KETIKA KADER KOPMA STAIN PURWOKERTO BERKOMITMEN

Minggu, 08 Juni 20140 komentar



Sabtu sore itu, kader-kader Kopma STAIN Purwokerto, Jawa Tengah, mengikuti satu sesi  pelatihan tentang "Manata Ulang Manajemen Perusahaan Koperasi" (http://www.arsadcorner.com/2014/06/kopma-stain-menata-ulang-aktivitas-dan.html).  

Materi ini merupakan bagian dari Diklat Manajemen yang diselenggarakan dalam rangka peningkatan kualitas Kader Kopma. Dalam sesi ini, segenep peserta di gojlok  keyakinan dan kesiapan mereka terhadap apa yang mereka perjuangkan. Hal ini sebagai bagian dari uaya pengukuran seberapa besar energi yang tersedia dalam menata ulang organisasi dan perusahaan koperasi, khususnya di lingkungan Kopma STAIN Purwokerto. 

Di penghujung waktu, segenap peserta di beri tugas untuk menelaah materi yang sudah di susun sang instruktur. Tugas ini harus diselesaikan dalam kurun waktu 1x24 Jam terhitung sejak pukul 18.00 Wib, tanggal 01 Juni 2014 dan penyetoran jawaban melalui email. Penugasan ini menjadi bagian dari penilaian awal tentang tingkat disiplin dan komitmen dari segenap pejuang Kopma Stain Purwokerto dalam mengartikulasikan "perjuangan" ke dalam konsitensi niat, fikiran dan tindakan. Selanjutnya, akan di kaji apakah segenap aktivis Kopma Stain ini layak di dorong untuk lebih maju atau tidak.  Sebab, salah satu kelemahan dari kopma-kopma di Indonesia adalah masih sulitnya menjaga konsistensi spirit  dari para kadernya. Hal ini merupakan cerminan betapa sistem kaderisasi adalah sesuatu yang harus ada dan sangat mendesak. Lewat kaderisasi akan lahir para pegiat koperasi dari kalangan generasi muda potensial.


B. Apa Kata Mereka?.
Untuk mengetahui tentang buah fikir dan komitmen mereka, berikut disajikan isi email mereka. Ada sedikit editing dilakukan agar fungsi edukasi dan motivasi dari penyajian isi email ini tetap terjaga. Semoga pelatihan ini berimplikasi nyata bagi kehidupan perkoperasian Kopma STAIN. Semoga ini awal untuk melahikan karya-karya yang akan mempertinggi nilai manfaat berkoperasi, baik bagi segenap unsur organisasi mauun lingkungan masyarakat pada umumnya.




REKAPITULASI RESPON

NO
PESERTA PELATIHAN MANAJEMEN KOPERASI


01
Didik

bang Arsad, saya sudah  berproses kurang lebih 3,5 thn dikopma, berbagai proses sudah saya rasakan dikopma hingga di tahun ini saya dipercaya untuk menjadi ketua  namun saya merasa masih sangat kurang keilmuan tentang perkoperasian baik wacana dan managemen didalamnya. hingga saat ini saya belum menemukan jawaban atas pertanyaan bagaimana menjalankan koperasi yang sebenarnya dari mulai administrasi, keuangan, organisasi dan usaha. mungkin serakah jika ingin mengetahui semuanya tapi bagiku totalitas diperlukan dalam mencapai tujuan. karena tujuanku adalah bagaimana mengetahui tentang koperasi dan dapat mengamalkannya serta menularkan kepada orang lain.
saya masih ingat kedatangan kami malam2 mengganggu waktu abang saat ingin belajar koperasi kepada abang dan kemduian ditawari surat pernyataan dgn nominal 10 jt jika mundur sebelum selesai. tawaran itu selalu aku ingat bang.  Sampai saat  ini keinginan kuat ingin benar2 belajar tentang koperasi itu masih ada hanya  terkendala tak ada teman. kami berdiskusi setelah selesai acara diklat hari ini terdapat beberapa anak yang ingin dengan tawaran kontrak belajar itu namun dari beberapa mereka masih ragu2 mengenai totalitas belajar. Ada yang beralasan mondok, banyak tugas, banyak ikut organisasi dan lain sebagainya. mereka menanyakan bagaimana konsep pembelajarannya terutama waktu pelaksanaannya dan sampai kapan. dengan berbagai alasan itu memudarkan kembali keinginan belajar saya dengan abang karena tak ada teman. mungkinkah jika saya belajar koperasi dengan abang jika sendirian ?.   

saya membaca tulisan abang tentang menata ulang aktivitas dan pola pengelolaan perusahaan koperasi, materi itu merupakan pola fikir yang nantinya dilanjutkan dengan tindakan. namun sebelum pola pikir adalah keyakinan  dan hal itu yang abang ajarkan. selama ini keyakinan menjadi hal yang terberat karena sudah lama berproses  akan tetapi mereka belum tergugah untuk menjalankan keyakinan itu.  bagaimana menumbuhkan keyakinan kolektifitas itu sehingga benar2 mewujud dalam tindakan ?

              
@ didik pemimpin revolusi kopma...
Dalam kesejarahan islam..rosul memulainya sendirian dan Beliau menyampaikan islam sebagai agama baru ditengah2 kafir quroisy yang akud. Tetapi, faktanya ajaran beliau masih dipegang teguh jutaan manusia di muka bumi ini. Kita memang bukan rosul, tetapi ketauladanan dan capaian beliau sebagai pejuang layak menjadi sumber inspirasi.

Koperasi bukanlah milik agama tertentu, tetapi pengungkapan kisah itu bisa menjadi inspirasi bagaimana sebuah perjuangan itu harus totalitas dan tak boleh menyerah dengan segala kendala yang ada. Sekali melangkah jangan pernah terfikir untuk berbelok apalagi berbalik arah, sebab di ragam kesulitan sesungguhnya letak nilai baik sebuah perjuangan. Namun, memilih untuk berhenti sebelum perjuangan usai adalah tindakan seorang pecundang...

Oleh karena itu, lakukan, evaluasi dan kemudian susun langkah berikutnya..begitu seterusnya. Konsistensi akan membawa pada capaian luar biasa. teruslah berfikir mencari cara terbaik dan libatkan Tuhan dalam setiap gerakannya..insya Allah akan membentuk capaian2 yang layak untuk dikenang dan di ceritakan..amin...


02
From: Uqi Wilda <uqi_wilda@yahoo.co.id>
Date: Sun, 8 Jun 2014 18:58:49 +0800 (SGT)

Assalamualaikum,, maaf baru mbales, hehe
ada beberapa hal yang saya tanyakan berkaitan dengan  draft kemarin
1.        yang C. Azas Subsidary sebagai kode etik perumusan aktivitas perusahaan koperasi, yang paragraf 1 terakhir, tentang memenangkan persaingan. saya pernah dengar dan mungkin agak lupa, ada koperasi yang pernah memenangkan/ diberi penghargaan tentang banyaknya anggota/usaha (KSP). dalam hal ini apakah KSP tersebut bisa disebut persaingan?
2.        bunyi Azas Subsidary, letak perbedaan/ job des antara anggota dan koperasi?
3.        saya belum paham poin D no 2 yang roh pengelolaan sebagai media pembentukan efisiensi kolektif
4.        mengenai pasang surut  masalah di kopma dari pengurus, tentang semangat pengurus dan kerelaan hati pengurus. setiap tahun pasti ada penggantian pengurus dan otomatis semangat dan kerelaan hati tentunya berubah, apakah kita harus merubah AD/ART mengenai masa kepengurusan?

dan kami Anggota Kopma Stain pwt ingin belajar banyak hal tentang koperasi, ada 8 anak yang ingin belajar. Terimakasih. Wassalamualaikum

@ uqi wilda
pertanyaan2 njenengan tidak akan saya jawab disini..tetapi terbentuknya 8 orang yang siap berjibaku merupakan modal awal yang lebih dari cukup untuk mulai me-reformula pembangunan kopma STAIN..

Semua bermula dari kecil . Konsitensi dan kesabaran berproses akan membawa pada progress menggembirakan. Semua membutuhkan proses, sebagaimana pohon yang tidak langsung berbuah, tetapi melalui tahapan2 berkelanjutan.. Semangat..dan kalau benar2 sudah siap..maka langkah pertama adalah kita buat "grup email'..dari grup email kita mulai menata keyakinan...Oke..uqi mulai buat grup email yang melibatkan 8 orang + saya..materinya ngalir aja...


03
 MISTO ABDILAH <mistoabdilah@gmail.com>
Date: Sun, 8 Jun 2014 17:42:41 +0700

Saya sangat setuju terhadap tulisan yang bapak tulis, terutama pada bagian pendahuluan yang merupakan awal dari tulisan ini, bahwa Kopma merupakan sebuah Organisasi koperasi yang di huni oleh insan-insan intelektual muda, tapi pada pada realita yang ada kadang di Organisasi Kopma kurangnya sebuah komitmen masing-masing pengurus maupun anggota, hanya beberapa yang memang mempunyai komitmen untuk memajukan Kopma, hal ini sangat berbalik dengan arti kopma itu sendiri yang  bekerjasama dalam segala hal. Asal muasal peusahaan Koperasi juga sangat bagus dalam materi namun hal ini juga sangat berabalik dengan realita yang terjadi dalam anggota kopma, kurangnya rasa kebersamaan dan mau untuk bersama.
sebenarnya jika semua bersama maka roh perkoperasian yang yang bisa menjadi alat untuk ke'adilan dan kemartabatan akan berjalan sesuai dengan mestinya.
terkait penggasan kopma yang sangat penting guna membentuk kader koperasi yang berintelektual tinggi, namun pada kenyataannya kurangnya standarisasi kopma kader Kopma dan hanya mulai dari bakat ilmiah dari masing masing individu dan hanya ikut-ikutan Dan banyak seakali kopma yang mengalami pasang surut malah justru kadang-kadang ada peningkatan kemunduran hal ini di karenakan pada pengurus/anggota yang sibuk dengan tugas-tugas kuliah yang menyibukan. Kadang Kopma hanya sebagai pelarian untuk mendapatkan poin bukan untuk bekal di masa yang akan datang ketika terjun di masyarakat. itulah pentingnya keyakinan dalam sebuah organisasi dan Komitmen untuk memajukan Koperasi,sebab keyakinan akan merubah pola pikir dan pola pikir akan menghasilkan tindakan dan hasil ahir.

@ Misto Abdullah
thanks atas emailnya. Semoga kesadaran akan "persoalan utama" yang menahun di lingkungan kopma efektif menjadi sumber inspirasi dan energi dalam menata ulang. Tak ada kata terlambat, sebab kebaikan selalu terbuka untuk dilakukan sepanjang hak bernafas masih dititipkan Tuhan.

Kendala2 di tingkat teknis adalah bagian dari materi perjuangan. Dalam bahasa bijak juang, bersyukurlah lahir dikeadaan yang belum menggembirakan, karena itu berarti peluang "melakukan kebaikan" terbuka lebar...

So..ambil inisiatif dan buktikan pada Tuhan bahwa kita sangat cerdas dalam memaknai segala akal, bakat, waktu dan energi yang dititipkan-Nya..


04
Rifki Try Fuadi
Hari Ini pada 5:10 PM

tentang materi yang di tuliskan, saya berpendapat sebagai berikut :

dari poin "A.Pengantar" dijelaskan bahwasanya persoalan utama yang mendasar bagi koperasi mahasiswa adalah bukan semata-mata masalah SDM, hanya saja belum tertemukanya cara terbaik untuk menumbuhkan perasaan ke-kitaan-an sehingga melahirkan sinergitas yang produktif dari kopma. koperasi adalah kumpulan orang2 yang punya komitmen untuk membangun dan memaknai sebuah kebersamaan.. dari situ lahir akumulasi aspirasi dan dinamika kebutuhan yang menjadi cikal bakal modal penting, dengan roh kolektif didalamya, sebagai agenda awal yang harus disukseskan. maka secara linier akan terbangun ragam aktivitas bebas yang memberi kebermanfaatan bagi segenap hidup anggota dari aktivitas kebersamaan yang berhasil dibangun. dalam nalar ICA (International Co-operative Alliance), "Perusahaan Koperasi" adalah media untuk memenuhi aspirasi dan dinamika kebutuhan anggotanya. asprasi dan dinamika kebutuhan anggota tersebut nantinya yang akan mempengaruhi aktivitas apa saja yang akan dijalankan oleh perusahaan koperasi tersebut. maka bukan tidak mungkin peran koperasi sebagai mesin penjawab kebutuhan anggota akan bisa terwujud. materi ini juga menjelaskan Azas Subsidiary sebagi kode etik perumusan aktivitas perusahaan koperasi yang benar. dalam tinjauan azas subsidary dijelaskan bahwa apa-apa yang bisa dikerjakan oleh anggota sebaiknya tidak dikerjakan oleh koperasi  dan sebaliknya apa-apa yang tidak dikerjakan anggota maka itulah yang harus dikerjakan koperasi. azas subsidiary semakin mempertegas jawaban dari aktivitas apa yang harus dilakukan oleh koperasi, yang tidak mungkin dilakukan oleh keterbatasan anggota dalam memenuhi asprasi/kebutuhan secara kolekif. berikutnya  beliau menuliskan "Roh" pengelolaan perusahaan koperasi harus bernafaskan semangat kekeluargaan, sebagai implementasi dari ragam strategi untuk menjaga dan menumbuhkembangkan aktivitas koperasi. selain itu ada pula Profesionalisme berbasis kemanusiaan (humanistic) yang harus dimiliki perusahaan koperasi, bukan profesionalisme yang hanya menekankan pada pertimbangan-pertimbangan ekonomi saja kemudian abai dengan persoalan kemanusiaan, sebab muasal kelahiran koperasi adalah untuk mewujudkan keadilan dan kemartabatan. "roh" merupakan aktivitas koperasi yang harus terumuskan pertama kali sebelum menentukan jenis aktivitas perusahaan koperasi pada tahap selanjutnya. kemudian roh yang telah terdefinisi tadi, menjari refresentasi aspirasi dan kebutuhan mayoritas anggota dan menjadi landasan untuk menjalankan kreativitas ditingkat operasional.

Rasionalitas ber-asa pada koperasi, disini dijelaskan setiap orang yang bergabung dikoperasi pastilah membawa agenda kepentingan, untuk hal itu pendidikan digunakan dalam mencari jalan tengah kaitannya menyamakan pemahaman terhadap koperasi ataupun harapan menyelasraskan harapan (asa) yang sama  dari tiap-tiap anggota. jika hal tersebut tidak dilakukan maka ragam persepsi, kepentingan, dan ekspektasi akan meliar sehingga akan sulit membangun kultur organisasi didalam koperasi.
bukan memposisikan diri sebagai penonton dan hanya menikmati capaian yang sudah ada, tapi kesadaran setiap oranguntuk ikut mengambil tanggung jawab demi memajukan organisasi. menganggap dirinya penting tanpa merasa lebih penting dari orang lain..  karena makin banyak inisiatif semakin luas pula kebermanfaatan yang bisa dirasakan.
skala ekonomis dan rasionalitas pola pengeolaan perusahaan pada intinya setiap perusahaan koperasi harus memiliki visi jauh dimana tahapan-tahapan pengelolaan yang dilakukan akan membentuk budaya profesional dalam keseharian perusahaan koperasi. dengan mengoptimalkan kolektivitas yang dipupuk secara terus menerus dengan tetap mendasarkan pada kadar kemampuan dan potensi yang ada pada dirinya. untuk itu setiap tahapan yang dilakukan lewat perencanaan yang komprehensif nantinya akan bisa diukur capaian-capaian yang harus diwujudkan oleh setiap undur organisasi, dari pengabdian pengurus secara langsung (pengabdian murni) sampai terbentuk skala ekonomi / break event point. setelah skala ekonomi dari operasiaonal terbentuk , maka kompensasipun diberlakukan, atau mulai memasukan para profesional guna mengakselarasi  ragam unit layanan yang diselenggarakan oleh koperasi. dan poin selanjutnya menjelaskan tentang bagaimana menggagas aktivitas dan pengelolaan perusahaan kopma, dijabarkan permasalahan koperasi mahasiswa yang pasang surut (core problem) dengan sekelumit PR-PR yang mungkin kawan kwan kopma rasakan, karena belum berjalannya sistem kaderisasi yang standar, dan pembinaan kader masih bersifat temporal sehingga perlu diadakannya standarisasi secara nasional.
yang perlu di ingat :
perusahaan=media
komitmen anggota adalah transaksi subyektif=transaksi yang didasarkan pada semangat kepemilikan
aktivitas perusahaan= langkah pembentukan kedekatan emosional anggota

segitu dulu Mr. Arsad..
terimakasih ilmunya, jadi pengin belajar koperasi lebih jauh biar bisa sekeren Mr. :P
Untuk kawan-kawan kopma... Bravoooo !!!

@ Rifki
thanks atas apresiasinya..semoga pertemuan kemarin menjadi sumber energi tambahan untuk lebih giat melakukan hal2 luar biasa demi kemajuan kopma STAIN Purwokerto.

Saya yakin apappun bisa dilakukan dengan "kebersamaan", sehingga tantangannya adalah seberapa jauh kita mampu menemukan cara yang tepat dalam membangun kemauan banyak orang untuk hidup bersama di lingkar produktif dalam arti seluas2nya,,,Okay Mr....the game is begin..do the best for Kopma STAIN Purwokerto...

05
From: Dessy Dandelion <dandelionzee@gmail.com>
Date: Sun, 8 Jun 2014 17:24:33 +0700

Definisi dari kopma yang dapat saya simpulkan adalah organisasi atau tempat dimana anggotanya adalah mahasiswa, memiliki tujuan yang sama, kemudian tujuan tersebut ditempatkan dalam wadah yang disebut visi dan misi. Akan tetapi pada kenyataannya tujuan tersebut belum dapat terealisasikan dengan baik. Alasan utama yang menjadi penghambat terwujudnya tujuan tersebut (yang lagi-lagi) adalah kolektifitas atau kebersamaan. Hal yang menurut saya simpel. Tapi entah bagaimana justru menjadi tembok terkokoh yang sulit dijebol. Intensnya rapat atau "sekedar ngumpul" yang di gadang-gadang bisa menciptakan rasa kebersamaan, nyatanya hanya bentuk formalitas agar kopma terlihat hidup dari luar. Solusi yang terbaik menurut saya adalah pengkaderisasian anggota. Proses kaderisasi adalah seleksi alam. Dimana yang menang adalah yang tinggal dan yang bersungguh-sungguh adalah yang bertahan. Dari proses itulah akan muncul rasa kebersamaan. Tentu saja karena merasa sama-sama berjuang. Dari situ akan tumbuh juga rasa kecintaan terhadap kopma. Maka rasa ingin mengembangkan kopma secara otomatis mengalir dalam jiwa.

@ desi
saya melihat ada semangat yang kuat dalam dirimu untuk menjaga gawang kaderisasi. Itu memang kuncinya sehingga stabilitas dan keberlanjutan tema pembangunan kopma akan terus melaju. Untuk itu, kurikulum pendidikan layak dijadikan sarana untuk membentuk kader2 handal yang akan menjaga panji2 perjuangan kopma stain. Teruslah berjuang sampai bertemu capaian yang layak disebut dan dikenang. Salam semangat koperasi...


06
From: Apit Meisaroh
Sent: Jun 8, 2014 17:06

Koperasi merupakan sekumpulan orang yang bersama-sama untuk memenuhi tujuan yang ingin mereka capai yaitu untuk mengembangkan dan memajukan koperasi. Agar tercapainya tujuan di atas, kita haruslah memiliki komitmen yang kuat melalui sebuah kebersamaan. Dengan itu, nantinya kita akan menghasilkan suatu karya yang dapat bermanfaat oleh anggota selanjutnya. Karya tersebut merupakan hasil dari totalitas kita dalam memajukan dan mengembangkan koperasi. Dan totalitas itu haruslah didasari dengan keyakinan yang kuat dalam diri kita, sehingga kita akan memperoleh hasil akhir yang memuaskan bagi diri kita sendiri dan orang lain.

@ apit...:
hakekat tujuan pembangunan koperasi itu sebenarnya adalah "membangun orang2 di dalamnya" dengan menempatkan  "organisasi dan perusahaan" koperasi sebagai media pembentukannya. Oleh karena itu, aktivitas yang dijalankan koperasi harus lah menunjukkan concern bagi terbangunnya kapasitas orang2 yang ada didalamnya, khususunya anggota yang nota bene adalah populasi mayoritas dan pemilik sah koperasi...Salam sukses dan semangat...


07
From: Nurul eka fitriyani <nurulekafitriyani@gmail.com>
Date: Sun, 8 Jun 2014 16:26:53 +0700

saya belumlah bisa memahami ataupun mengerti tujuan saya ikut kopma ataupun kopma itu sendiri,mungkin saya belumlah punya keyakinan tentang kopma itu sendiri, sehingga pola pikir saya masih sebatas tusisan dibawah ini, dan belum melakukan tindakan yang berarti dan belum akan mendapatkan hasil akhir. sedikit yang saya pahami, kopma itu merupakan organisasi yang mempunyai tujuan yang sangat mulia. yang mewadahi para mahsiswa/i ataupun mengaspirasi keinginan dan kebutuhan para anggota yang ada di dalamnya. keunikan kopma juga terletak pada orientasi yang tidak hanya menerapkan prinsip ekonomi saja (mengeluarkan biaya yang sedikit dan menciptakan keuntungan keuntungan yang besar), tetapi juga berdasarkan prinsip koperasi itu sendiri. Tetapi kendalanya anggotanya sendiri saja belum memiliki keyakinan tentang kopma. Bagaimana bisa suatu tujuan dapat tercapai jika anggotanya tidak mempunyai keyakinan?
Dari itu, saya akan menemukan keyakinan diri, barulah kemudian akan memajukan kopma.

@ nurul eka ;
semoga menemukan keyakinan yg kemudian tercermin dalam lisan dan tindakan yang berpihak pada hal2 yang diperjuangkan kopma. Ketauladanan sangat efektif dalam menyampaikan kebaikan2 kopma pada mahasiswa lain sehingga mereka tertarik dan kemudian bergabung dalam barisan pejuang kopma.  Setidaknya, kesadaran akan luasnya potensi kemuliaan dalam nilai2 yang diperjuangkan koperasi, bisa menjadi sumber spirit untuk tak berhenti berjuang...


08
From: Helda Lindari <hellary.13qu@gmail.com>
Date: Sun, 8 Jun 2014 00:35:11 -0700

Assalamualaikum,.
Untuk sekedar share hasil penyampaian materi pak Arsyad dalam acara “Diklat Management Perkoperasian” yang dilaksanakan oleh Koperasi Mahasiswa STAIN Purwokerto, di Student Centre STAIN Purwokerto, 07 Juni 2014. Saya menemukan beberapa review materi dari acara tersebut sebagai berikut :

MENATA ULANG AKTIFITAS DAN POLA PENGELOLAAN PERUSAHAAN KOPERASI

Kopma adalah organisasi dengan beberapa anggota yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Tujuan Kopma dapat tercapai jika SDM-SDM unggul yang berkemampuan mendrive organisasi maupun perusahaan koperasi telah tersedia juga tertemukannya cara terbaik menumbuhkembangkan perasaan ke-kita-an sehingga melahirkan sinergis yang produkif. Prinsip dasar dalam berorganisasi itu perlu , Tiga hal yang harus dilaksanakan:
·    Kedisiplinan    : Dimana setiap anggota dapat melaksanakan kewajibannya dengan tepat waktu. Mereka menghargai waktunya, karena dalam Islam “waktu adalah pedang”
·    Tauladan         : Setiap anggota adalah tauladan bagi anggota lainnya. Rusak dan Berkembangnya suatu organisasi bergantung pada setiap anggota.
·    Semua orang menganggap dirinya penting. Tanpa memiliki rasa lebih penting dari yang penting, itu sudah termasuk prilaku sombong.
Ketika sekumpulan orang ingin membentuk kebersamaan dalam sebuah koperasi, maka pembentukan “Roh Kolektif” menjadi agenda awal yang harus di sukseskan. Jika hal itu sudah terbangun, akan terbentuk peluang pengembangan ragam aktifitas bebas. Dengan demikian, keterlahiran dan keberkembangan aktifitas perusahaan koperasi sesungguhnya terasa langsung dari kualitas yang di bangun. Organisasi ibaran puzzle bola yang tersusun menjadi energiuntuk mencapai satu titik yang disebut ‘Perubahan’. Setiap anggota harus menjaga komitmen masing-masing. Kita harus bekerja secara professional menata segala agenda menjadi sempurna. Sebuah sebuah perusahaan berbasis aspirasi dan kebutuhan anggota, nafas pengelolaan perusahaan koperasi harus mendasarkan diri pada semangat kekeluargaan. Koperasi yang berhasil adalah koperasi yang mampu menciptakan satu nilai monumental : yaitu sesuatu yang dapat di banggakan. Semuanya dapat diukur dari seberapa banyak karya dan seberapa luas manfaat karya itu. Perubahan dalam organisasi, di pengaruhi oleh :
Ø  Keyakinan      : Membenarkan dalam hati, Mengucapkan dengan lisan, Mengaplikasikannya dengan tindakan. “Belajar Berkopma sama dengan Beriman”
Ø  Pola Pikir       : Keyakinan yang kuat akan menciptakan pola piker yang positif.
Ø  Tindakan        : Pola pikir yang positif akan menghasilkan tindakan yang benar.
Ø  Hasil Akhir     : Tindakan yang benar akan mengahasilkan hasil akhir yang ‘miracle’.

Seorang leader harus dapat mendrive anggotanya. Pertama, buat kesepakatan dengan materai. Kedua, buat laporan kegiatan rutin setiap anggota. Ketiga, lanjutkanmeteri setelah terlaksana materi sebelumnya. Ujilah keyakinan dengan tindakan bersama. Organisasi yang terprogres, terlatih dengan baik akan menjadikan kader yang unggul. Dimulai dengan membuat karya sempurna dan bermanfaat. Suatu organisasi membutuhkan solidaritas dan konsistensi partisipasi segenap unsur organisasi yang menjadi penting dalam menentukan survive tidaknyaaktifitas perusahaan koperasi.  Seorang anggota koperasi merupakan para aktifis yang berfikiran dan berperilaku aneh. Mereka memikirkan sesuatu diluar dirinya, memikirkan orang lain dalam dirinya untuk bermanfaat bagi orang lain. Maka dari itu,. Menjadi aktifis merupakan pilihan yang aneh. Maka anehlah untuk selamanya !

@ Helda
;..dari review yg disajikan, helda berbakat jadi sekjen, mengawal berbagai kebijakan dan menata efektivitas setiap langkah yang dilakukan segenap unsur organisasi..

Well done..sepertinya Kopma Stain sudah punya kader potensial yang akan mengguncang perkoperasian indonesia bersama kader2 lainnya..

Semangat..jadilah unik selamanya sepanjang tak bertabrakan dengan kalam sang.


09
From: afif zakaria <afif.zakariaa@gmail.com>
Date: Sun, 8 Jun 2014 14:10:55

bang arsyad sejauh ini yang saya pahami, entah kenapa dalam setiap koperasi baik itu sifatnya koperasi berbasis mahasiswa ataupun apakah itu, timbul sebuah pertanyaan kenapa koperasi seakan-akan hanya terpaku pada kegiatan yang sifatnya mengandung nilai-nilai ekonomi saja.? apa karena brand utama sebuah koperasi adalah perusahaan yang dimiliki bersama.? ataukah karana koperasi adalah sebuah cara bentuk perlawanan terhadap kapitalisme dari orang-orang yang resah yang mempunyai jiwa sosial tinggi yang mana saat ini menganggap kapilatalisme hanya
menguntungkan kepentingan pribadi tanpa melihat gejala sosial apa yang timbul di masyarakat, maka seharusnya jika kita melihat kopma saat ini ketika berbicara karya saya rasa tidak harus sebuah karya yang besar, tetapi dari segi kebermanfaatan itu continue, misalkan mebentuk kader kopma dengan pendidikan yang di luar ilmu perkoperasian. maka sebetulnya cita-cita besar saya setelah berproses di kopma dan
belajar banyak tentang perkoperasian, yang saya inginkan memiliki sebuah koperasi yang fungsinya sebagai sarana/lembaga yang berperan diwilayah apapun baik agama, sosial, politik budaya dan lain-lain.

@Afif zakaria ;
Koperasi itu sesungguhnya kesepekatan sosial,ekonomi dan budaya. Oleh karena itu, koperasi sebenarnya bukan hanya perjuangan ekonomi semata, tetapi menyangkut tentang pembangunan kualitas hidup dalam arti luas lewat mobilisasasi kebersamaan.

So..kembangkanlah karya apapun sepanjang bermakna bagi peningkatan kemartabatan dan kemuliaan dalam pandangan Tuhan. Mulai dari hal sederhana, karena besar itu adalah hadiah bagi yang tekun berproses..

Selamat berjuang dan melahirkan karya berdimensi makna..semangat..






Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved