PERSIBAS MENYONGSONG DIVISI UTAMA

Senin, 01 Agustus 20160 komentar

PERSIBAS MENYONGSONG DIVISI UTAMA


Pasca kekalahan terakhir saat melakoni maen tandang ke Pekalongan sabtu 30 Juli 2016 kemarin, secara matematis hampir bisa dipastikan Persibas Banyumas tidak akan masuk ke babak selanjutnya di turnamen ISC B. Andaipun pada 4 (empat) pertandingan terakhir berikutnya Persibas membukukan kemenangan, akumulasi poin  yang akan diraih tidak memungkinkan bisa bertengger di posisi puncak atau posisi 2 (dua) sekalipun. Otomatis yang menjadi concern utama Persibas saat ini di turnamen ISC adalah bagaimana keluar dari posisi juru kunci.

Kabar gembiranya adalah kekalahan terakhir lebih tepat dikatakan persoalan ketidak-beruntungan saja. Permainan anak-anak Persibas yang seolah-olah sedang bermain di kandang sendiri menjadi catatan tersendiri. “Debut Coach Gatot meng-isyaratkan terbangunnya suasana baru yang terlihat dari semangat anak-anak dan juga cara bermain”, ungkap Om Dimas selaku manager. 

Terlepas dari capaian yang tergolong kurang menggembirakan, sebagai pendatang baru di kasta setingkat Divisi Utama, keikutsertaan pada ISC-B ini efektif sebagai warming up  dan memberikan gambaran dan pengalaman tentang sepak bola profesional serta menghasilkan potret persaingan dan peta kekuatan sebagian klub-klub sepak bola yang akan bertanding di kompetisi resmi nanti. Berbekal oleh-oleh
itu, diperoleh panduan tim seperti apa yang harus diterjunkan bila kompetisi resmi yang menggunakan sistem degradasi dan promosi benar-benar dijalankan PSSI pasca KLB nanti. Kepesertaan di ISC-B juga telah menyisakan banyak pelajaran dan sekaligus membangun kesadaran bahwa berkiprah di level Divisi Utama sangat jauh berbeda ketika masih di level Linus (liga nusantara). Artinya, Peribas selaku sebuah tim sepak bola masih memiliki PR (baca; pekerjaan rumah) yang masih banyak.    

Secara prestasi, target paling rasional bagi Persibas di tahun pertama adalah bertahan di divisi utama. Alasannya sederhana saja, Persibas masih harus melakukan pembenahan dari banyak sisi, mulai dari sikap, mental, skill dan kolektivitas pemain sampai dengan penataan manajemen, membangun sumber-sumber keuangan tim,  membangun sinergotas produkfif dengan grup supporter dan membentuk hubungan strategis dengan stake holder lainnya yang memiliki kepedulian dan ketertarikan terhadap eksistensi Persibas.     

Catatan Penting Untuk Langkah Persibas Banyumas di Berikutnya
Walau belum beruntung, bermain menyerang dan unggul dalam penguasaan bola saat bertanding di kandang lawan adalah sebuah keberanian luar biasa. Itulah yang ditunjukkan anak-anak Persibas saat melawat ke kandang Persip Pekalongan sabtu lalu. Cara bermain ini cukup mengagetkan dan sangat merepotkan tim tuan rumah serta juga mendapat apresiasi dari para supporter fanatik Persibas yang sengaja datang menunjukkan kesetiaannya. Yang perlu menjadi catatan adalah pertandingan melawan Persip kemarin merupakan debut Coach Gatot. Dalam waktu singkat, walau belum sempurna, Coach berpengalaman ini sudah bisa merubah gaya permainan Persibas Banyumas. “Mindset lama anak-anak masih terlihat  dari cara mereka bermain dan ini menjadi PR yang harus diselesaikan”, ungkap Coach Gatot sesaat usai pertandingan. Dengan jiwa besar beliau menyampaikan permohonan maaf atas hasil akhir yang tentu mengecewakan manajemen, pengurus, supporter dan pencinta Persibas. “Kebesaran jiwa semacam ini menjadi catatan khusus manajemen di samping karakter edukatif yang menonjol dari beliau”, ungkap Arsad selaku CEO Persibas Banyumas. 

Memang terlalu cepat berkesimpulan atas kinerja Coach Gatot, sebab ini masih pertandingan perdananya bersama Persibas Banyumas. Namun, apa yang diperlihatkan anak-anak saat menghadapi Persip Pekalongan meng-isyaratkan angin segar bagi prestasi Persibas ke depan”, ungkap Mas Danan selaku Wakil Ketua Pengurus Persibas Banyumas.

“semua lini sudah terlihat bagus tapi permasalahannya di lini depan yang masih tumpul sehingga  banyak peluang seharus nya menjadi goal terbuang.  Persibas juga butuh di pengenalkan ke masyarakat Banyumas  agar berbondong-bondong menyaksikan setiap pertandingan Persibas di stadion gelora satria purwokerto, saran Hilmar seorang fans fanatik Persibas lewat BBM

Ngobrol singkat usai pertandingan kemarin terjelaskan beberapa PR yang masih ada di benak Coach Gatot, antara lain :

1.      Pengalaman dan mental. Sebagian besar anak-anak masih bermain dengan sikap dan mental se-level linus (liga nusantara). Bila ini tidk dibenahi akan menjadi blunder saat terjun di kompetisi resmi divisi utama.
2.      Ketenangan dalam finishing touch. Hal ini terlihat terbuangnya banyak peluang gol dengan sia-sia.
3.      Sebagian masih asik bermain dengan caranya sendiri dan memaksakan untuk bisa melewati beberapa lawan disaat bola sebenarnya bisa di over ke pemain lainnya.
4.      Kelengkapan pemain. Persibas perlu  satu gelandang pengatur ritme permainan dan satu penyerang berengalaman.
5.      Perlunya penerapan strategi berlapis dimana ada pemerataan kesempatan bermain bagi pemain lapis dua. Sebab, kualitas pemain langganan starting eleven dengan pemain lapis dua sangat jomblang sehingga sangat beresiko bila terjadi badai cedera dan juga sulit melakukan rotasi.
6.      Perlu dorongan dan upaya konstruktif agar kapasitas pemain lokal terdongkrak dan layak menjadi langganan starting eleven. Hal ini berkaitan dengan pembinaan yang memerlukan waktu dan konsep yang terintegrasi. Disisi lain, hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kecintaan, daya dukung dan partisipasi masyarakat Banyumas terhadap Persibas.    


Masih ada 4 (empat) sisa laga Persibas Banyumas di turnamen ISC ini. Disamping berjuang keras keluar dari posisi kunci, 4 (empat) laga terakhir ini dimanfaatkan untuk mematangkan tim dan sekaligus menyusun kerangka awal tim dan meng-invetarisir kekurangan pemain. Semoga 2 (dua) Target  utama ini bisa terselesaikan dibawah kendali Coach Gatot. Amin.   
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved