DI HUT PMAT KE-15 YANG MENGINSPIRASI

Minggu, 29 Desember 20130 komentar



PMAT…
 Persatuan Mahasiswa/I Anak-Anak Transmigran.... 

Serasa seperti menemukan rumah sendiri tiap kali mampir di asrama mereka. Kehangatan sambutan se isi asrama membuat ingin terus berlama-lama duduk disana dan bercengkrama walau tanpa fokus tema dan atau sebatas gelar canda tawa. Tak pernah terfikir base camp  mereka sebagai gudang penderitaan, saya selalu  memandang sebagai gudang masa depan  sebab di huni oleh kaum intelektual muda dan orang-orang  yang selalu bersemangat meningkatkan kapasitas keilmuannya...



saya mendapati wajah-wajah peduh semangat dan optimis, wajah-wajah tulus   yang menunjukkan keyakinan bahwa masa depan sangat berpengharapan.  Saya memang menyaksikan asrama itu seperti overload karena kebanyakan penghuni, tetapi saya tak melihat hal ini menjadi masalah serius dan mereka tetap fokus pada tujuan utama...menyelesaikan study nya.Kehangatan dan keakraban layaknya sebuah keluarga, membuat iklim asrama hampir tak pernah senyap...begitu menyenangkan...
 

Walau terlambat, saya tetep bertekad untuk bisa menghadiri undangan PMAT dalam rangka HUT nya yang ke-15. Diantara ragam agenda, kudapati satu sajian tarian daerah yang berasal dari Propinsi Riau di pergelarkan oleh para mahasiswi-mahasiswi anggota PMAT. Mereka tampak begitu piawai membawakan tarian ini,  gerak tubuh beriring dengan irama musik dan tampak begitu kompak dan serasi. Setelah mencoba bertanya untuk menepis kepenasaran, sang ketua PMAT menjelaskan bahwa pembentukan grup tari ini murni talenta dan karya kawan2 mahasiswi PMAT dan bahkan sudah pernah  berkesempatan tampil saat beberapa perwakilan PMAT di undang ke salah satu kementrian di negeri ini  . Waw...fikirku..itu sungguh keren....

 

Diluar dugaan...saya diminta untuk memberi sambutan. Ku awali dengan sedikit protes kepada sang pembawa acara yang mendefenisikanku sebagai "pembina". Alasanku sederhana, aku belum merasa layak dijadikan pembina dan rasanya lebih nyaman seneng dikategorikan sebagai seorang kakak, sehingga nuansa persaudaraan menjadi terasa tak berjarak. 

Kurangkai kata-kata bernuansa motivasional secara spontan. Nuraniku selalu berkeyakinan bahwa mereka akan menjadi orang-orang luar biasa di suatu waktu nanti. Keyakinan itu bukan tanpa dasar, sebab hasil pengamatanku selama bergaul dengan warga PMAT dari beberapa generasi, mereja sangat terlatih dengan apa yang disebut "keprihatinan" dalam arti "menahan ingin dan mem-bijak di ragam kesulitan dan hambatan", seperti menahan rindu pada keluarga, menahan ragam keinginan hanya untuk satu "concern" mengejar sebuah cita-cita, mem-bijak di berbagai dinamika proses yang tak jarang mengundang air mata dan kesabaran tingkat dewa. Disamping itu, banyak fakta  menunjukkan bahwa "keprihatinan" selalu melekat pada mereka yang sukses dengan capaian-capaian luar biasa. Aku juga mengapresiasi "soliditas" dan"iklim persaudaraan" yang terbangun di antara para penghuni yang berasal dari berbagai penjuru daerah di seluruh Indonesia. Aku menyaksikan betapa yang lebih tua begitu mengayomi para juniornya. Aku pun mendapati betapa para junior begitu menghormati para seniornya. Serasa "persatuan indonesia" yang menjadi sila ke-3 dari pancasila mewujud di keseharian kawan-kawan PMAT. 
 
Dipenghujung sambutan, ku mohonkan maaf  karena belum bisa merealisasikan satu gagasan spontan yang disepakati beberapa waktu lalu pada sebuah agenda pertemuan, yaitu membuat buku tentang "suasana kebathinan dari bilik asrama mahasiswa/i transmigran". Buku ini akan bermaterikan testimonial para penghuni asrama. Sebenarnya penyusunannya sudah sampai tahap penyelesaian di tingkat editing atas semua tulisan testimony yang diberikan oleh segenap warga PMAT. Namun demikian, saat ini masih tahap perjuangan menyiapkan ongkos cetak. . Ku mohonkan perkenan mereka untuk terus berdoa agar aku menemukan jalan dan kelancaran penerbitan buku yang  pasti akan menginspirasi pembaca, khususnya mereka yang suka dengan istilah ”perjuangan”. 


Luar biasa dan kagum...mungkin 2 (dua) kata itu mewakili kebangganku menjadi bagian barisan mereka di malam ini. Semoga PMAT kian mampu melahirkan insan-insan luar biasa yang akan men-cahaya-i dirinya dan juga lingkungannya. Ku yakin mereka bisa sampai dititik itu ketika mereka terus memobilisasi kombinasi "keprihatinan" dan “kesungguhan”  ke dalam aksi-aksi  peningkatan kapasitas diri dan peningkatan empati sosialnya ke dalam ranah perluasan kebermaknaan diri. Aku sangat yakin itu...
Selamat ulang tahun PMAT yg ke-15..teruslah berkarya dengan ke-orisinil-an gagasan-gagasan  yang lahir dan terus mengalir bagai air...

Selamat ulang Tahun yang ke-15... PMAT akan selalu Jaya...semangat...aku bangga menjadi bagian dari kalian...



28 Desember 2013

Di sudut inspirasi membangun pemaknaan
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved