CALON APOTEKER MENTEMAKAN : HOW TO SALE YOUR SELF?

Minggu, 13 April 20140 komentar



How To Sale Your Self?

Senin, 14 April 2014, di Lantai 02, Apotek Rawat Jalan, RSUD Prof.Dr.Margono Soekarjo Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia



A.  Pengantar

Kuliah Informal kali ini mengangkat tentang “How To Sale Your Self”. Ide dasar dari grand thema ini adalah membangun nilai diri sehingga mendapatkan apresiasi yang layak sebagaimana cita-cita setiap orang yang berjuang untuk sebuh cita-cita. Kuliah ini diikuti para calon apoteker yang sedengan praktek (PKPA) di RSUD Prof.Dr.Margono Soekarjo Purwokerto. 40 (empat puluh)  Orang mahasiswa/i ini berasal dari beberapa kampus yaitu, UMP (Univ Muhammadiyah Purwokerto), UII (Univ Isalam Indonesia) Yogyakarta, USB Solo dan UAD Yogya.

Keterselenggaraan kuliah informal ini juga merupakan bagian dari cita-cita besar untuk penyelenggaraan mata kuliah motivasi dan pembentukan karakter marketable di proses kuliah formal dikampus-kampus penyelenggara pendidikan profesi apoteker. Hal ini di nilai sangat penting mengingat bahwa profesi apoteker sesungguhnya adalah menyelenggarakan pelayanan kemanusiaan di bidang kesehatan dan hal ini berkaitan dengan kualitas kehidupan sebuah bangsa. Namun demikian, fakta lapangan menunjukkan bahwa motif ekonomi sering dominan dalam dunia kesehatan dan apoteker seringkali dijadikan sebagai tool dari sebuah naluri laba yang tak kunjung menemukan titik ambang batasnya. Idealnya, apoteker adalah leader dengan managerial sikill  sehingga apoteker berpeluang mandiri dalam mengusung idealismenya ke tingkatas praktis. Tatkala apoteker menggandeng para pemodal (pemilik sarana apotek), maka hubungan yang terbentuk adalah hubungan mutual dimana apoteker tetap bertindak sebagai leader dan penentu arah pengembangan apotek yang dalam perumusannya mereferensi pada nilai-nilai perjuangan apoteker. Hal ini fundamental agar seorang apoteker bisa menjalankan profesinya secara mandiri dengan “pelayanan kemanusiaan” sebagai tagline perjuangan. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas  intelektual apoteker melalui penambahan kurikulum “motivasi dan membentuk karakter markatable” menjadi urgent.

Mandiri dalam mengejawantahkan idealisme apoteker memang tidak mudah ditengah arus kapitalisme yang akud. Namun demikian, memposisikan apoteker sebagai “pelayanan kemanusiaan di bidang kesehatan” yang indipenden adalah sebuah kondisi yang layak diperjuangkan. Untuk mendukung hal tersebut, perlu menyiapkan para calon apoteker idealis dengan kapasitas mumpuni. Mereka harus memiliki pengetahuan yang cukup, pengalaman yang banyak dan attitude yang bisa diterima lingkungan dan sekaligus berkemampuan mempengaruhi. Dengan demikian, kontribusi “kaum apoteker” dalam mewujudkan Indonesia Sehat menjadi terbuka lebar.

Profesi Apoteker tidak mengharamkan bicara tentang laba, tetapi memerlukan kebijaksanaan dalam prolehannya. Nuansa kemanusiaan dan kewajaran keuntungan adalah 2 (dua) hal yang cenderung relatif, tetapi kebersihan niat akan menemukan titik tengahnya. Semoga....





B.  Belajar dari Reaksi Peserta Kuliah Infomal

Seperti biasanya, diakhir perkuliahan diberikan pertanyaan kepada seluruh peserta dengan masa waktu menjawab 2x24 jam via email. Mereka diberi pertanyaan sebagi berikut:

  1. Menurut anda, apakah kuliah informal tentang “How To Sale Your Self” penting diselenggarakan?
  2. Setelah mengikuti kuliah infomral, apa yang anda rasakan dan apa yang anda rencanakan?
  3. lain-lain (hal ini memberikan kesempatan peserta untuk menyampaikan apa saja yang ingin mereka sampaikan).
Apa Jawaban Mereka ?...Berikut  disajikan kepada segenap pembaca:






REKAPITULASI REAKSI DAN PERSEPSI
Senin, 14 April 2014

NO
PESERTA KULIAH
1
From: herdaariyani29 <herdaariyani29@gmail.com>
Sblumnya sya ucpkan terimakasih untuk Bp M.Arsad Dalimunte..sungguh bahagia kmi bsa bertemu & mengenal Anda..
Kulh dr pa Arsad sungguh mngesankan..tentu sngt urgent kgtan ini dlakukn ..Akn lbh baik lgi jk dlakukan lbh dr skali slama Pkpa..tentu sja untk bsa mnciptkan pola pkir yg trus brkmbang prlu diasah trus mnerus,..Sya trs trang mnjdi trgugah untk lbh yakin akn kmampuan pribdi sy krn sblumnya sya trmsuk krg brsungguh2 jg pesimis shg sy hnya bsa mnjdi org yg biasa ...tp stlah ini ckrwala pkiran sy trbuka..sya ingin mnjdi apotker yg brtnggungjwb sklgus pngusaha sukses yg bsa mnsejhtrakan & mmbntu org lain...Sya ingn mnjdi prbdi yg unggul untk dpt mcpai kpasitas diri mnjdi insan yg baik di mata Tuhan......Amin(by Herda Ariyani/Mhs UAD yogyakarta)

@ Herda : thanks atas emailnya. Saya seneng membaca kalau kuliah tadi membangkitkan percaya diri Herda untuk mengotimalkan potensi diri bagi kemandirian pribadi dan juga kebermanfaatan bagi banyak orang. Saya berdoa, semoga Herda akan senantiasa dalam bimbingan Tuhan diproses menapaki apa yg disebut sebagai mimpi. Teruslah bersemangat dan biarkan waktu membawa herda pada capaian2 yg luar biasa..amin.
2
From: Anisah Khusnul <anisah.khusnul@gmail.com>

Assalamu'alaikum wr.wb 

1. Kuliah informal tentang "'how to sale yourself" sangat penting bagi calon apoteker seperti kami. Karena di dalam kuliah ini, kami diajarkan gimana menjadi seorang intrapreneur yang memiliki kemampuan ownership dan pada akhirnya mendapatkan saham 'not by money'. 2 hal yang sangat penting yaitu "be a different or unique person" dan "always increase your capacity" (maaf agak mengubah kata" bpk d kuliah kmrn, hehe).

2. Saat mengikuti kuliah kemarin, saya merasa banyak termotivasi dari cerita" bapak, mulai dari  profesi bapak sebagai "cleaner", saya merasa bpk saja bisa, seharusnya saya jg bisa. Kemudian ketika bpk menceritakan tentang adik bpk dan "manager"nya, seharusnya setiap apoteker baru memiliki manager seperti bpk ya, hehe.. Banyak apoteker baru, yg mungkin karena belum memiliki ragam kepernahan atau karena faktor ekonomi atau karena faktor" lain, hanya langsung setuju dan menerima saja ketika ada investor datang dan mengajaknya mendirikan apotek, dan pada akhirnya, seperti yg dikatakan bpk, dia tidak lebih hanya menjadi seorang pegawai saja, sama seperti TTK dan pegawai lainnya. Bahkan tidak sedikit apoteker yg menjadi korban PSA, karena PSA yg lebih mengutamakan keuntungan, PSA yg untung, apoteker yg disalahkan bahkan dicabut ijin prakteknya. Ketika mendapatkan tawaran investor, apoteker harus terlebih dulu menganalisis investor tsb bahkan kalau perlu ada perjanjiannya. 
Ketika bpk bertanya kepada kami, sudah berapa kali membuat orang tua menangis bahagia, jujur saya hampir nangis (tp saya tahan karena malu, hehe), bahkan ketika saya menuliskan kalimat ini, saya mau nangis, karena jujur saya sangat sensitif kalau membahas tentang orang tua dan keluarga (jd sedikit curhat ).. Entah sudah berapa kali saya membuat org tua saya menangis sedih karena kelakuan" saya, tetapi hanya baru sekali saya membuat mereka menangis bahagia, itupun sudah bertahun" yg lalu.. Membahagiakan dan membuat bangga orang tua, adik-adik saya (karena saya merupakan anak sulung), keluarga serta sahabat" saya memang sudah menjadi tujuan saya dari beberapa tahun yg lalu, yg sampai skrg belum benar" terwujud, semoga bisa segera terwujud secepatnya, aamiin 
Untuk mewujudkan keinginan saya itu dan cita" kecil saya yg lainnya, saya berencana segera menyelesaikan apoteker dan lulus dengan nilai yg baik dan mencari pekerjaan. Saya akan memulai pekerjaan saya dari bawah dulu, karena seperti kata bpk, semua hal besar berawal dari hal kecil. Saya bekerja untuk mencari "experience" dan mengumpulkan hasil dari bekerja itu (walaupun it's not about money, tp untuk berapa hal, everything's need money kan pak ? ) sehingga nanti pada akhirnya saya akan bisa menjadi seorang yg diatas dengan memiliki apotek sendiri dan usaha" lain yg mudah"an akan mampu membantu banyak org lain, insya Allah 

Maaf ya pak, jawaban saya panjang x lebar, maaf juga kalau bahasa atau kalimatny agak kacau, harap maklum, saya ngetik jawaban ini pas kebangun malam, gak bisa tidur lagi dan bingung mau ngapain, hehe..

Makasih buat materi kuliah dan sharingnya ya pak..  

@ annusa khusnul : panjang X lebar bermakna luas...he22..thanks atas email dan apresiasinya atas keterselenggaraan kuliah informal kemarin. Saya juga mohon maaf kalau membuat anisah menahan bulir air mata kejujuran tentang keinginan kuat mempeluas pengabdian pada orang tua.

Well...hidup adalah proses yg memerlukan fokus dan konsistemsi. Seperti kata nisa, semua berawal dari kecil dan besar adalah sebentuk kepercayaan Tuhan yg lahir dari keikhlasan dan ketulusan berproses. So...mulailah dengan niat baik dan berproseslah dengan hati yg ikhlas, sabar dan juga keyakinan yg kuat bahwa hari esok selalu ada harapan. Oke...like U said, "be a different and unique" & " always icrease your capacity"...jadikan 2 hal itu sebaga tiket untuk menjadi marketable. Keep your spirit and always smile..semoga sukses selalu untuk kita semua..amin....Cemunguttt...
3
From: fifin yuniastuti <fifinyuniastuti@gmail.com>
1. Saya setuju banget pak kuliah motivasi semacam kmren ini, sering2 d adakan,  kan bisa jadi stimulan tu pak,,,,  yg sering d stimulasi aja belum tentu semangat apalagi enggak ya pak :-D
2. Nah,,,,  habis kuliah ini saya jadi semangat bingit pak #loh,,,,  semangat jadi entrepreneur,,,  biar bisa menghidupi banyak orang,,, amin ya Allah,,,,  punya bbanyak apotek,,,,  jadi apoteker bernilai jual tinggi,,,  :-D amiiinnn,,,,
@ fifin : thanks atas respon emailnya, menjadi entrepreneur adalah sebuah kemuliaan bila didasari niat untuk membentuk kehidupan bagi banyak orang. Semoga mimpi fifin menjadi nyata dan apotek2 yg fifin cita2 kan menjadi kemyataan...amin..
4
1. Penting. Karena dg adanya kuliah "how to sell yourself", dapat mengingatkan kembali bahwa life's full of competition dan strategi2 tsb memang diperlukan untuk dapat survive.
2. Setelah mengikuti kuliah ini saya menyadari bahwa imaging/pencitraan itu perlu dilakukan dalam rangka survive/bertahan dlm hidup. Dengan imaging/pencitraan yg baik, akan meningkatkan bargaining position kita baik dalam karir maupun dalam kehidupan sosial.
Setelah mengikuti kuliah tsb, saya berencana untuk mengaplikasikan strategi2 "how to sell yourself" dalam karir dan social life

@ Endah yg bersemangat ; thanks atas emailmya, semoga aplikasi imaging/pencitraan akan membentuk satu apresiasi yg membawa endah diketerwujudan mimpi. Satu hal, hidup tidaklah untuk mengalahkan siapapun, tetapi hidup adalah kesempatan untuk melakukan banyak hal yg bermakna kebaikan bagi diri sendiri maupun bagi sesama. Okay...cemungudd ya..selamat berproses dan berjuang....Cemunguddd...
5
From: Anita Dian <nithz_dhean@yahoo.com>

Assalamu’alaikum pak Arsad

1.       Menurut saya kuliah informal tentang “ How to sale your self” itu penting karena dapat menumbuhkan motivasi dan semangat untuk belajar mengenali potensi diri sendiri sehingga harapannya nanti masyarakat akan lebih mengenal dan menghargai profesi apoteker.
2.       Saya merasa temotivasi setelah mengikuti kuliah bapak kemarin, bahagia sekali jika bisa membuat orang tua bangga.  Semoga suatu saat nanti saya bisa membuat ayah dan ibu bangga. Setelah lulus profesi saya ingin bekerja mengumpulkan modal sehingga bisa mendirikan apotek dan membuka lowongan pekerjaan bagi orang lain.

@ anita dian ; trims atas emailnya dan berharap kita semua diberi kesempatan Tuhan untuk berbuat banyak hal yg membahagiakan orang tua. Sebab, salah satu kunci sukses adalah berbakti pada orang tua. Semoga semangat untuk berkarya senantiasa terjaga hingga peluang kebermaknaan diri bagi sesama selalu terbuka...amin..
6
From:  <yaainiaku@gmail.com>
 1. Ya, menurut saya kulia informal ttg "How to sale yourself" penting karena dpt membangun kepercayaan diri sbg seorang Apt ;)
2. Setelah mengikuti kulia ini saya merasa bersemangat & insyaAllah termotivasi utk meningkatkan kapasitas diri. Rencana saya ke depan adalah menyelesaikan pendidikan profesi saya sambil berusaha meningkatkan kapasitas diri & dpt memanfaatkan ilmunya agar berguna bagi banyak org.
3.Lain-lain : Terimakasih pak atas kebaikan & waktunya, semoga kita sllu berada dlm lindungan Allah SWT, serta dpt selalu bermanfaat bagi org lain. Amiin YRA. Doakan sya pak. ^^

 @ No Name ; trims atas email dan responnya..insya Allah nama ary tidak akan dipublish. Selamat berproses menyelesaikan perjuangannya dalam menggapai apa yg disebut impian. Semoga..keinginan bermanfaat bagi banyak orang adalah bagian yg akan mempercepat semua mimpi itu tercapai..amin..Semangat terus ya...sebab semangat akan membuat adrenaline berjuang selalu menyala dan menerangi langkah..Sukses selalu untuk kita semua...amin ya Allah...
7
Wina Adestia Saputri - 1308020084
Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Menurut saya kuliah informal mengenai “How to sale for self” penting karena kita sebagai seorang calon apoteker harus memahami betul untuk menghargai profesi kita sendiri salah satunya karena alesan dibawah ini
 Apoteker merupakan sebuah profesi, dimana diketahui suatu bidang pekerjaan tidak akan berjalan tanpa kehadiran seorang profesi, seperti apotek tidak akan berdiri tanpa adanya seorang apoteker, dokter atau perawat tidak memiliki pengetahuan  mengenai profil farmakokinetika dari suatu obat secara detail  ataupun cara membuat obat seperti apoteker, obat ialah racun yang terukur dengan kata lain penggunaan obat tidak bisa sembarangan dan disini pula peran seorang apoteker untuk keselamatan pasien. Selain itu untuk menjadi seorang yang berprofesi apoteker harus menempuh suatu pendidikan tertentu.
Apoteker selain seorang pimpinan dia juga adalah seorang pemimpin oleh karena itu, perlu sebagai calon apoteker belajar untuk mengembangkan jiwa kepemimpinannya agar dapat berpengaruh dilingkungan sekitar atau menggerakan suatu pekerjaannya.

Perasaan saya setelah mengikuti kuliah ini semakin membulatkan tekad untuk menjadi seorang apoteker yang sukses dimata Allah maupun manusia. Karena menurut saya usaha yang berhubungan dengan obat tidak bisa hanya semata – mata mengutamakan profit masih banyak yang perlu diutamakan seperti keselamatan pasien.
Rencana saya ingin menjadi manusia yang tidak bergantung dengan banyaknya materi duniawi yang dimiliki. Salah satunya ingin bekerjasama dengan teman-teman sejawat apoteker untuk mendirikan apotek yang mengutamakan keamanan pasien seperti dispensing obat disertai pelayanan informasi obat, memberikan konseling, monitoring dan visiting ke rumah pasien. Pada kenyataannya untuk mendirikan apotek seperti ini dilapangan memang tidak mudah tapi akan saya coba. 

Lain-lainnya, bagaimanapun saya ucapkan kembali terimakasih kepada Pak Arsad yang telah berbagi semangatnya dan Wasalamualaikum Wr.Wb :D

@ wina : trims atas emailnya..sebuah komitmen kuat terhadap pengembangan profesi sangat tegas dalam kalimat2 wina. Disamping itu, komitmen terhadap kebermaknaan dan kemaslahatan juga tampak tegas, semoga bara semacam ini tak pernah padam hingga akan membawa wina pada ruang juang yg kian waktu kian meluas...teruslah berjuang, jaga niat dan kobarkan terus semangat untuk membangun karya2 spekatakuler bagi tigas2 kemanusiaan..sukses selalu dan cemungud always.....
8
From: Diana Gemini <dianagemini33@yahoo.com>

1. "How to sale your self"...menurut saya kuliah informal semacam itu cukup penting untuk diadakan, karna kuliah itu dapat membangkitkan lagi semangat dari orang - orang yang mungkin sebelumnya hanya bisa menyimpan baik - baik mimpi - mimpinya tanpa pernah berani berusaha mewujudkannya. Khususnya untuk mahasiswa farmasi semua mimpi itu harus diiringi dengan padat dan banyaknya materi formal yang juga dituntut untuk mendapatkan hasil yang memuaskan di bangku kuliah. Terkadang semua hal itu justru cenderung membuat para pelajarnya menjadi kehilangan motivasi untuk melangkah lebih jauh. Beberapa diantaranya ada yang malah menjadi berfikir, yang penting semua hal yang wajib dilakukan sudah terpenuhi  maka itu sudah cukup, jadi tidak perlu melakukan sesuatu yang excellent.

2. Saya sendiri setelah mengikuti kuliah ini merasa termotivasi lagi untuk kembali berusaha menyusun rencana - rencana kecil untuk mewujudkan semua mimpi - mimpi yang selama ini cuma tersimpan rapi di pikiran saya. Walaupun mungkin saya akan melakukannya nanti dengan cara saya sendiri, tidak memakai cara - cara unik seperti yang dicontohkan kemarin. Walaupun seperti itu, saya sekarang sudah berencana untuk tidak lagi menjadi bagian orang - orang yang hanya menginginkan hal yang biasa - biasa saja.

@ diana : thanks atas email dan apresiasinya..sy juga senang membaca lompatan keberanian untuk menata kembali mimpi, keberanian semacam itu bermakna terbukanya pintu asa. Be your self with your way...menjadi diri sendiri adalah hal terindah di dunia ini. So..mengembangkan percaya diri untuk melakukan apa2 yg diyakini itu penting dan sangat mendukung keterwujudan ragam rencana hidup. Saya juga berdoa, semoga keinginan menjadi orang luar biasa akan membawa hasil yg luar biasa..amin..amin...Semangat ya..sukses selalu ya....ganbatte...
9
From: Dini Ayu Purwaningsih Tamzis <dhiend4@yahoo.co.id>

1. Menurut saya kuliah informal "How To Sale Your Self" itu luar biasa dan penting buat apoteker2 muda untuk dapat mempersiapkan diri menjadi pribadi yang patut diperhitungkan dan tak tergantikan.

2. Setelah menjalani kuliah informal yg lumayan singkat namun berkesan ini saya merasakan ada energi lain yg membuat saya lebih optimis dan membuka mata saya bahwa ada "dunia lain" yang lebih penting dibandingkan hanya sekedar bekerja.
Saya merencanakan untuk tetap eksis dipekerjaan saya dengan niat ibadah sesuai ilmu yg saya miliki dan mengembangkan bisnis lain yang sedang saya tekuni serta merintis bisnis apotek selain itu saya jg akan fokus mendidik anak2 saya spy mereka lebih berhasil dari saya.

@ Dini yg penuh semangat : well..thanks atas email dan isinya sangat menginspirasi semangat untuk tidak pernah menyerah. Ketika dini konsisten dengan semangat itu, insya Allah dini akan berhasil memposisikan profesi apoteker pada porsi yang seharusnyan yaitu diperhitungkan dan tidak tergantikan.Niat baik akan ketemu jalannya. Oleh karen itu, jadikan niat baik dan mimpi besar itu menjadi sumber inspirasi, energi dan sekaligus guidence dalam menapai hari2 berikutnya yg bernilai harapan. Okay..be a good dreamer and be a good mom for your children...GBU..
10
From: Balqis Basleman <balqis.basleman@gmail.com>
 السلام عليكم
Aku Balqis Hisyam Saleh Basleman mahasiswa PKPA dari Univ. Muh. Purwokerto.
Aku mau jawab tugas Pak Arsad tentang apa kuliah “How to Sale Yoursalfe” itu penting apa nggak? Terus apa yg aku rasain dan apa yg aku rencanain?
Pertama yg soal kuliah aja dulu... Menurutku kuliah informal kayak yg Pak Arsad kasih itu penting banget dan penting banget juga sangat penting pak. Kenapa bisa penting banget pake banget? Karena jujur, sampai 5 menit sebelum kuliah informal itu diadain, aku masih bingung tentang apa itu apoteker dimata masyarakat terus gimana caranya aku bisa jadi seorang apoteker yg masyarakat kenal dan juga bisa punya nilai “plus” yg nggak orang lain punya biar aku bisa dapet kerja yg sesuai kemampuan dengan gaji yg sesuai pengorbanan dan profesi juga bisa buat modal nantinya buka usaha yg bisa mempekerjakan sesama muslim. Sampai akhirnya aku dapat “ilham” tentang How to Sale Yoursalfe dari Pak Arsad dan itu buat aku sangat tergugah dan bersemangat “to search about my selling price and how to promote this selling price of myself”.
Terus buat yang soal rasa dan rencara... Aku ngerasa bakal jadi orang yg nggak akan gagal kalo mau mencoba apa yg udah Pak Arsad coba dan bakal berhasil buat ortu nangis bahagia dan bangga walopun itu pernah aku alami tapi aku ngerasa itu belum seberapa kalo flashback pengorbanan mereka buat jadiin aku seperti aku yg sekarang. Rencara aku kedepannya, aku akan ngelakuin apapun yg aku mampu lakuin sesuai dengan bidangku sekarang demi masa depan yang cerah, dan salah satunya daftar CPNS walo awalnya meminta tapi aku janji pasti nanti aku bakal bisa memberi kehidupan disaat ALLAH memberikan waktu yg indah tapi aku bakal berusaha menciptakan waktu yg indah itu dan nggak cuma nunggu aja dari ALLAH. Karena aku sadar kalo kita nggak akan jadi apapun dan mencapai apapun hanya dengan menunggu kemurahan hati ALLAH tanpa berusaha memperoleh kemurahan hatiNYA.
@ Balqis : thanks atas emailnya..saya suka membaca isinya, ada semangat dan ada lompatan keinginan untuk melakukan yg terbaik khususnya dalam memposisikan profesi apoteker di realitas masyarakat. Saya juga melihat bahwa balqis punya kesungguhan dalam mewujudkan apa yg menjadi impian. Teruslah mencoba tanpa pernah berhenti, sebab hidup adalah proses belajar yg akan membawa pada hikmah-hikmah berikutnya. Semoga..tekad untuk membuat orang tua menangis bahagia sesering mungkin akan menjadi kenyataan...Be a good farmasist with your commitmen and spirit..be a good child for your parent...
Oke bilqis ...cemungudd ya....
11
From: Latifah Dikdayani <latifahdikdayani@yahoo.co.id>

aslmkm,, latifah pak salam kenal,, 
1. penting sangat
2. lebih tau potensi apa yg dmiliki apoteker, lebih paham kedepannya dgn apa yg dimiliki dgn potensi ini, lebih terbuka pemikiran dan harus bertindak spt apa.
krn segalanya berawal dr yg terkecil, maka saya mulai dari diri saya sendiri. mulai dgn memperbaiki diri, mulai memantaskan diri dan mulai membentuk pola kecil yg berkembang.
3. terima kasih untuk ilmu dan wawasan pemikirannya pak,, semoga ini tdk hnya smp dsni,, mohon bimbingannya kelak untuk kedepannya. 
wlkmslm,, 

@ latifah : thanks atas apresiasinya dan seneng membaca latifah akan memulai dari pola kecil yg akan terus mengembang. Betul sekali, sesuatu yg besar berawal dari kecil dan diperlukan kesabaran dalam berproses. Semanagat auto koreksi akan membentuk spirit untuk terus membuat hari menjadi lebih berwarna dan berkualitas. Semoga Allah senantiasa mendukung langkah2 kita dalam mewujudkan cita2..amin..Salam kenal juga..dan cemungudd always..
12
From: Ridha Erwika <ridha_erwika2@yahoo.co.id>

1. Kuliah informal how to sale your self sangat penting bagi calon2 apoteker.
2. Saya rasa saya lebih bersemangat dan termotivasi setelah mengikuti perkuliahan ini :) dan saya akan mulai belajar untuk mempelajari dan menerapkan ilmu2 yang diberikan pa arsad pada diri saya dan jika ada kesempatan ingin berbagi dengan teman2 lainnya atas pelajaran yang saya dapatkan kemarin.
3. Perkuliahan kemarin sangat menyenangkan pa, makasih untuk ilmu2 nya yg sangat bermanfaat :). Kalau bisa di akhir periode pkpa nanti diadakan lagi aja pa. Hehe

@ ridha erwika : thanks atas emai dan juga kemauannya berbagi ilmu pada teman2nya, sebab dengan mengajarkannya kembali ilmu itu akan menjadi bermanfaat. Kalau kemudian Ridha berfikir "pegelaran kuliah yg sama" adalah sesuatu yg penting, secara prinsip sy siap2 saja sepanjang H-7 kalian menghubungi sy agar teragendakan dalam aktivitas saya. Well..sukses selalu untuk kita semua dan semoga Allah senantiasa mendukung langkah2 kita meraih mimpi..amin ya Allah...Cemungud...
13
From: desie Yulita <desieuad@yahoo.co.id>
 1. Menurut anda apakah kuliah informal tentang "how to sale your self" penting atau tidak?
Menurut saya kuliah informal tentang "how to sale your self" itu penting bagi calon apoteker karena saya rasa kuliah ini memberi pelajaran penting bahwa hidup ini bukan cuman entang uang tapi hidup itu juga tentang bagaimana kita mengabdi dan membuat kita berharga dan bermanfaat bagi orang lain.
2. Menurut anda apa yang anda rasakan dan apa rencana anda selanjutnya?
Yang saya rasakan adalah saya jadi lebih bersemangat dan percaya diri untuk menjadi seorang apoteker karena saya yakin dengan apa yang sudah saya dapat baik saat kuliah maupun praktek bisa membuat saya menjadi apoteker yang kompeten.
Rencana saya selanjutnya adalah selain ingin mengabdi pada negara sebagai apoteker, saya mau membuka lapangan kerja dengan membuka usaha apotik.
3.terima kasih Pa Arsyad untuk satu ilmu kebaikan yang sudah diberikan. :)

 @ Desie : trims atas email dan responnya, Alhamdulillah..senang membaca tulisan yg menjelaskan desie menjadi lebih bersemangat dan lebih berkeinginan untuk menjadi apotek yg kompeten. Well..jadilah abdi negara yg tulus dan teruslah berupaya melahirkan karya yg bermakna bagi sesama..amin...Oke..sukses selalu untuk kita semua dan semoga Allah senantiasa memberi kita karunia dan hidayah dalam mentahapi cita-cita. Amin Ya Allah...Semangattt....
14
  Septa Pratama <septa.pratama@gmail.com> menulis:

1.menurut hati saya yang paling dalam kuliah seperti ini sangat keren untuk diberikan kepada para calon apoteker muda.
2.setelah berdiskusi dengan pak arsad tentang how to sale your self saya merasa bahwa saya dapat banyak ilmu baru dalam menghadapi kehidupan ini, walau sempat terbesot dibenakku kalau mendengarkan teori itu mudah tapi tetap prakteknya sulit, tetapi setidaknya saya dapat termotovasi untuk memaksimalkan kemampuan diriku menjadi lebih keren klw lebih ganteng harus operasi plastik,, hehehe 
rencana saya kemudian sudah jelas melanjukan perjuangan saya untuk dpat menjadi pengusaha,menjadi praktisi apoteker, menjadi dosen tamu, menjadi anggota DPR, menjadi Bupati supaya dapat membantu umat manusia lain menuju kehidupan yg lebih layak. dan satu lagi dapat berkuliah ke prancis tahun depan (diaminin bareng-bareng ya). dan rencana terkeren saya adalah merencanakan mati dengan keadaan khusnul khotimah(amin)

@ Septa yang ingin jadi apoteker, jadi bupati, jadi DPR : thanks atas emailnya dan seneng membaca bbagaimana septa begitu bersemangat menatap hari esok. Memang tak mudah seperti kata2, tetapi kemauan untuk terus berjuang adalah tiket untuk berada di keberhasilan. Semua pasti berliku dan penuh tantangan, tetapi "meyakini setiap niat baik akan ketemu jalannya" membuat langkah tak pernah berhenti untuk berusaha. So..semoga Septa sukses dengan segala cita2nya, termasuk cita2 terkerennya "mati dalam keadaan khusnul khotimah". Thanks dan tetep bersemangat.....
15
  Rizki Perdana <rizki.citox@gmail.com> menulis:
1.      Perlu, karena bisa buat tahu caranya “menjual diri” yang baik sebelum terjun di dunia kerja karena sebagai apoteker “menjual diri” sangat diperlukan nantinya...
2.      Yang saya rasakan ? cukup memberikan motivasi dan semangat untuk kedepannya...
Rencana ? belum ada rencana, yang penting kerjain dulu apa yang bisa dikerjain dan sebisa mungkin selalu bisa bikin bahagia orang lain, rencana bisa nyusul belakangan...

@ Rizki :"menjual diri" dalam konteks positif memang adalah sebuah seni yang memerlukan kecerdasan dalam memilih cara. pada titik itu lah perlu diperlukan diskusi-diskusi untuk menemukan cara terbaik yang kemudian menjadi pilihan. Let it flow like water...rencana akan ketemu sendirinya..saya meyakini hal tersebut.
Oke..semoga kita senantiasa dalam lingkar kasih sayang-Nya...amin....
16
Rhein Rhynie <rrhynie@ymail.com> menulis:
Assalamu'alaikum.wr.wb
 1. mnrt sy, penting. share gmbrn yg nyata dlm menghdpi org lain sbg pemilik modal tnpa mjthkn hrg diri sbg Farmasis muda.
2. my plan, slsaikn kuliah dgn baik, krj dimnpun nnti ditmptkn/lls, and make a new bussiness.

@ Rhein : thanks atas emailnya....semoga kuliah kemarin membentuk perluasan wacana dalam mengembangkan koneksitas bagi penyebarluasan nilai-nilai kebaikan yang diperjuangkan seorang farmasis. Oke Rhein...selamat berjuang menyelesaikan kuliah, kerja dan to create a business yang akan membentuk kebermanfaatan bagi banyak orang. Sukses selalu dan tetep semangat.........
17
From: ayuephi <ayuephigeg@yahoo.com>

Slamat pagi pak..
Menurut saya kegiatan ini sangat penting dilakukan untuk membentuk pola pikir calon-calon apoteker agar dapat menciptakan lapangan kerja bagi orang laen dan dapat meningkatkan keinginan mahasiswa untuk terus menggali dan menciptakan hal baru yg akan berguna bagi orang banyak sehingga apoteker tidak lagi hanya sebagai pekerja tetapi dapat menjdi seorang pengusaha..

Setelah mendapatkan penjelasan terkaid how to sale your self saya tringat dgn mimpi2 sy yg memang trs tertunda dan sy ingn segera mwujudkannya..astungkara
Mungkin rencana yg trpikirkan saat ini adlh menata ulang mimpi saya shg sy bs memprioritaskan mana yg hrs d lakukan lbh dahulu..
Trimakasih pak..

@ ayuephi : thanks atas emailnya dan selamat menata ulang mimpi yg terserak. Niat baik akan ketemu jalannya dan semoga semangat yg senantiasa terjaga membawa ayuephi pada capaian2 mimpi yg membahagiakan.Sukses selalu untuk kita semua dan teruslah menjaga kobaran semangat demi keterwujudan ragam mimpi...Salam semangat...
18
  aghna.zahrah <aghna.zahrah@gmail.com> menulis:
Assalamualaikum wr.wb
Perkenalkan nama saya Aghna Mafruha Zahrah, nim 13811177, Umiv. Islam Indonesia

1. Apakah kuliah informal tentang how to sale your self apakah penting atau tidak?
Jawaban saya adalah kuliah seperti ini sangat penting diadakan, yaaa....bagi org2 seperti saya yang hidupnya masih seperti mengikuti arus air, orang lain ke kanan saya ikut ke kanan, dan begitu pula sebaiknya, karakteristik yang manja yang masih mengandalkan uang dari orang tua,y ang masih bergerak atas kemauan org tua dengan fasilitas yang ada, akibatnya saya belum bisa memikirkan kegiatan kedepan seperti 5-10 tahun yang akan datang, mungkin menurut saya....saya ini termasuk mahasiswa yang cukup ketinggalan dalam masalah impian, hehehe.....Namun, dengan adanya kuliah ini sangat bisa mengubah pola dikir seseorang yang sempit akan mengenai dunia kerja, terutama bagi mahasiswa fresh graduate seperti saya karena realitanya temen2 mengeluh bahwa para fresh graduate itu susah dalam mencari pekerjaan karena banyak ynag dibutuhkan adalah dia yang sudah mempunyai kepernahan pak alias pengalaman. Alangkah baiknya jika kulaih seperti ini masuk dalam kurikulum di universitas, demi mengubah pola pikir atau semangat juang mereka yang masih melempem, seperti saya ini.......hehe :)

2. Apa yang anda rasakan dan apa yang anda rencanakan?
Jawaban saya adalah setelah mengikuti adanya diskusi how to sale your self, saya tertarik dengan penjelasan bapak mengenai sebagai orang2 interpreunership, ketika kita ingin mencapai hasil yang besar maka harus diiringi dengan usaha yang besar pula, dan uang yang tinggi bukan lah indikasi bahwa seseorang itu sudah mencapai keberhasilan, tp karena semangat yang tinggi seseorang bisa mencapai keberhasilan yang dia ingingkan, kalo diberi kesempatan saya ingin mempunyai karir seperti bapak...mempunyai dunia usaha yang sangat luas, mungkin salah satu permulaan rencana kerja saya adalah saya ingin membuka apotik dikampung saya pak...doakan yah pak semoga ini adlah permulaan usaha kecil2an yang nantinya bisa besar seperti usaha2 yang bapak lakoni....
3. Terimakasih atas semua motivasi yang bapak sampaikan, mungkin 3 jam pertemuaan sangat kurang bagi saya, tapi dengan waktu yang sedikit saya banyak mengambil pelajaran, semoga ilmu bapak barokah dalam mempengaruhi org2 yang semangat nya melempem seperti saya.....salam zuper dari saya buat bapak...semoga qt bs bertemu kembali di seminar motivasi2 bapak :)

Wassalamualaikum. Wr.wb

@ Aghna : thanks atas email dan apresiasinya. Menikmati berbagai fasilitas yang ada pada orang tua bukanlah sebuah dosa. Namun demikian, terbangunnya semangat kemandirian dalam kondisi keber-ada-an adalah awal kebijakan langkah dalam pola menikmati ragam fasilitas tersebut. Jadikan rencana membangun apotek di kampung sebagai sebuah semangat sehingga senantiasa bertenaga untuk terus berusaha yang terbaik. Optimalisasi bakat dan potensi yang dititipkan Tuhan adalah bentuk rasa syukur yang nyata dan pada akhirnya akan membawa pada hikmah-hikmah yang luar biasa.Oke aghna..sukses selalu dan tetep bersemangat.....!!!!
19
Erma Yunita <ermayunita.yunita@gmail.com> menulis:
1. menurut saya kuliah informal tentang how to sale your self cukup penting diberikan kepada mahasiswa :D
2. yang saya rasakan selama kuliah adalah merasa bersemangat tapi sekaligus untuk intropeksi diri akan hal yang selama ini sudah dilakukan. rencana saya kedepan adalah saya akan meningkatkan kapasitas saya sebagai seorang apoteker dan membuat orang tua dan orang yang menyayangi saya bangga kepada saya. Aamiiin...

 @ Erma : thanks atas email dan keberpihakannya terhadap keterselenggaraan kuliah semacam ini. Semoga semangat auto koreksi yang terbangun menjadi sebuah pemicu untuk melakukan langkah-langkah terbaik dalam mencapai cita-cita. Membahagiakan orang tua dan orang2 yang dicintai addalah sebuah kemuliaan, walau untuk mewujudkannya memerlukan semangat yang tidak pernah padam. Sukses selalu dan be your self.....Cemungud....!!!!
20
From: ana arny rambu <kimia.farmasis@yahoo.co.id>

Jawaban :
1.Kuliah ini penting, dimana pada kuliah ini kembali mengingatkan kpd saya untuk selalu mensyukuri smw karya Tuhan di dalam kehidupan sy n tujuan penciptaan Tuhan k dalam dunia ini untuk selalu memuliakan Tuhan (Ibadah) lwt karya kita yang luar biasa yg telah dianugerahkan pada kita brp talenta.
2.Saya merasa termotivasi dengan adanya kuliah ini n rncana sy k depan, dengan latar belakng pendidikan sy dalam pelayanan kesehatan kpd masy umum berharap dapat terealisasi, dapat bertanggung jawab terhadap pekerjaan n keilmuwan saya sesuai dengan sumpah n kode etik kefarmasian. 
3.Trima kasih bapak sdh mjd motivator yg baik bg kami, memberikan kami semangat juang untuk meraih impian. Tuhan memberkati bapak sekeluarga.

@ ana ; trims atas email dan responnya. Semoga Tuhan senantiasa membimbing kita dalam mentahapi cita2 menjadi nyata. Mari belajar untuk meniatkan segala sesuatu yg dilakukan adalah untuk kemuliaan dipaandanga Nya. Sebab, pola pendekatan yg nyata kepadaNya adalah dengan berbuat hal-hal baik yg mendatangkan manfaat bagi diri kita maupun bagi sesama. Well...jadikan profesi apoteker sebagai media pelayanan kemanusiaan yg dijalankan dengan penuh ketulusan.

Selamat melanjutkan perjuangan, semoga Tuhan senantiasa membimbing dan memberi hidayah...amin Cemungudd...
21
From: devi wulansari <deviwule@gmail.com>
 1. Kuliah umum Bpk Arsad sudah membuat saya hilang sejenak tentang tugas  pft dan tumpukan resep yang harus di analisis hehehe
kuliah ini penting memacu untuk berfikir maju bersemangat untuk mengembangkan ilmu yang di dapatkan .Saya pun menjadi semakin yakin bahwa dengan keyakinan yang kuat akan disertai niat dan usaha yang baik kita bisa mencapai apa yang kita impikan  pelajaran dan pengalaman yg Bpk berikan seperti
2. yang saya rencanakan setelah lulus apoteker adalah bekerja sebagai pegawai untuk mencari pengalaman dan membuka usaha Apotek,rumah makan, dan juga sekolah paud banyak cita-cita saya semoga semuanya bisa cepat terwujud dengan semangat dan kerja keras yang saya miliki sekarang
Terima kasih Bpk atas motivasi-motivasi yg telah diberikan..

 @ devi : thanks atas emailnya. Semoga saya tidak berdosa karena membuat devi lupa sejenak tentang tumpukan resep yg harus di analisa. Sy berharap semangat yg terbangun akan senantiasa terjaga, sehingga peluang melahirkan karya akan senantiasa terbuka, baik sebagai pegawai, pemilik apotek, rumah makan dan PAUD. Itu cita2 yg luar biasa, meyakini semua akan menjadi nyata adalah tiket terbaik untuk menggapainya. Sukses selalu dan tetep bersemangat...
22
cicakcimoet cimoet <cicakcimoet@gmail.com> menulis:
1. Penting, karena bisa membangun motivasi tiap pribadi, yah menjadi pegangan/bekal.
2. Yang saya rasakan setelah mendengar kuliah informal kemarin saya berpikir "kenapa saya tidak bisa dengan kompetensi yang saya punya sedangkan orang bisa" ini kalimat yang menguatkan saya. Dan untuk rencana kedepannya saya akan berusaha dengan kemampuan yang saya miliki dan tidak lupa di dalamnya saya selalu andalkan Tuhan di tiap kegiatan saya dan selalu awali dengan doa. (Doa dan berusaha). Tetap semangat n Tuhan memberkati.

@ Gita Rahma Adilah : thanks atas email dan responnya. Well...setiap orang pasti memiliki potensi yang dititipkan Tuhan dan mereka yang mampu mengenal potensi dirinya dan kemudian berinisiatif secara sadar mendayagunakannya dengan cara yang tepat, akan membawa pada capaian-capaian yang membahagiakan. Terus melangkah dan jangan terfikir sedikitpun untuk berhenti kecuali Tuhan mencukupkan hak kita untuk menghela nafas di dunia fana ini.  Sukses selalu untuk kita dan mohon perkenan untuk saling mendoakan....Cemungud...!!!
23
nadya Faradiba <nudz_diba@yahoo.com> menulis:
Menurut saya kuliah tentang “How To Sale Your Self” ini penting karena dapat meningkatkan motivasi dan semangat dan materi seperti ini tidak pernah diajarkan di bangku perkuliahan. Saya jadi tahu apa sih yang dibutuhkan diri saya setelah saya lulus menjadi apoteker dan ingin mencari pekerjaaan, dan tahu bagaimana kondisi riil yang ada di luar. Perkuliahan ini juga mengajarkan saya untuk menelaah kembali apa sih cita-cita saya. Saya berharap perkuliahan seperti ini terus diadakan dan akan lebih baik apabila diajarkan dalam perkuliahan formal sehingga para calon apoteker mempunyai semangat dan bekal yang dibutuhkan.
Saya merasa harus lebih banyak bersyukur atas apa yang sudah Allah berikan kepada saya selama ini. Saya berterima kasih kepada Pak Arsad yang telah memberikan motivasi. Saya akan berusaha meningkatkan kapasitas diri saya sehingga dapat bersaing dengan orang lain dan kedepannya bisa mendirikan Apotek saya sendiri.

- Life isn’t about what happens to us. It’s about how we perceive what happens to us.

 @Nadya penganut "- Life isn’t about what happens to us. It’s about how we perceive what happens to us. -" : thanks atas email dan responnya. Semoga  kuliah singkat kemarin bermakna bagi langkah-langkag Nadya diperjuangan berikutnya. Semua orang berhak atas kapasitas, tetapi tidak semua orang serius mempersiapkan diri dalam pembentukan kapasitas itu sendiri. Oleh karena itu, teruslah berusaha diatas kesadaran untuk masa depan yang lebih berpengharapan dan libatkan Tuhan dalam setiap pilihan langkah yang akan dilakukan....Semoga kita sukses selalu dan senantiasa dalam lingkar kasih sayang Tuhan..amin..
24
From: ratna ratna <ratnayulianaa@yahoo.com>
 
1. Penting
2. Menjadi tambah ilmu, tambah semangat,, rencana ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, sukses dunia akhirat aminn
3. Terima kasih
@ ratna ; thanks atas emailnya..singkat padat..to the poin..tegas dan penuh makna..semoga niat yg terjaga akan menggiring pada ketepatan langkah dalam mewujudkan cita2...
25
  ramdhan nugraha <ramdhan_nugraha2@yahoo.com> menulis:
Menurut saya kuliah informal tentang How To Sale Your Self penting karena membuka wawasan dan memupuk semangat saya untuk tidak putus asa dalam bermimpi dan meraih cita2 dan mimpi saya...yang saya rasakan ketika saya jatuh adalah saya harus bangkit, coba lagi, coba terus, meski kadang lelah dan putus asa, belajar untuk tidak mengeluh, belajar dewasa dalam sikap dan perbuatan untuk meraih mimpi dan cita2 saya, ketika pun saya sudah mentok, saya yakin itu sudah keputusan terbaik dari Allah, lalu berbalik arah, berjalan maupun berlari menuju pintu kesuksesan... yang saya rencakan adalah merancang masa depan yang lebih baik untuk keluarga kecil saya, belajar memperbaiki diri, belajar menata emosi, menjadi seorang yang sabar dan pemaaf dan berhati2 agar tidak mendzhalimi orang lain, belajar meningkatkan kualitas diri, baik dimata manusia juga di mata Rabb saya, melakukan apapun sebaik mungkin karena saya belajar meyakini bahwa Rabb sya selalu menilai saya, ada hikmah dibalik setiap kejadian, belajar dari bawah unuk dibangun menjadi seseorang yang lebih matang secara psikologis, talk less do more....sehingga kelak ketika saya meninggal saya ingin dikenal menjadi seseorang yang selalu bermanfaat, seseorang yang sholeh, dn menjadi inspirasi minimal bagi keluarga saya....
Lain2 : Pak Arsad mohon maaf saya mau mengoreksi kata2 bapak mengenai man jadda wa jada adalah pepatah arab bukan bersumber dari hadits nabi, mohon maaf sepengetahuan saya sperti itu...semoga berkenan (untuk ini mohon tidak dipublish pak). Terima Kasih...
Wassalaamu'alaikum wrwb
Laily Septi Widya
Program Profesi Apoteker UMP

@ Laily : thanks atas email da responnya. Hidup memang persoalan pilihan, manun ketika kita berada di persimpangan jalan, diperlukan kecermatan untuk menetapkan pilihan. Pada titik itulah kita perlu bimbingan Tuhan, karena tak jarang kita meyakini bahwa satu jalan mengandung emas ternyata dipenghujung adalah kotoran dan demikian sebaliknya. Saya sepakat dengan Laily untuk tidak pernah berputus asa, sebab bisa jadi hal itu bagian dari lemahnya iman. Okay laily, terus berusaha sebab kita tidak pernah tahu keberhasilan akan datang di langkah yang keberapa. Bayangin, andai saja Tuhan berketetapan keberhasilan akan tiba di langkah 1001 tetapi kita memilih berhenti dilangkah 1000...bukankah itu sebuah kesia-sia an???

Okay..sukses selalu untuk kita. Lalily benar bahwa "man jadda wa jada" adalah pepatah arab bukan bersumber dari hadits. Saya mohon maaf atas kekeliruan itu. Thanks dah mengoreksi, semoga Allah senantiasa membimbing dan melindungi kita...Amin...Salam semangat.....!!!!
26
  Rizka Trihabsari <rizkatrihabsari@gmail.com> menulis:
1. kuliah informal tentang "how to sell your self" menurut saya sangat
penting karena dengan adanya kuliah ini saya mendapatkan wawasan dan
peningkatan keterampilan untuk menjadi seseorang yang tangguh dan siap
bersaing di dunia kerja.
2. saat ini persaingan di dunia kerja menuntun kita pada dua pilihan
yaitu memilih untuk terlibat dalam persaingan tersebut atau berdiam
diri lalu membiarkan diri kita tertinggal dengan yang lainnya. jika
pilihannya adalah terlibat dalam persaingan, maka perlu adanya usaha
dalam meningkatkan kualitas diri serta menjadikan diri kita berbeda
atau unik dari yang lain. oleh karena itu, saya berencana untuk mulai
mengubah pola pikir saya, menjadikan diri saya berbeda dan unik
dibanding yang lainnya agar mampu menjadi pesaing yang tangguh.
3. terimakasih kepada bapak karena telah menceritakan sebagian
pengalamannya di dunia kerja kepada saya selaku mahasiswa PKPA
sehingga bisa menjadi inspirasi sekaligus motivasi tersendiri untuk
saya.

@ Rizka  yang tangguh: trims atas email dan responnya. Saya juga seneng mendapati kalimat-kalimat rizka yang bersemangat untuk meningkatkan kapasitas diri dalam rangka untuk menjadi lebih baik. Well...selamat berjuang dan terus menatap ke depan dengan optimis. Seperti kata Rizka, berdiam diri bermakna membiarkan orang lain menjadi pemenang...so, do the best and be a different...semoga sukses selalu dalam lingkar kasih sayang Tuhan...amin....Semangat....!!!
27
Abiy Rahman <abiy.rahman@yahoo.co.id> menulis:
1.menurut saya sekarang belom merasakan terlalu penting
2.saya ingin praktek langsung dan harapan saya bisa membuat suatu apotek yang memiliki tenaga ahli seperti dokter, perawat dan apoteker yang nantinya bisa melayani pasien semaksimal mungkin dan pasien mersakan kesembuhan yg berarti dan keluar dari apotek dengan senyum bahagia.
3.tengkyuuu pak atas informasinya

@ Abiy Rahman : thanks atas email dan responnya. Semoga dinamika dalam "praktek langsung" akan membentuk pengalaman-pengalaman luar biasa dalam membahagiakan konsumen lewat kesembuhan. Saya juga berharap apotek yang memiliki tenaga ahli akan segera mewujud sehingga peluang memberi manfaat bagi banyak orang semakin terbuka lebar. Amin Ya Allah....Sukses Selalu untuk kita semua..amin....
28
  muchamad ducha <ducha.latif@gmail.com> menulis:

1. Kuliah informal tentang "how to sale your self" bagi saya sangat penting.
2. Yang saya rasakan setelah mengikuti perkuliahan ini adalah menjadi semakin paham arti sebuah hidup, dan yang saya rencanakan setelah menjadi seorang apoteker adalah mencari ridho Allah SWT dengan bekerja karena bekerja adalah ibadah kemudian menjalankan sunah rosul yaitu menikah...

 @ Muchammad Ducha yang ingin segera menikah: trims atas email dan apresiasinya, semoga perkuliahan kemarin memberi makna menyemangati bagi langkah-langkah selanjutnya di hidup Ducha.Kata Seorang Kyai..dunia dan akhirat sesungguhnya adalah satu kesatuan tidak terpisahkan sehingga berbuatlah sesuatu atas niat ingin mulia dimata Allah. Menjadi apoteker sukses dan penuh manfaat serta menikah adalah 2(dua) langkah dunia yang juga bermakna akhirat.  Sukses selalu bro...dan tetep semangat......salam untuk calon pendamping hidup Ducha....he22
29
 Aghita Hadianto <aghita_hadianto@ymail.com> menulis:
AGHITA PURWANINGSIH
kuliah informal how to sale ur self penting g?
jawabanku: GAK PENTING pak, tapi WAJIB... wajib diterapin d kurikulum, g cm bwt mhsw, tp SD, SMP n SMA,... kalo perlu bwt para orangtua, sbg edukasi parenting, hehehehe... jadi biar anak-anak tu sejak dari kecil uda dididik jadi orang yang optimis, punya daya saing, pny prinsip, bisa menempatkan diri dan yang jelas g matre..

Apa yang anda rasakan dan apa yang anda rencanakan?
Jawabanku: rasanya biasa aja pak,... cm butuh merenung dan menata hati, *cieileee. rencananya sy mau nulis targetan hidup bwt dunia n akhirat saya pak.... hehe

Lainlain
Jawabanku: apa ya pak, sulit diungkapkan dgn kata2,,hihihi... jgn lupa doakan qt para profesi apoteker biar lebih diakui perannya di masyarakat dan sistem pelayanan kesehatan itu sendiri. dan semoga teman2 profesi apoteker bisa punya "daya beli" yang mahal...hehehehe...jangan lupa doakan qt dalam setiap sujud bapak, hehehehehe. matur nuwun sanget pak :)

 @ Aghita Hadianto :thanks atas emailnya...selamat merenung dan menata hati. Kata orang bijak "di ketenangan hati" akan melahirkan gagasan yang jernih dan dekat dengan keberhasilan. Semoga Aghita menemukan ketenangan dan sekaligus lipatan energi untuk membentuk hal-hal baru yang mendatangkan capaian2 baru yang membahagiakan. Mahal tapi Gak Matre...asikkkkkk...Thanks dan semoga senantiasa bersemangat...Cemunguddddddd.....
30
  yansen indo negoro <yansenindonegoro@ymail.com> menulis:
1. Apakah informal tentang how to sale your self penting atau tidak bagi apoteker?
Jawab :
Sangat penting...!!! Dan wajib hukumnya...!!!! Apoteker adalah orang yang memimpin, mengatur, n brtanggung jawab terhadap suatu apotek untuk melakukan pelayan kesehatan yang di butuhkan oleh seluruh masyarakat yang membtuhkannya. Apoteker tidak hanya menjual jasa pada pasien melainkan menjual barang (Obat). Itu lah kelebihan yg dmiliki profesi apoteker dibandingkan dengan profesi lainnya...sprti dokter..prawat..bidan dll..maka dari itu kita harus mampu menjual diri kita kepada orang lain. Menjual disini berarti menjual semua bakat, keahlian, kemampuan, pengetahuan, ilmu, dll yang kita miliki n bukan brarti menjual karna materi (uang). Dengan kemampuan yg kita miliki sebagai seorang apoteker kita dapat menjual bakat, kemampuan, keahlian dll kita pada pasien dengan gratis tanpa di pungut biaya. Tapi kita memiliki keuntungan dengan menjual suatu barang (Obat). Dengan pelayanan yang semaksimal mungkin dan dilakukan dengan sepenuh hati maka pasien pun akan tertarik n tidak ragu lagi untuk membelinya. N disitulah pasien akan merasa puas n memiliki sugesti bahwa penyakit yg di deritanya pasti sembuh....!! Dan saya yakin dengan menjual seperti itu akan menjadi kabar burung yang luar biasa.

2. Apa yang anda rasakan dan apa yang anda rencanakan?
Jawab:
Yang saya rasakan adalah saya rasa saya layak menjadi seorang apoteker yang manpu memberikan pelayanan terbaik pada masyrakat yg mmbtuhkannya. N yang saya rencanakan stelah slsai kuliah profesi apoteker yaitu saya akan bangun apotek terbesar di kampung saya. Saya jadikan apotek tersebut seperti pasar yang masyarakat dapat memilih dan membeli obat sesuka hatinya (obat bebas) seauai keinginan, keperluan n kempuanya sendiri guna menjaga n memperbaiki kesehatannya. Dengan di dasari edukasi n informasi yang se detail n sejelas mungkin tentang produk/barang yang fungsinya jelas bagi kesehatan. Saya ingin semua masyarakat lebih pintar lagi memelihara keseharan atau memperbaiki keshatanya tanpa pergi ke dokter dahulu dengan biaya yang tidak sedikit.

 @ Yansen Indo Negoro : thanks atas email dan responnya. Membangun Apotek yang me-masyarakat, itu gagasan brilian. Paradigma masyarakat tentang sehat itu mahal memerlukan koreksi bijak dan saya menilai gagasan Yansen mendukung kearah itu. Serasa ingin segera datang ke kampung halaman Yansen dan mendapati apotek tersebut berdiri gagah dan dipenuhi pengunjung. Saya ingiin mendengar mereka mengatakan bahwa apotek tersebut berbeda dan memberikan kenyamanan yang tak mungkin didapatkan ditempat lain...saya yakin akan mewujus sepanjang niat dan semangat Yansen senantiasa terjaga....Sukses selalu dan mari saling mendoakan..............................
31
  R. Cahya Andriana <ria.cahyaandriana@gmail.com> menulis:
1.  Kuliah informal tekait “How to Sale yourself” sangat penting, sangat cocok untuk mahasiswa PKPA dimana bisa dijadikan bekal setelah selesai PKPA nanti untuk memasuki dunia kerja. Tau bagaimana harus menempatkan diri, menjadi berbeda, unik, memiliki daya tarik tersendiri dan menarik dibandingkan orang lain pada umumnya. Kuliah ini juga bisa menjadi salah 1 hal yang berbeda dibandingkan di tempat PKPA lainnya.

2.  Hal yang saya rasakan ketika mendapatkan kuliah ini saya menjadi lebih optimis dan memiliki motivasi lebih untuk menjadi percaya diri memasuki dunia kerja. Hal yang saya rencanakan: ketika saya lulus kuliah nanti dan saya akan melamar suatu pekerjaan saya sudah berniat untuk melakukan hal yang bapak Arsyad pernah sampaikan kemarin. Membuat sesuatu yang berbeda pada kesan pertama misal Map atau Amplop yang menarik/unik/ berbeda dari biasanya atau pada kebanyakan orang. Selain itu juga terkait dengan isi surat lamaran yang lebih menarik dalam artian, tidak seakan2 kita yang membutuhkan sebuah pekerjaan tersebut, tetapi akan saya buat seakan2 instansi (si pembuat lowker) yang membutuhkan saya dan pantas memilih saya untuk dapat bergabung dan menempati posisi yang dibutuhkan dalam lowker tersebut. *karna dalam sebuah artikel saya juga pernah membaca hal seperti itu. Hehe.. Dan tentunya hal ini perlu disiapkan dengan sangat matang sejak saat ini, dalam artian ketika kita akan benar2 percaya diri dan meyakinkan pemilik lowker akan kemampuan kita. Kita sudah benar2 siap untuk menempati posisi tersebut. Sehingga tidak terkesan Omdo (omong doang) atau membuat sebuah janji palsu atau PHP. Oleh karenanya memang sangat perlu mempelajari instansi tempat kita akan melamar pekerjaan nantinya.

@ R.Cahya Andriani : trims atas email dan responnya,semoga semangat yang terbangun akan membentuk perbedaan-perbedaan yang membuat nilai diri semakin tinggi. Berbeda membutuhkan keberanian dan kalimat2 Andriani menunjukkan keberanian yang nyata. So...do it soon...Hanya cara luar biasa untuk dampai di capaian yang luar biasa. Keunikan memang layak dikampanyekan. Sebenarnya setiap orang unik dengan karakternya masing-masing, akan tetapi tidak sedikit yang belum menemukan cara membahasakan dirinya sehingga terlihat seperti kebanyakan orang. Saya meyakini Andriani akan menemukan cara terbaik sehingga dinilai layak menempati ragam posisi. Jangan pernah bosan untuk sabar dalam berproses, sebab kesabaran selalu menjanjikan keindahan.. Sukses selalu untuk kita dan tetep semangat............CEMUNGUTTTT..!!!
32
Andhika H . zaltham <aslibengkulu@yahoo.com> menulis:
NAMA    : ANDIKA HENDRICHO ZALTHAM

1. Apakah kuliah informal "HOW SALE YOURESELF" penting atau tidak?
jawab: menurut saya penting, karena kuliah tersebut bagi saya dapat menambah ilmu baru, pengalaman baru, semangat baru sehingga dapat memotivasi diri saya dan meyakinkan mimpi saya untuk menjadi entrepreuner yang sukses di Indonesia, sehingga saya dapat membahagiakan kedua orang tua saya.

2. Apa yang anda rasakan dan apa yang anda rencanakan?
Jawab : yang saya rasakan saat ini adalah bahwa saya dapat mewujudkan impian-impian saya dan bahkan mampu melampaui impian dan kesuksesan orang lain, dan dapat membantu orang-orang disekitar saudara-saudara dan teman-teman saya.
Untuk rencana kedepan ini, setelah lulus saya ingin membuka usaha cafe and resto daerah saya dan membuka beberapa apotek diseluruh indonesia.semoga rencana ini terwujudkan. Amien
  
 @ Andhika : thanks atas email dan responnya. Saya suka penggunaan kata "Indonesia". Hal ini menggambarkan cita-cita besar dari seorang Andhika. Untuk itu, penjagaan semangat untuk terus berusaha dan mendekatkan diri pada Tuhan akan menggiring langkah2 efektif bagi pencapaian cita2 tersebut. Niat baik pasti ketemu jalannya...saya meyakini hal itu. Apalagi semua cita2 itu ditujukan bukan hanya untuk kesuksesan diri sendiri tetapi juga untuk kepentingan banyak orang sehingga lebih banyak yang ikut berdoa. Okay..sukses selalu untuk Andhika dan optimis lah dalam setiap langkah....Cemungutt ya...
33
From: dian asmi <dianasmimire@gmail.com>
 Apakah kuliah informal mengenai how to sell your self penting atau tidak?
Jawab:
Menurut saya kuliah informal mengenai how to sell your self sangatlah penting untuk mahasiswi profesi yang akan menjadi apoteker tidak lama lagi, dengan kuliah ini kita mendapatkan cara2 bagaimana cara menjual profesi kita kepada orang lain dengan cara yang cerdas bukan dgn meminta2. Bagaimana kita menjual profesi apoteker kita dgn cara yang berbeda dan unik dari orang-orang lain sebelumnya, bagaimana kita meningkatkan kapasitas diri kita dari pengetahuan, efperience(kepernahan), attitude (sikap). Agar kita percaya diri saat menawarkan jasa apoteker kita kepada perusahaan or pemilik apotek.
Apa yang anda rasakan dan rencanakan??
Jawab:
Yang saya rasakan, kuliah ini sangat menarik, banyak ilmu2 yang harus di curi dari kuliah informal seperti ini, dengan kuliah ini saat saya lulus saya bisa merencanakan bagaimana cara mendapatkan pekerjaan sesuai profesi kita dengan cara2 yang berbeda dan unik, tidak dengan cara memohon2 atau seperti cara permohonan lamaran kerja yg sama seperti ribuan pelamar laiinya, dan yang saya rencanakan jg meningkatkan kapasitas diri saya sendiri agar dengan kapasitas itu pengetahuan, kepernahan, dan sikap dapat menjadi nilai jual yang tinggi untuk masa depan pekerjaan yang akan saya lakukan.

@ dian asmi : trims atas email dan partisipasinya, memposisikan profesi untuk dibutuhkan memang memerlukan keunikan cara sehingga lebih bernilai dan mendapat apresiasi dari banyak pihak. Untuk itu, ragam kepernahan akan membentuk pengayaan gagasan dalam membahasakan sehingga eksistensi profesi berada pada titik seharusnya. Satu hal yg menjadi catatan, profesi apoteker adalah sebuah kemuliaan dimana nilai2 kemanusiaan menjadi tema utama perjuangannya. Semoga sukses selalu dan senantiasa disayang Tuhan..amin..
34
From: ekasusilowati78 <ekasusilowati78@yahoo.co.id>
 Jawaban pertanyaan
1. Kuliah informal ini sangat penting bagi apoteker pak... Seorang butuh pemahaman how to sale your self.. Kapasitas diri yg dijual untuk membuktikan kemampuannya yang LUAR BIASA, bukan hanya menjadi apoteker yg biasa. Karena memang selama ini bnyk dari teman sejawat apoteker masih merasa minder & kurang percaya diri sehingga selalu & hanya berperan dibelakang layar.
2. Jujur saya kaget pas pak arsad menyampaikan materi ini... Mungkin dari face ga keliatan bpk sekaligus motivator... Hehe... Saya jd lebih bersemangat, setiap hal baik yg kita jalani memang hrs yakin ya pak,,, karena keyakinan berdampak pd hasil akhir... Ketika keraguan nyempil sedikitpun, pasti hasil akhir akan berbeda.. Semoga semangat ini ga kendor pak, yah seenggaknya bertahan 1 bulan... Hahaha.. Jujur lg nih pak, pas kuliah berlangsung saya spontan sms bpk ibu saya, "bpk ibu saya harus sukses, minta maaf pasti bnyk salah & mohon sllu doanya " dan ibu bpk  lngsng balas dg kata-kata yg menyenangkan & menenangkan hati :)
Rencana saya kedepan, saya msh berobsesi untuk bisa membahagiakan kedua orangtua & orang terdekat yg saya sayangi dg Insya Allah stlh lulus profesi ini saya mencoba menggali kepernahan yg bpk sampaikan di beberapa instansi.. Sehingga ketika saya memiliki rencana usaha saya sdh lebih siap & percaya diri cukup utk menghadapi tantangan yg ada..

@ eka susilowati: trims atas emailnya..saya seneng membaca bagaimana orang tua eka memberikan jawaban yg menggembirakan atas sms yg eka kirimkan. Semoga itu berkah dan menjadi sumber kesuksesan eka dalam menapaki mimpi. Tentang daya tahan semangat, sy kira tidak hanya satu bulan saja..he22, tetapi setiap saat harus bersemangat agar bisa menjadi apoteker yg luar biasa dan memberi makna beda bagi sesama. Well..selamat berjuang..ingat ; tidak ada hasil luar biasa dari cara2 yg biasa...semangat ya..eka pasti bisa...
35
  Riky Adi <riky33adi@gmail.com> menulis:
1)Penting, karena menambah pengetahuan tetntang bagaimana cara "menjual" diri sesuai dgn kompetensi yang dimiliki

2)Yang saya rasakan adalah suatu pengalaman baru dan berharap kedepan dpt bermanfaat dibidang yang akan ditekuni

 @ Riky : thanks atas emailnya dan berharap kuliah kemarin bisa menjadi bekal tambahan dalam mentahapi perjuangan meraih mimpi. Sukses selalu dan tetep semangat...
36
  ramdhan nugraha <ramdhan_nugraha2@yahoo.com> menulis:
Pak ini sy desi ekarmila (nulisnya nama lengkap soalnya yg nama desi ada 2),,
Menurut sy kalo d bilang penting, ya emang penting sih kuliah kemaren karena dpt memotifasi diri sy sendiri, tntang apa yg akan sy pilih nnti untuk k depannya..
Kemudian tntng apa yg sy rencanakn dan apa yg sy rasakn, kalo untuk rencana saat ini yg jelas sy pengen slesaiin kuliah profesi dlu dngn nilai yg sangat memuaskan dan tepat waktu, karna tuntutan dr ayahanda, hehehe (sebernya sih pengen cepet kerja)...
Dan uhtuk apa yg sy rasakan saat ini, sy masih kurang dlammembhagiakan ortu sy terutama ibunda karna belum bisa menunjukkan diri sy yg sebenarnya (beloum bisa mandiri),,
Jd terima kasih buat motifasinya kmaren bapak,,,
Mungkin ini aja jawaban dr sy..

 @desi ekarmila : thanks ats emailnya walau menggunakan email orang lain..he2. Well..semoga kuliah kemarin memantik untuk segera mandiri dan melakukan hal2 luar biasa yang membahagiakan orang tua. Semoga terus bersemangat dalam berusaha dalam mentahapi segenap perjuangan meraih mimpi. Bersabar dalam proses akan membawa pada keindahan sebuah akhir...salam sukses dan cmungutttt...
37
chyca wijayanto <chycawijayanto@gmail.com> menulis:
TUGAS PKPA
1. menurut saya kuliah kmren menambah spirit n semangat saya menjalankan tgas PKPA ini pak,saya jg berterimaksih kepada bapak karena adanya kulah kemaren menambah menambah motivasi samemasukkan  positif untuk trus bersemangat dalam PKPA ini.
2. saya merasakan jauh lebih terbuka pikiran saya tentang keberadaan saya dsni krn kerja keras n pengorbanan orang tua saya, yg seharusnya saya blas dgn memberikan hasil terbaik dlm study saya tempuh pak dgn saya bersungguh2 dalam mnjalani study saya ....
Untuk rencana saya  skg yaitu ingin menyelesaikan tgas pkpa saya ini dgn hasil yg memuasakan, yg juga berguna sbg pengalaman bagi saya untuk terjun langsung sebagai tenaga kefarmasian mndatang. untuk rencana yg jauh lebih kedepanyya nanti saya ingin menjadi seorang farmasis yang sukses yg saya mulai dengan mengum,pulkan banyak pengalaman dlu n banyak belajar, krn seorang farmasis belajarnya tidak hanya dbangku kuliah hrs seumur hdup  untuk menjadi profsional
@ Chyca Wijayanto :Thanks atas email dan responnya. Saya mendapati semangat yang kuat dalam kalimat-kalimat chyca. Itu ekspresi yang sangat berguna dalam membentuk capaian-capaian yg sering didefenisikan sebagai kesuksesan. Truslah berproses dengan penuh ikhlas dan kesabaran, Insya Allah akan berujung dengan keindahan sebuah akhir. Jangan pernah terfikir berhenti, karena belajar hanya terhenti bila hak untuk bernafas telah dicukukan Sang Pencipta. Salam semangat.....!!!!
38
indriyani aphe

thanx banyak ya pak arshad... memang perjuangan ini gak semudah ketika kita bermimpi.. mimpi itu gampang, tp perjalanan kita dalam meraih mimpi itu yg terjal banget.., gak cuma air mata yg tertumpahkan, tp jg tenaga biaya dan mental yg memang harus benar benar kuat..
makanya kita harus punya prinsip hidup bahwa kalau setiap cerita hidup selalu indah tu kita gak akan pernah kenal dengan sabar dan ikhlas.. begitu juga kalau setiap yg kita inginkan maunya selalu dikabulkan, kita gak akan pernah tau indahnya mendekati Allah SWT dengan jutaan doa dan harapan.. dan kalau setiap harapan kita selalu berjalan mulus sesuai rencana, maka kita gak akan pernah belajar bahwa kecewa itu menguatkan.. hihihihiii :D
salamm uyeee @aphee22 thanx banget ya pak arshad atas semangatnya... cemungudddd !!! xixixixii


@ Indriyani : hmmm...trims banget atas email dan apresiasinya, semoga pertemuan kemarin membawa hikmah dalam meneruskan perjuangan menggapai cita-cita. Semoga efektivitas pertemuan kemarin akan menjadi ingatan yang senantiasa menyemangati, sehingga Indriyani menjadi apoteker sukses, selalu dirindukan orang lain dan juga di sayang Tuhan...pokoknya komplit deh...semua diborong sama indri...he2

well..saya sepakat banget dengan kalimat indri tentang prinsip yg kuat, mental tahan banting, tekat yg bulet dan gak bakal ada yg bisa bikin kekuatan n mental kita yg bulet itu jd kotak...semoga hal ini membuat Indri menjadi pejuang tangguh demi mewujudkan capaian yang layak dikenang dan menginspirasi banyak orang.

Oke..sukses selalu dan senantiasa cemunguddddd....!!!
39
From: nila kandhi eldini <nila_eldini@yahoo.co.id>

bapak, mohon maaf sebelumnya saya udah mengirim email td pagi tapi ternyata setelah saya cek bukannya mengirim tapi malah kesimpan ke draft saya. maap saya teledor ya pak -__-
kalo belum terlambat saya mau berkomentar, menurut pendapat saya penting sekali pak kuliah tersebut, karena untuk memotivasi diri sendiri dan membuka wawasan kita.. apalagi sebentar lagi pasar bebas ASEAN, persaingan akan semakin ketat, sehingga kita harus menjadi pribadi yang mempunyai kapasitas yang lebih dibanding yang lainnya..hehe
2. yang saya rencanakan yaitu kalo udah lulus, pengennya bikin apotek sendiri, dimana saya bisa mengatur semuanya sendiri dan menghandle dirinya sendiri, karena jam kerjanya bebas jadi bisa ngurus yng lainnya juga, sepertinya punya bisnis kost2an boleh jg hihihihi

 @ nila ; thanks atas emailnya..keterlambatan pengiriman mungkin lebih tepat didefenisikan dari kekurang telitian..he22..Betul sekali..Pemberlakukan pasar asean bermakna terjadinya free flow investasi, barang dan jasa dan juga SDM. Dengan demikian, persaingan menjadi terbuka dan yg memiliki daya saing yang akan bisa survive dan berkembang. Akibat dari pemberlakuan ini hanya 2 (dua), apakah indonesia hanya menjadi obyek market yg dimanfaatkan pemain dari negara lain dikawasan asean, ataukah pemain indoonesia akan bisa menjadi tuan rumah dinegerinya sendiri dan sekaligus berkemampuan untuk ekspansi ke negara2 lain anggota asean. Atas dasar itulah, daya saing menjadi penting dan sangat menentukan apakah akan menjadi pemain penting atau tegerus dan hanya menjadi penonton saja.  Oleh karena itu, meningkatkan kapasitas diri baik dalam kontek unik dan difference maupun dalam meningkatkan pengetahuan, pengalaman dan attitude, menjadi kunci untuk bisa memainkan peran penting termasuk dalam lingkungan apoteker. Oke...semoga kesadaran dampak AEC (Asean Economis Community) akan menjadi pemicu untuk terus bersemangat dalam mentahapi pencapaian mimpi..amin.. Salam semangat dan sukses selalu untuk kita semua..amin...
40
From: diana Puspita <dayana_poezpitha@yahoo.co.id>
 
1. Menurut anda apakah kuliah informal tentang how to sell yor self penting atau tidak bagi calon apoteker
penting sekali karena para calon apoteker masih bingung untuk mengambil keputusan ke depannya mau bagaimana mau jadi apa kerja dimana, jujur saya sendiri bingung awalnya tapi karena dukungan dari banyak orang yang saya sampai di titik ini dan insyaallah tahun ini menjai apoteker, pencapaian ini memang terlihat mudah tapi bagi saya begitu banyak pengorbanan yg telah saya lakukan untuk menjadi seorang apoteker, maka saya harus menjadi seorang apoteker yg bisa menjual dan saya menjadi tahu bagaimana caranya untuk "How to sell your self" . terimakasih pak arsad :)

2.Apa yang anda rasakan dan apa yg anda rencanakan
saya merasa termotivasi, rencana saya ke depan akan berkumpul dengan keluarga yang saya sayangi (orangtua) dan memulai usaha membangun sebuah apotek di kota saya mudah"an dilancarkan jalannya amiiiin 

@ Diana Puspita ; thanks atas email dan responnya. Semoga semangat yg didapat dari proses kuliah kemarin menjadi sumber motivasi untuk lebih percaya diri dalam melakukan pilihan pasca kelulusan sebagai apoteker. Setiap orang punya hak rejeki dan berusaha adalah jalan untuk meraihnya. Oleh karena itu, teruslah melangkah ke depan dengan optimis atau penuh keyakinan karena Tuhan sesungguhnya seperti prasangka hamba-Nya...

Okay..sukses selalu dan jangan pernah berhenti...salam Cemungud...























 









 




Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved