DINKOP & IKM PURBALINGGA MENGKOORDINASIKAN KOPERASI BERPRESTASI

Jumat, 16 Juni 20170 komentar

DINKOP & UKM PURBALINGGA MENGKOORDINASIKAN KOPERASI BERPRESTASI


A. MEN-STIMULAN
Hari ini, Sabtu 17 Juni 2017, Dinas Koperasi dan UKM Kab. Purbalingga menggelar satu rapat koordinasi yang bertajuk, “ Rapat Koordinasi Koperasi Berprestasi Tahun 2017 se-Kab. Purbalingga” Rakor ini mengjhadirkan sekitar 100 (seratus) Koperasi di lingkungan Kabupaten PurbalinggaIbu



Dalam sambutannya, Ibu Sri selaku penanggungjawab penyelenggara kegiatan menyyampaikan bahwa agenda ini dimaksudkan untuk melakukan koordinasi dalam rangka penilaian koperasi berprestasi untuk tahun 2017 dan sekaligus me-motivasi koperasi untuk bisa tumbuh, kembang dan bersaing Sementara itu, Bapak Mugiyarto selaku Kabid Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Kab Purbalingga menyampaikan, “ini pelaksanaan yang kedua kali berkaitan dengan lomba koperasi berprestasi. Hal ini dijadikan agenda tahunan mengingat catatan menarik dimana dampak pegelaran lomba semacam in bisa meningkatnya volume penyampaian laporan koperasi ke dinas koperasi & UMKM. Disamping itu, hal ini menjadi dasar untuk melakukan evalusasi, memotivasi tumbuhkembang dan merancang kebijakan pemerintah yang berpihak pada akselerasi pertumbuhan. Rapat Koordinasi ini dimulai dengan agenda pencerahan dengan menghadirkan 2 (dua) narasumber dari Kopkun Institute (KI) yaitu, Sang Direktur KI, Mas Firdaus dan M.Arsad Dalimunte yang juga ketua Dekopinda Kabupaten Banyumas.
 
Membagi Kuisioner DLA (Development Ladder Assesment) adalah agenda pertama sebelum Sesi pencerahan ini diawali dengan mengisi kuisioner. Kuisisoner ini merupakan alat mengukur tangga pertumbuhan. Pelaksanaan DLA ini sebagai referensi dan  inspirasi dalam melihat masalah secara obyektif dan sekaligus merancang solusi secara komprehensif. 


B. MATERI
Berikut ini disajikan materi yang disampaikan oleh salah satu narasumber, Muhammad Arsad Dalimunte, dengan harapan bisa menambah pengetahuan atau menambah wawasan atau bahkan menginspirasi sesuatau.


ME-REPOSISI  PERSEPSI UNTUK MENG-AKSELERASI PERTUMBUHAN MANFAAT


A. PENGANTAR
Nalar konsepi membenarkan koperasi berpotensi tumbuhkembang sebagaimana cita-cita besarnya
sebagai sokoguru ekonomi. Kalau kemudian realitas mayoritas belum mencapai titik idealnya, hal ini menandakan adanya sesuatu yang kurang pas dan memerlukan perubahan cara.

Pencarian metode perlu terus dilakukan sehingga menemukan efektifitasnya dan mampu membawa koperasi menjadi satu lembaga ekonomi yang dicintai anggotanya karena berkemampuan melahirkan kemanfaatan yang terus tumbuh. Hal ini bisa dilakukan dengan me-referensi pada best practise atau berbasis pada ide-ide genuine berbasis jati diri koperasi .

Dalam bahasa semangat, tidak ada yang tidak mungkin sepanjang kemauan ada dan terjaga. Keberhasilan hanya bagi mereka yang tidak pernah berhenti berusaha dan tidak mengenal kata menyerah.Untuk itu, pejuang koperasi tidak boleh men-sudahkan perjuangan sebab itu bermakna muasal stagnan atau bahkan kematian.

Sementara itu, dari sudut pandang peluang, koperasi sangat mungkin untuk terus tumbuh dan kembang, sepanjang dikelola dengan cara yang tepat serta didukung partisipasi aktif anggota yang  terus tumbuh. Untuk itu, koperasi sebagai organisasi dan juga perusahaan tidak boleh berjarak dengan keseharian anggotanya. Bila itu terjadi, maka keberadaan perusahaan koperasi akan kehilangan rooh-nya sebagai media peningkatan kesejahteraan anggotanya dalam arti luas.

Untuk mendukung hal tersebut, maka aktivitas yang dijalankan koperasi harus me-refresentasikan kebutuhan mayoritas anggota. Dengan demikian, akan mewujud relevansi yang kuat antara apa yang dikerjakan koperasi dengan kepentingan individu yang tergabung  dalam koperasi. Pada kondisi yang demikian, maka anggota pun akan merasa diperhatikan koperasi dan koperasi pun secara alamiah akan tumbuhkembang sejalan dengan tumbuhkembangnya partisipasi anggota

Ssebagai sebuah pengingat, koperasi adalah organisasi dan juga perusahaan yang mengusung kerjasama dan gotong royong. Artinya, optimalisasi peran dari setiap unsur menjadi pra-sarat untuk bisa  memproduksi kemanfaatan. Oleh karena itu,  setiap unsur organisasi (baca: pengurus, pengawas dan anggota) harus bergerak bersama sesuai dengan perannya. Jika tidak, maka mereka yang memilih diam akan menjadi beban bagi mereka yang bergerak. Pada titik ini, konsistensi partisipasi dan kesetiakawanan menjadi begitu berpengaruh. Nalar ini pula yang kemudian menjadi alasan pembenar mendefenisikan koperasi sebagai organisasi pemberdayaan. Hal ini juga sebagai referensi untuk berkesimpulan bahwa koperasi bukanlah lembaga investasi yang  cukup menitipkan sejumlah uang dan kemudian menunggu SHU (sisa hasil usaha) di akhir tahun. 


B. KUMPULAN ORANG YANG MENCERDASKAN
Ruang juang koperasi adalah  memenuhi aspirasi dan kebutuhan ekonomi, sosial dan budaya anggota. Artinya, pencerdasan anggota di ruang ekososbud menjadi pemantik tumbuhnya kesejahteraan baik melalui aksi-aksi kolektif yang diselenggarakan koperasi maupun aksi-aksi individu yang dilakukan anggota pasca mendapat intervensi eduakatif dari koperasi.

Diwilayah ekonomi, anggota akan menjadi lebih bijak dalam menggunakan pendapatanya dan lebih cerdas dalam meningkatkan pendapatannya. Dalam bidang sosial, akan terbangun kualitas interaksi yang lebih berkualitas sehingga mendorong terbentuknya iklim sosial yang lebih menentramkan sebab didalamnya terbangun kepedulian satu sama lain, saling menyemangati, saling support lewat semangat kegotongroyongan yang terus tumbuh dan lain sebagainya. Sementara itu di wilayah budaya (baca: perilaku) akan terbangun kebiasaan-kebiasaan produktif dan menggerus perilaku hidup yang tidak sehat sehingga lebih memungkinkan terwujudnya kesejahteraan dan kehidupan yang berkualitas.

Untuk mencapai itu, aktivitas2 koperasi hendak-lah lekat dengan spirit edukatif dan mendorong anggota untuk memperkaya referensi dalam mewujudkan kesejahteraan. Dengan demikian, kesejahteraan yang bisa dirasakan anggota tidak saja semata2 mengandalkan dari SHU yang berasal dari usaha produktif yang diselenggarakan oleh koperasi, tetapi juga oleh didirnya sendiri melalui aksi-aksi individu nan visoner.    


D. MEMAKNA PERUSAHAAN KOPERASI
Secara defenisi, perusahaan dalam koperasi adalah media untuk mencapai tujuan dengan 2 (dua) ciri khas yang melekat, yaitu : dimiliki bersama & dikendalikan secara demokratis.

Sebagai media atau alat, maka apa-apa yang dikerjakan perusahaan koperasi harus me-refresentasikan kebutuhan mayoritas anggota. Dengan demikian, anggota pun memiliki garis kepentingan yang tegas dengan keseharian perusahaan koperasi. Kalaupun kemudian perusahaan koperasi menggeluti satu aktivitas yang tidak memiliki hubungan langsung dengan kebutuhan anggota, maka keberadaannya bersifat supporting saja. Hal ini perlu menjadi perhatian agar keseharian perusahaan koperasi tidak berjarak dengan keseharian aktivitas anggota koperasi. Tegasnya, setiap kelahiran unit layanan koperasi harus memiliki alasan kuat dan dipersepsikan serupa oleh setiap anggota. Sebab, samanya persepsi adalah awal keterbentukan daya dukung berkelanjutan. 


E. RASIONALITAS PENGELOLAAN  SEGABAI PENDAMPING LOYALITAS  
ANGGOTA
Kalau loyalitas anggota adalah modal sosial koperasi dalam memproduksi manfaat, maka rasionalitas pengelolaan koperasi adalah sisi sebelahnya  yang menjadi satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan. Keduanya saling mendukung dan harus sejalan. Untuk itu, disatu sisi koperasi harus membangun loyalitas anggotanya melalui pendidikan dengan metoda yang dinamis dan variatif, disis lain juga harus membangun rasionalitas pengelolaan perusahaannya.

Rasionalitas yang dimaksud adalah hadirnya  faktor2 penentu dalam koperasi untuk bisa tumbuhkembang, yang antara lain dijelaskan berikut ini:
1.      Fokus dan kapasitas. Terlalu sulit berharap hasil maksimal dari sesuatu yang diurus samben (sambilan),  sebab dipastikan sulit mendapati fokus yang penuh sehingga menjadi mustahil untuk mendpat hasil optimal. Disamping itu, kapasitas orang-orang yang terlibat dalam pengelolaan sangat penting sehingga rasional berharap hadirnya keberhasilan. Oleh karena itu, kedua hal ini perlu diseriusi ketikan tumbuhkembang menjadi harapan segenap unsur organisasi koperasi.  
2.      Skala anggota. Pada koperasi2 berbasis konsumsi, skala anggota menentukan peluang kesuksesan sebab semakin banyak jumlah anggota akan semakin luas captive marketnya. Namun, skala anggota bisa jadi  tidak relevan pada koperasi-koperasi jenis tertentu.
3.      Skala ekonomis perusahaan. Perusahaan mengenal istilah fix cost dan variable cost yang menjadi beban tetap ketika perusahaan mulai beroperasi. Untuk itu, skala perusahaan koperasi perlu ekonomis sehingga produktivitas memungkinan untuk diraih.
4.      Strategi pengelolaan berbasis jatidiri  Perusahaan koperasi harus dikelola berbasis jati diri koperasi sehingga mewujud dengan ciri khasnya. Komitmen ini perlu agar koperasi tidak terjebak pada semangat korporasi dan abai dengan kepentingan anggotanya.
5.      Adaptasi pada perubahan. Perubahan adalah sesuatu yang pasti sehingga dituntut pensikapan bijak atas setiap perubahan. Pada titik ini, koperasi harus peka atas setiap perubahan sehingga tidak tergilas dan lenyap oleh kamajuan zaman.
6.      Dsb.


F. PENGHUJUNG
Koperasi akan tumbuhkembang bila terbangun kapasitas & loyalitas anggota. Untuk itu, koperasi harus memiliki perencanaan konstruktif dan terukur, baik pembangunan  organisasi maupun perusahaan. Ini menjadi sebuah keharusan bila menginginkan tidak terjadi stagnan atau bahkan kemunduran. Koperasi harus menyadari bahwa berbenah adalah sebuah kebutuhan agar didapati iklim kondusif untuk menjadi lebih baik dan berpengharapan.

Berkaitan dengan hal tersebut, maka segenap unsur organisasi perlu duduk bersama menilik capaian, mengembangkan cita-cita dan membangun komitmen optimalisasi peran segenap unsur organisasi. Pada setiap orang yang terlibat harus terbangun kemauan kuat dan konsistensi partisipasi    sehingga koperasi dan juga anggota akan tumbuh secara bertahap dan berkesinambungan.


Satu hal yang perlu menjadi catatan membanggakan adalah  kondisi koperasi hari ini merupakan  capaian dari sebuah perjalanan panjang nan berliku. Artinya “koperasi memilki  capaian yang menandaskan  kemampuan berkarya sebesar atau sekecil apapun itu”. Jadikan hal ini sebagai inspirasi untuk melipatgandakan energi untuk melakukan lompatan-lompatan demi keterbangunan manfaat yang lebih luas dan lebih men-sejahterakan. Semoga..!!!!!!!!!    
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved