koperasi diharapkan adanya kerjasama yang saling mensejahterakan dengan mengintegrasikan simpul-simpul produksi dari hulu sampai hilir .
7.      Dalam pengembangan Koperasi dituntut adanya pengelolaan  secara  kreatif dan inovatif serta didukung dengan Teknologi Informasi.
Demikian tekad Gerakan Koperasi se Jawa Tengah untuk dapat disepakati dan dilaksanakan.
     

A/N GERAKAN KOPERASI SE JAWA TENGAH
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved