Sisi Lain Perasaan Seorang Ayah..............

Minggu, 28 Juni 20150 komentar




Awalnya aku memprediksi tak mungkin bisa menyaksikan anak pertamaku  mengikuti prosesi wisudanya. Jadual RAT Kopindo (Rapat Anggota Tahunan Koperasi Pemuda Indonesia) menunjukkan tanggal 25 sd 27 Juni 2015. Sementara jadual wisuda anakku tertanggal 27 Juni 2015 jam 14.30 wib.  Sempat kumohonkan maaf atas tabrakan jadual ini lewat HP mu. Kuyakinkan padamu agar menjadi lelaki kuat walau hanya didampingi oleh mama dan adik-adikmu saja. Ku tegaskan padamu untuk tak bersedih karena ketidahadiranku untuk satu agenda besar tentang kepemudaan koperasi di negeri tercinta ini. Aku ingin kamu bangga
atas apa yang ku lakukan sebagai seorang ayah dan berharap kamu pun terinspirasi atas hal itu. Aku ingin kamu bangga ditengah prosesi wisudamu tanpa hadirku. Sejujurnya malam itu, aku sempat meneteskan air mata, sebab ini untuk kedua kalinya tak mendampingimu di moment-moment yang sangat bersejarah bagimu. Pertama kali  terjadi sekitar 3 (tiga) tahun lalu  saat engkau sunatan dan disaat bersamaan aku pun harus mengikuti RAT Kopindo pula di Jakarta. Saat itu, hatiku terjebak dalam kesedihan mendalam dan larut dalam  dilema diantara rasa sayang  dan cinta seorang ayah dan disisi lain tentang
tanggungjawab seorang aktivis. Namun, saat itu engkau masih terlalu kecil untuk ku ajak bicara dan untungnya mamamu menguatkan aku untuk tetap fokus pada perjuangan.

Alhamdulillah, laporan pertanggungjawaban berakhir 26 Juni 2015 menjelang dini hari dan keesokan harinya tinggal agenda field trip  ke beberapa koperasi sukses di lingkungan Propinsi Jawa Barat dan obyek menarik lainnya di sekitar kota Bandung, Ku coba berkomunikasi dengan panitia untuk memohon izin pulang lebih dulu dengan harapan siang menjelang sore sudah sampai di kota mendoan Purwokerto. Alhamdulillah,
setelah panitia berjuang di stasiun kereta, mereka mendapatkan tiket untuk kepulanganku di jam 08.30 Wib dan diperkirakan tiba di stasiun kroya sekitar Jam 13.30 Wib. Terima kasih ya Allah atas nikmat dan kesempatan yang Engkau berikan untuk memerankan ayah yang baik bagi anak pertamaku. Tak bisa kutahan bulir ar mata bahagia yang jatuh. Kubayangkan wajah binar anakku mendapatiku hadir di wisudanya.

Sesampai di Stasiun kroya, sahabatku sudah standby membawaku dan 3 (tiga) anak muda pejuang Kopkun menuju Purwokerto
yang ditaksir sekitar 45 menit perjalanan. Sesampai di rumah, aku langsung mandi, berganti pakaian yang sudah disiapkan dan bergegas menuju tempat acara dimana anakku sudah berangkat duluan bersama adik dan mamanya. Setelah memparkirkan kendaraan, aku langsung bergerak setengah berlari menuju gedung tempat dimana anakku akan berdiri gagah sebagai lelaki lulusan SD (Sekolah Dasar) di tengah barisan wisudawan/ti lainnya. Subhanallah, aku tiba di ruangan tepat saat istriku tercinta sedang memberi sambutan mewakili orang tua yang putera/i nya di wisuda hari ini. Ada rasa senang dan bahagia tak terlukiskan saat
menyaksikan istriku berbicara di depan. Sebuah kebahagiaan awal yang kudapati saat mendudukan diri di barisan bangku  para orang tua/wali murid. Aku lupa lelah perjalanan kereta Bandung-Kroya dan juga lupa kurang tidur  beberapa hari saat di Bandung.

Ada perasaan dag dig dug kala mulai memasuki  agenda pemanggilan satu per satu peserta untuk di wisuda Sang Kepala Sekolah SD Al-Irsyad Al-Islamiyah Purwokerto 02. Rasa haru pun menyelimuti  saat anakku dipanggil dengan nama lengkap Muhammad Daffa’ Alfath Dalimunte
bin Muhammad Arsad Dalimunte. Aku menyaksikan anakku melangkah gagah naik ke panggung. Aku meneteskan air mata saat ku lihat dia berpakaian lengkap seragam wisuda bersalaman dengan kepala sekolah dengan senyuman khasnya yang aku suka. Subhanallah..terima kasih ya Allah atas nikmat yang engkau berikan atas perasaan yang sangat indah ini. Ku ikuti setiap langkahnya saat menuruni panggung sambil menenteng ijazah. Ku usap air mataku saat dia sudah memasuki kembali barisan  wisudawan/ti.

Serasa begitu bahagia atas kesempatan yang
diberikan Allah SWT untuk bisa  menyaksikan anak pertamaku di wiusda. Terkenang kembali segala jerih payah melakukan segala daya upaya demi pendidikan terbaik baginya. Teringat kembali bagaimana perjuangan panjang mamanya yang tidak kenal lelah untuk mengawal proses pendidikannya. Teringat kembali bagaimana setiap pagi bersama mamanya mengantarkan ke sekolah dan kemudian mamanya menjemput di sore harinya.

Rasa syukur atas kebaikan Allah SWT inipun beriring dengan do’a, semoga kelulusan ini akan membuatnya lebih dekat dengan Allah SWT dan kian rajin dalam menuntut ilmu serta terbentuk menjadi pribadi yang soleh. Sebab, anak soleh/solehah yang selalu mendoakan orang tua merupakan salah satu dari tiga hal yang bisa menolong kala kesempatan hidup di dunia ini dicukupkan oleh Sang Khalik.

Terima kasih anakku atas apa yang engkau raih hari ini. Terima kasih sudah menjadi contoh baik untuk 2 (dua) adikmu. Terima kasih telah menjaga mama dan adik-adikmu saat aku di luar berjuang membentuk rekam jejak yang layak engkau jadikan sumber inspirasi energi untuk tidak pernah berhenti berjuang. Aku ingin engkau bangga memiliki ayah sepertiku dan atas itu pula aku pun tidak pernah berhenti berbuat yang terbaik bagimu. Sedaya upaya aku terus membangun rekam jejak yang akan membawamu kelak mengerti bagaimana seharusnya seorang pria memerankan diri sebagai lelaki.

Selamat atas segenap capaianmu dan sukses untuk wisudamu hari ini. Engkau telah membuat aku dan  mamamu menangis bahagia. Sungguh engkau dan adik-adikmu  selalu menjadi sumber energi untuk tidak pernah berhenti berjuang dan mencoba memberi sedikit warna pada kehidupan lewat pemikiran sederhana yang dititipkan Tuhan. Atas nama cinta seorang ayah aku berpesan, “jadikanlah kelulusan ini sebagai bekalmu untuk melanjutkan ke jenjang berikutya. Semoga kamu tumbuh menjadi anak yang soleh dan menjadi sinar bagi keluarga kecil kita dan juga bagi dunia dimana kamu akan mewarnainya dengan caramu sendiri”. I love u my son...terima kasih Tuhan atas rasa bahagia ini dan teruslah bimbing anak-anak ku dalam penjagaan dan kasih sayang-Mu. Amin Ya Robbal ‘Alamin.  



Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved