KETIKA "X" FACTOR MENEMUKAN FAXTOR "X"

Minggu, 26 Mei 20130 komentar



"X" Faktor I sudah usai dan suara rakyat berketetapan bahwa Fatin Shidqia Lubis adalah sang pemenang. Layaknya sebuah perlombaan, menang dan kalah akan menimbulkan tawa dan sedih, air mata kesedihan dan juga kebahagiaan, luapan kegembiraan dan juga kekecewaan, sebab setiap perlomaabn selalu ada juara dan ada yang kalah. Disini lah letak keberhasilan program unggulan  RCTI ini, dimana masyarakat dibuat hanyut dan terbawa pada arus dukung mendukung.

Pendefenisian judul ajang ini memang menimbulkan ragam intrepretasi. Sebagian masyarakat berfikir ini tentang lomba keahlian bernyanyi layaknya program sejenis seperti IDOL, AFI dan lain sebagainya. Uniknya, di kalangan dewan juri yang sekaligus  mentor, juga pernah terjadi  perdebatan   beberapa kali saat pegelaran X factor dilangsungkan. Hal ini bermula dari spirit pembelaan terhadap siswa sang mentor atas komentar yang diberikan oleh mentor lainnya. Diantara mereka, ada yang mendefenisikan X Factor cenderung mengarah  pada pencarian bakat bernyanyi, tetapi sebagaian juri lainnya mendefenisikan sebagai ajang pencarian Faktor X  menonjol pada seorang kontestan  yang tidak dimiliki oleh orang lain. Pada cara pandang ke-2 dimana keahlian bernyanyi bukan satu-satunya penilaian, tetapi juga melibatkan faktor lainnya, seperti bagaimana seorang kontestan menjadi dirinya sendiri dan menampilkan kelebihan yang ada pada dirinya dan bagaimana kontestan mampu membentuk sikap-sikap yang kemudian menginspirasi penerimaan diri di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.



X Factor sesi I sudah usai dan menempatkan Novita Dewi  sebagai Runner-Up.Secara subyektif penulis berpendapat bahwa gaya dan talenta bernyanyi seorang Novita Dewi  luar biasa dan diatas rata-rata kontestan lainnya. Demikian juga emosinya terlihat sudah mapan, mungkin hal ini juga dipengaruhi usianya yang sudah tidak dikatakan muda lagi, yaitu 32 Tahun. Tak jarang para juri dan penonton di buat merinding ketika dia melantunkan sebuah lagu. Bahkan, ekspresi dan apresiasi  juri saat mengomentari penampilannya tak jarang  mengatakan bahwa Novita memang layak menjadi jawara X Faktor sesi I.

Demikian juga dengan Fatin...keluguannya dan sikap enjoy tiap kali bernyanyi, kian hari kian mendapatkan simpatik dari masyarakat luas. Penampilannya yang selalu unik dan berbalut jilbab dalam wajah yang imut, telah menjadi rule model bagi remaja di negeri yang sedang dilanda euforia modernisasi ini.Suaranya yang unik dan susah didefenisikan tetapi enak dinikmati, telah menjadi X Factor yang membawanya menjadi jawara.

Ada hal menarik ketika seorang Anggun ditanya  siapa yang menjadi jawaranya...dia ingin sekali Novita Dewi sebagai jawara. Jawaban berbeda ketika pertanyaan sama diajukan kepada Dhani, dia mengatakan, " saya menilai  Novita  Dewi sangat jago bernyanyi, tetapi saya sering mendapati beberapa penyanyi hebat seperti Novita Dewi, tetapi saya baru kali ini mendapati seorang bernyanyi seperti Fatin, mengingat lomba ini mencari Faktor X, maka saya memprediksi Fatin akan menjadi jawaranya". 2 (dua) pendapat  berbeda dari 2 (dua) musisi kawakan ini  teruji, ketika akhirnya seorang gadis belia bernama Fatin dinobatkan sebagai jawaranya.

Keluguan Fatin tak bisa dia sembunyikan. Dia terliat sama sekali tidak percaya telah menjadi jawaranya. Sementara itu, senyum Novita Dewi di detik-detik pengumuman seperti menggambarkan optimistik walau terbalut dalam ketenangan seperti biasanya dia pertunjukkan pada semua orang saat tampil. Sebagaimana Fatin, Novita pun terkaget luar biasa dengan hasil voting itu, namun kedewasaannya membawanya mampu menguasai dirinya dengan cepat. Kebesaran jiwa dia tunjukkan, seketika dia menyamper si gadis mungil Fatin yang masih shock dan belum bisa percaya atas apa yang terjadi. Novita meraih pundak Fatin dan kemudian mencium pipi Fatin dengan tulus layaknya seorang kakak kepada adik kecilnya yang mungil.Ya...itu bisa difahami karena Fatin baru berumur 16 Tahun dan Novita 32 Tahun.... Sebuah situasi klimaks mengharukan dari perjalanan panjang X Factor sesi I ini.

Well...perlombaan telah usai dan apapun hasil akhirnya adalah sebuah kenyataan yang harus diterima dengan senyuman, sebab semuanya tergantung kepada masyarakat Indonesia. Satu hal lagi...ini hanyalah sebuah hiburan bagi masyarakat dan sekaligus media edukasi yang efektif dalam hal  makna dan arti musik.Sementara itu, bagi segenap kontestan, ajang ini   adalah media pencarian bakat dan merupakan gerbang untuk masuk ke industri musik Indonesia dan juga international.

Sebagai catatan akhir..Fatin dan Novita telah berbuat yang terbaik dari apa yang mereka bisa persembahkan pada segenap masyarakat tanah air. Kini mereka telah menjadi idola baru bagi pecinta dan penikmat musik. Disisi lain, usainya X Factor berarti memasuki tahap perjuangan sesungguhnya dimana persaingan industri musik akan menentukan kelanjutan kiprah mereka. Semoga ajang X Factor ini tidak hanya  melahirkan popularitas sesaat dan kemudian tenggelam oleh waktu dan pertarungan sengit.  Semoga X Factor ini berhasil melahirkan para pemilik bakat musik untuk bisa eksis dan melegenda.

Sukses untuk Fatin dan juga untuk Novita..kalian telah menjadi pewarna baru dalam industri musik....Sukses juga untuk penyelenggara yang pada akhirnya menegaskan defenisi lomba sebagai ajang pencarian Factor X dalam diri segenap kontestan....sampai jumpa di "X" Factor sesi 02 di 2 (dua) tahun mendatang....      
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved