GERAKAN KOPERASI KENDAL : MENATA ULANG KEYAKINAN dan SEMANGAT BERKOPERASI

Senin, 17 November 20140 komentar

OLEH-OLEH DARI GERAKAN KOPERASI KENDAL

A. Prolog
Kendal sedang re-inventing semangat berkoperasi dengan harapan akan terbentuk lompatan semangat untuk menumbuhkembangkan koperasi yang mensejahterakan dalam arti luas. MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) akan diberlakukan per 01 Januari 2015 sehingga mau tidak mau harus punya sikap, apakah menjadi obyek ataukah menjadi subyek. Ini memang tentang pilihan saja, tetapi setiap pilihan memiliki konsekuensi yang tidak sedikit. Sebagaimana diketahui bersama, dengan berlakunya MEA maka akan terjadi "free flow" alias "arus bebas" dalam hal investasi, jasa dan SDM. 

Bagi para pelaku usaha yang sudah established, MEA bukanlah sebuah persoalan tetapi justru sebagai peluang untuk ber-ekspansi ria ke manca negara di lingkungan ASEAN. Tetapi, bagi mereka yang tidak punya kesiapan, maka hal ini merupakan ancaman serius dan bukan tidak mungkin gulung tikar karena kalah bersaing. Demikian juga koperasi, sebagai pelaku ekonomi berbasis kebersamaan, harus mempunya format yang jelas dalam mensikapi MEA. Artinya, orientasi yang dibangun harus global walau tindakan diawali dari skala lokal. Tidak ada kata terlambat, memperkuat diri adalah pilihan yang wajib dilakukan. 



Agenda sosialisasi Prinsip-Prinsip Pemahaman Perkoperasian kali ini mengambil tema;"membangun gerakan ekonomi kerakyatan untuk mewujudkan Koperasi Yang kuat Tangguh dan Mandiri Menjelang Pasar bersama asean 2015". Agenda ini dihadiri oleh 200-an orang penggerak koperasi dan juga pra-koperasi
se-kab.kendal, yang mengambil tempat di rumah makan ALDILA, Kota Kendal, Propinsi jawa tengah. Untuk acara ini, panitia mendatangkan 3 (tiga) Nara Sumber, yaitu: (i) Muhammad Arsad Dalimunte dari Purwokerto, Kab. Banyumas: (ii) Bu Utik Ekowati,SE dan (iii) Pak Heryanto,SH dari Dinas Koperasi dan UMKM Prop.jawa tengah.

Dalam acara pembukaan, Bapak Sutiyono, selaku Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Kendal mengapresiasi kehadiran segenap gerakan koperasi pada acara ini. Beliau menyampaikan bahwa Dikendal ada 530 koperasi berbadan hukum. Dinkop & UMKM Kab. Kendal juga  selalu mendorong  setiap inisiatif masyarakat untuk berkoperasi. Kaitannya dengan pemberlakuaan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), Kondisi mayoritas koperasi yang masih jauh dari kata "bersaing", perlu melakukan perubahan "mindset" sehingga bisa tumbuh dan berkembang serta sejajar atau bahkan bisa bersaing dengan  pelaku-pelaku ekonomi lainnya. 


Kepala Dinkop dan UMKM juga berharap para nara sumber bisa memantik semangat para penggerak koperasi, sehingga koperasi-koperasi di lingkungan kab.kendal bisa tumbuh dan berkembang. Sampai detik ini, koperasi simpan pinjam masih dominan dan jarang mengalami kebangkrutan. Sementara itu, KUD masih menemui kesulitan untuk keluar dari persoalan-persoalan internalnya sehingga mayoritas masih jauh dari


B. Materi  
































Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved