“MEMBANGUN MASYARAKAT RAMAH INVESTTASI”

Jumat, 15 November 20130 komentar



FGD (Focus Group Discussion) TAHAP 02
HASIL PENELITIAN
“MEMBANGUN MASYARAKAT RAMAH INVESTTASI”


A.  Tempat          :RM Bakmi Nyemek, Palem 7,  
                                Kemranjen, Kab.Banyumas, Jawa 
                               Tengah
B. Waktu             : 15 Nop 2013, Jam 14.00 sd 16.30

C.  Peserta :
1.  Peneliti          : Bu Renny Miryanti, S.IP., M.Si  
                                dan Bu Tunjung (Prodi HI,
                 Fisip, Unsoed)
2.  Pemerintah  : Pak Tasroh (Badan Penanaman 
                               Modal dan Pelayanan Perizinan 
                (BPMPP) Kab. Banyumas
3.  Kadinda         : Bapak M.arsad D (Kadin  
                                 Banyumas)
4.  Para pelaku usaha
5.  Pemerintah Desa dan Kecamatan
6.  Pihak Keamanan
7.  Perwakilan responden


D. Presentasi Peneliti :
Total area Penelitian : Ajibarang, Wangon, Sumpiuh dan Tambak
Hasil Penelitian untuk Area Kec. Sumpiuh dan Kec. Tambak terdeskripsi dalam resume sebagai berikut :
1.       Sangat respon terhadap investasi dan responden berpendapatan bahwa investasi memiliki relevansi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
2.       Sosial, politik, budaya keamanan dan hukum mendukung terciptanya masyarakat ramah investasi
3.       Potensi ekonomi juga mendukung ramah investasi.
4.       Ketenagakerjaan juga sangat mendukung, karena banyak tenaga kerja trampil. Hal ini didukung oleh banyaknya sekolah SMK.            
5.       90% Responden menilai penanaman modal asing juga berpengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi.
6.       90% Masyarakat memiliki percaya diri dalam menghadapi AEC (Asean Economic Community).

Kesimpulan :
masyarakat Kec. Sumpiuh dan Kec. Tambak sangat siap menerima kedatangan investor di wilayahnya.

E. Presentasi BPMPP :
  1. Sangat apresiate dengan penelitian ini dan sangat bermanfaat bagi penggalian daya dukung untuk menumbuhkembangkan investasi di lingkungan Kab. Banyumas.
  2. Hasil survey rutin yang dilakukan internal BPMPP menyebutkan bahwa : 
·         pelayanan investasi menunjukkan  bahwa sebagian besar masyarakat merasa puas.
·         Sebagian besar Investor mengatakan kurang puas kaitannya dengan kepastian dan ketersediaan lahan investasi. 
  1. Pengembangan investasi memerlukan daya dukung publik, sehingga hal ini menaikkan gairah para investor untuk menanamkan modalnya di lingkungan Kab. Banyumas.
  2. investasi sangat yang diharapkan hadir di wilah Kab. Banyumas adalah manufacture  yang padat modal, padat karya dan padat teknologi.  Dengan demikian, keterserapan tenaga kerja akan mengurangi angka pengangguran.  
  3. Sebagian pelaku ekonomi lokal masih sangat terbatas dalam mengelola potensi yang ada, sehingga produk2 nya belum memiliki nilai jual dan daya saing yang tinggi. Upaya-upaya pengembangan kreatif perlu di dorong guna untuk meningkatkan nilai tambah, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan nilai ekonomisnya.
  4. Dari 22 jenis perizinan yang ada, sebagian besar sudah di gratiskan kecuali untuk 4 (empat)  jenis perizinan : IMB, HO, Izin pemakaian lahan pemda, izin jual beli miras.  Namun demikian, kesadaran pelaku usaha dalam melengkapi perizinannnya masih tergolong rendah. Pemerintah terus men-sosialisasikan dan memotivasi para pelaku usaha untuk segera melengkapi perizinan usaha yang dijalankan.  Kesadaran mengurus ijin usaha dan berbagai perizinan yang dilakukan, tidak hanya menyelamatkan masa depan usaha para pengusaha sendiri tetapi juga bersama pemerintah dan masyarakat menumbuhkembangkan investasi yang ramah bagi semuanya.

F.  Presentasi Kadin :
  1. AEC Adalah sesuatu yang tidak mungkin di tolak dan akan berlangsung sejak mulai tahun 2015, sehingga mau tidak mau segenap masyarakat dan pelaku ekonomi terkena imbasnya.
  2. Pilihan pensikapan hanya 2 (dua); (i) memainkan peran aktif dan atau; (ii) pasive dan membiarkan diri sebagai obyek dari AEC itu sendiri.
  3. Apresiasi terhadap penelitian yang dilaksanakan oleh Tim HI Unsoed, sebab informasi ini sangat bermanfaat bagi para investor dalam mengembangkan usahanya.
  4. Istilah Investasi sudah ramah di Banyumas, tetapi belum bisa di respon secara maksimal oleh pamain lokal. Investasi-investasi skala besar masih di dominasi oleh para pendatang, sehingga hal ini masih PR besar bagi segenap para pengusaha lokal dalam mengembangkan kapasitas pengelolaan bisnisnya.
  5. Pesoalan-persoalan di lingkungan pelaku usaha :
·         mindset mikro dan operasionalisasi bisnis berlangsung alamiah.
·         teknologi yang masih sederhana.
·         Koneksitas Market Yang masih sempit.
·         Organisasi2/asosiasi2 pengusaha yang masi belum optimal.
  1. Solusi :
·         Meningkatkan kapasitas pengusaha, baik secara mandiri,   melalui asosiasi-assoisasi  yang dan atau kemitraan dengan pemerintah melalaui ragam program diklat, workshop dan lain sebagainya..
·         Meningkatkan kualitas daya dukung pemerintah ke arah  support yang edukatif sehingga membentuk kemandirian para pengusaha dalam arti luas secara bertahap dan berkrsinambungan.
·         Meningkatkan kemitraan mutualisme antar pelaku usaha, seperti pola bapak- angkat atau membentuk konsorsium untuk mengembangkan manufacture skala besar.
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved