KETIKA RAYUAN TAK BERMAKNA TIPUAN

Selasa, 13 Mei 20140 komentar



KETIKA RAYUAN TAK BERMAKNA TIPUAN


"Rayuan itu bukan tipuan", begitu update status bbm seorang wanita muda yang tinggal di salah satu kota besar di pulau Jawa.  Sebut saja namanya Vicha (bukan nama sebenarnya),  seorang karyawati sebuah bank swasta nasional ternama. Anton pernah bertemu Vicha dalam sebuah pekerjaan singkat beberapa tahun lalu. Tetapi, mereka terhubung lagi saat Vicha nge-add Anton di facebook. Komunikasi mereka pun terjalin kembali yang diawali dengan sebuah massage dari Vicha di in box fb  milik Anton.  Saat itu Vicha ingin belajar sesuatu yang berkaitan dengan profesi yang dijalani oleh Anton dalam waktu sudah cukup lama. Untuk mempermudah arus komunikasi, Vicha pun meminta no kontak atau PIN BB Anton. Uniknya, setelah Vicha nge-add dan di confirm oleh Anton di BB nya, mereka justru tidak pernah bersapa karena kesibukan masing-masing. 


Komunikasi kewat BB di siang ini merupakan yang pertama kali. Inisiatif Anton menyapa Vicha karena tergelitik dengan update status BB Vicha bertuliskan; "Rayuan itu bukan tipuan". Status itu mengundang senyum Anton dan kemudian tergerak memberi comment " semoga tak tergoda".

Hampir 30 menit tak mendapatkan reaksi Vicha. Namun, saat jemari Anton tengah asik dengan papan keyboard labtopnya , tiba-tiba bunyi BB menandakan ada BBM masuk. Hmmm..ternyata dari Vicha. Padahal tadinya Anton sempat terfikir tidak akan mendapat respon Vicha. Dialog maya itu pun berlangsung hangat dalam durasi cukup panjang. Anehnya, kedua insan ini tidak terbersit sedikitpun bertanya tentang kabar atau sebentuk basa-basi karena mereka lama tak  bersapa maupun bersua. Justru mereka larut dalam pembahasan seputar rayuan yang terpampang distatus BB Vicha dan kemudian meluas ke untaian-untaian kalimat lepas.   

Entah hal apa yang sedang bergelayut di fikiran masing-masing, pembahasan seputar aksi rayu-merayu begitu menyemangati keduanya. Dalam gaya bahasanya, Anton sering menggunakan kalimat-kalimat  multi tafsir atau bermakna ganda.  Tak terlihat sebentuk penegas lugas dalam konteks apa sebenarnya  kata "rayuan" terbahas mereka disepanjang chattingan.

Mungkin, kedua insan  ini  berangkat dari persepsi sama dan bisa juga dari persepsi masing-masing tentang kata “rayuan” yang sedang ditemakan. Namun, sepertinya ketidakjelasan konteks menjadi bumbu penyedap yang membuat mereka kian larut meng-eksplore seputar rayuan. Adakah ini cara orang dewasa berbeda kelamin berkomunikasi dimana kejelasan konteks tak layak untuk ditanyakan?. Ataukah pembiaran pemaknaan menjadi daya tarik yang membawa suasana ke situasi  lebih asik dan hangat?. Yang jelas, tidak ada jawaban pasti untuk 2 (dua) pertanyaan terakhir ini. Mungkin saja, dua insan ini dipertemukan dalam suasana kebathinan yang sama-sama memerlukan re-fresh, sehingga komunikasi ngalir begitu saja dan menjadi penepis penat di keadaaan masing-masing. Atau, bisa jadi Anton sedang bersedekah waktu sekaligus mencari kedalaman makna dari update status itu. Bahkan, mungkin juga Vicha sedang berada di kebahagiaan dan sedang menikmati kemenangannya lewat untaian rayuan yang dia layangkan untuk maksud dan tujuan tertentu. Yang jelas, dua insan ini tidak sedang saling merayu dan hanya dipertemukan oleh waktu secara maya. 

Namun demikian, sangat menarik mencermati detail komunikasi yang berlangsung. Kalimat-kalimat multi tafsir yang mengalir tak membatasi ruang pemaknaan . Bisa saja rayuan sukses yang baru dialami Vicha adalah tentang keberhasilan sebuah pekerjaan, merayu nasabah untuk menabung misalnya. Atau mungkin saja ini tentang suasana kebathinan dari seorang Vicha yang tergoda  menundukkan seorang lelaki yang mengundang kepenasaran pada awalnya.

Andai ini tentang sebuah pekerjaan atau tanggungjawab, setidaknya memberi pesan tentang perlunya kepiawaian lewat ragam strategi dalam mencapai apa yang selalu didefenisikan sebagai sebuah keberhasilan. Andai ternyata hal ini tentang gejolak bathin seorang Vicha yang sedang menggelayut, maka alur dialog antara anton dan vicha di siang ini mengesankan satu penegasan tentang karakter seorang vicha yang begitu mengagungkan variasi proses dan membenci apa yang disebut dengan kematian antusiasme akibat dari suasana datar yang dia yakini menjadi sumber kejenuhan akud. Kreativitas rayuan dari seorang Vicha menjadi wajib dan berfungsi sebagai pil manjur pencegah kulminasi kenikmatan itu terjadi. Hal ini menjadi  tantangan seorang Vicha untuk tetap menjadi perayu ulung sehingga tetap berada di keadaan yang selalu membahagiakan.

Kalau benar ini tentang romantisme kebathinan, mampukah seorang Vicha mengatur ritme dan detak rayuan?. Apa kemudian yang terjadi bila Vicha kehabisan gagasan?. Adakah Vicha dan obyek sama-sama menikmati rayuan dan terjebak pada candu perulangan?. Yang jelas, agresivitas Vicha sedang menemukan kesuksesan di hari ini, tetapi ntah esok hari….hanya waktu yang akan menjawabnya. Tetapi satu hal, Vicha adalah seorang dara yang masih single.  Semoga, rayuan yang dimaksud disepanjang percakapan bukan berita buruk bagi pacar Vicha seandainya memang sudah punya.

Hmmm…jangan-jangan pemaknaan ini terlalu jauh dan bisa jadi ini hanyalah tentang pekerjaan semata….  


Anton

Semoga tak tergoda
Vicha

Tergoda juga akhirnya....
Vicha

=)) (tanda senyum)
Anton

He2..godaan memang menghanyutkan..semoga ndak kelelep
Vicha

Ha2......
Vicha
:
Bahasane abot yo bang
Anton
:
He22..itu bukan berat tapi filosofis..ha22
Vicha
:
=)) (tanda senyum)
Anton
:
Cara2 ne bahase alumnus penggoda...wkwk..
Vicha
:
Jurusan rayuan ...=))
Vicha
:
Krn rayuan itu bukan tipuan
Anton
:
Yups..rayuan adalah cara cerdas menggapai keinginan..
Vicha
:
Pembelaan unt perayu ulung
Anton
:
Trgantung
Vicha
:
=)) (tanda senyum)
Anton

:
Tergantung apakah rayuan itu berujung kebahagiaan atau kemurungan..dan juga tergantung sedang berposisi sebagai perayu atau obyek yg dilanda rayuan..
Vicha
:
Posisinya sbg perayu donk
Vicha
:
=)) (tanda senyum)
Anton
:
Waw..itu testimony tentang sebuah agresifitas seorang wanita dan hal itu sangat mengesankan..
Vicha
:
Heemmmmm
Anton
:
Knp?
Vicha
:
Koq bs mngesankan
Anton
:
Bukankah itu sebuah capaian?..
Vicha
:
Ya bs jd
Anton

:
Sesuatu yg layak diapresiasi karena hal itu tentang  sebuah capaian..iya kan?.. Dan keberhasilan pasti membawa kesan amazing..
Vicha
:
Hemm gt y..
Vicha
:
Dn dr sisi yg d landa rayuan apa yg mnjd kesan?
Anton

:
Hmm...bisa jadi proses rayuannya atau akibat dari rayuan itu sendiri.. Sebagian orang memilih untuk selalu mengenang proses..sementara itu, sebagian yg lain memilih menikmati hasil akhir dari proses panjang...itu tergantung karakter...
Vicha
:
Betull ituuuu
Vicha
:
Mngenang proses atw memilih hasil
Anton
:
Ya..sebab hasil sesungguhnya hanyalah satu titik dari ribuan titik proses..
Anton
:
So...pada titik mana karakter seorang vicha?
Vicha
:
Menikmati proses
Anton

:
Hmm...
Sebuah pilihan cerdas dan menginspirasi energi untuk memperkaya proses...:)
Vicha
:
smg g jenuh
Vicha
:
=)) (tanda senyum)
Anton

:
Hmm..variasi akan menjauhkan dari kulminasi yg disebut dengan jenuh..=))
Vicha
:
Apa itu kulminasi??
Anton

:
Kulminasi adalah titik optimum dimana tahap selanjutnya akan memasuki fase penurunan nilai kesan...he22
Vicha
:
Oww itu namanya kulminasi
Vicha
:
Berarti sdh tdk ad antusiasme lg y
Anton

:
Yups..karena nilai kesan dari cara yg selalu sama akan memudar secara perlahan,,untuk itulah variasi proses menjadi kunci penting menjarak dengan kejenuhan atau kulminasi..:)
Vicha
:
Wwaahhh bnr2 keren bhsanya
Anton
:
He2..bisa aja..
Anton
:
Saya hanya mengikuti tensi
Vicha
:
Tensinya pas tinggi atw anemia?
Anton
:
Hm..justru tensi vicha yg coba tak ikuti=D
Vicha
:
Hmmm

Menjelang sore, komunikasi mereka tersudahkan karena Anton maupun Vicha disibukkan dengan agenda closing di pekerjaannya masing-masing. Tampaknya, sampai di ujung pembicaraan tak memberi penjelasan pasti tentang apa sebenarnya komunikasi ini. Kalimat-kalimat singkat dan bertenaga memberi kesan kuat dan bahkan mengundang tanya yang tak berjawab. Tentu ada kepenasaran hal apa lagi yang akan terbahas bila komunikasi antara Anton dan Vicha berlangsung dikesempatan berikutnya. Tetapi, biarlah waktu yang menjawabnya....

Semoga penulis mendapatkan informasi lanjutan dari dinamika komunikasi antara dua insan yang bersahabat ini, sehingga bisa di sajikan dalam blog ini. Semoga cerita ini memiliki kelanjutan....
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved