STRATEGI MENEMBUS DUNIA KERJA

Selasa, 16 Oktober 20120 komentar

Disampaikan pada Kuliah Informal HMPS (Himpunan Mahasiswa Program Studi) 
Fakultas Ekonomi, Unsoed, Purwokerto, Jawa Tengah, 20 Oktober 2012

A. Pembuka 
 Kuliah  untuk bisa hidup enak. Begitulah kira-kira misi sebagian orang tua yang rela mengorbankan segalanya  demi keberlangsungan kuliah anaknya tercinta. Sebab, tidak satupun oang tua di dunia ini ingin melihat anaknya menderita, tetapi mengharapkan anaknya akan sukses melebihi dirinya. Untuk itu, apapun dilakukan demi satu raihan gelar sarjana. Bagi mereka, raihan itu tidak hanya tentang kelulusan pendidikan dari sebuah universtas semata, tetapi juga menjadi simbol kebanggan bagi keluarga. Bagaimana pula dengan target sang anak???

Kuliah sesungguhnya adalah sebentuk upaya peningkatan kapasitas diri, baik dalam hal perluasan dan pendalaman ilmu pengetahuan maupun dalam hal pembentukan karakter yang lebih bijaksana. Kalau kemudian seorang sarjana hidup dalam kesejahteraan yang lebih baik di suatu waktu nanti, itu adalah imbas rasional dari apa-apa yang di investasikan untuk peningkatan kualitas dirinya.  Oleh karena itu, menjadi menarik mendiskusikan dan sekaligus merancang masa depan pasca masa pendidikan, sebab hal itu sangat dipengaruhi oleh apa-apa yang dilakukan hari ini. 

B.  Mula Langkah Pasca Kampus
Wisuda adalah momen seremonial yang pasti di impikan setiap mahasiswa. Wisuda juga merupakan momen resmi pencopotan status mahasiswa dan sekaligus momen sah penyematan gelar sarjana. Ketika gelar kesarjanaan telah diraih, babak baru bermula dimana para sarjana itu masuk ke realitas hidup sesungguhnya yang diawali dengan satu tanya : kemana kaki melangkah berikutnya???.

Seminggu setelah selebrasi dan segala urusan administrasi kampus berujung di raihnya ijazah berikut legalisirnya, seorang sarjana kemudian di giring oleh alam dan juga lingkungan untuk mengambil inisiatif meng-intrepretasikan ke-sarjana-annya ke dalam sikap dan tindakan nyata. Ada yang kemudian memilih berburu kerja dan ada pula yang memilih menekuni usaha. Semua sama-sama mengandalkan probabilitas (kemungkinan) yaitu mungkin berhasil dan mungkin tidak berhasil. Namun demikian, kayakinan bahwa setiap orang terlahir di dunia dibekali rezeki oleh Sang Tuhan, seharusnya menjadi inspirasi untuk melakukan serangkaian langkah dan upaya demi ketercapaian sebuah cita-cita. Disini kapasitas, kebrilianan cara dan nyali  teruji.

C. Berburu Pekerjaan

Sebagian besar orang berpandangan bahwa pengangguran di sebabkan oleh terbatasnya lapangan kerja. Sepertinya, pandangan ini kurang  menyemangati dan memposisikan pencari kerja dalam posisi lemah dan hanya menunggu lowongan kerja ada. Mungkin akan berbeda ketika pengangguran difahami akibat dari terbatasnya kapasitas pencari kerja. Kalimat ini lebih menantang dan menggairahkan pencari kerja untuk melakukan serangkaian persiapan jauh sebelum pertandingan hidup sesungguhnya di mulai. Cara baca ini juga memberikan pilihan di mana kesuksesan bukan tentang keberuntungan atau lucky, tetapi di pengaruhi oleh seberapa besar dan seberapa tekun dalam menempah diri untuk menjadi orang yang memiliki kapasitas atau kualitas sehingga layak untuk menempati posisi tertentu.

Sebagai sebuah catatan kecil, berikut ini di jelaskan beberapa catatan sarjana dalam masa perjuangan mencari kerja, antara lain :
1.       Tidak siap.  banyak pencari kerja yang sebenarnya tidak siap dalam pertarungan sengit. Mereka tidak memiliki amunisi (baca: keahlian atau kecakapan) yang cukup sehingga mengalami kegamangan saat mengikuti serangkaian test memasuki kerja. Oleh karena itu, tak mengherankan melihat banyak yang baru memperdalam bahasa asing saat sudah lulus kuliah dan atau baru memperdalam komputer untuk lebih siap masuk ke bursa kerja. Langkah itu bukan tidak baik, tetapi menandaskan tidak adanya konsep hidup bervisi jauh sehingga terkesan kuat tergesa-gesa. Oleh karena itu, seharusnya ketika memasuki  semester 2 (dua), seorang mahasiswa seharusnya sudah mulai melakukan orientasi tentang jenis-jenis pekerjaan yang ditargetkan, mulai dari cara kerjanya sampai dengan persyaratan yang di perlukan untuk bisa memasukinya. Selanjutnya, mahasiswa tersebut mulai membekali dirinya dengan hal-hal yang di persyaratkan oleh pekerjaan yang dia targetkan. Dengan demikian, saat mengajukan lamaran pada pekerjaan yang di inginkan, sang pelamar benar-benar sudah siap.
2.       Bingung saat ditanya minta gaji berapa. Melamar pekerjaan tak ubahnya sedang berjualan, dimana percaya diri si penjual sangat mempengaruhi nilai jual yang akan di hasilkan. Ketika ditanya minta salary berapa, banyak pelamar yang hanya menjawab, “saya ikut kebijakan perusahaan saja” dan bahkan ada yang menjawab “yang penting minimal UMR (upah minimu regional)”. Jawaban semacam ini menggambarkan betapa sang pelamar begitu menginginkan pekerjaan sehingga memiliki nilai tawar rendah. Seharusnya, pelamar mengembangkan diplomasi yang cerdas tapi jauh dari sombong dalam membahasakan dirinya sehingga membuat perusahaan tertarik dan merasa butuh kehadirannya dalam mendukung kemajuan perusahaan tersebut.
3.      Sikap dan Performance yang kacau. Para pelamar sering menunjukkan performance dan sikap yang kacau. Mereka tampil culun dan bahkan ada yang over confidence (terlalu percaya diri). Hal ini tentu membuat nilai dirinya jatuh dan menurunkan minat perusahaan untuk merekrutnya. Saat diajak komunikasi pun sikapnya terkesan tidak empati dan tidak memancing perusahaan lebih bersemangat untuk bertanya lebih jauh. Bahkan, banyak pelamar yang gemeteran saat diwawancarai sehingga potensi dirinya menjadi tak tampak.
4.       Jaringan Yang Lemah. Fakta menunjukkan bahwa jaringan sangat efektif dalam menembus dunia kerja, khususnya di lingkungan swasta. Fakta menunjukkan, kapasitas tanpa didukung akses (jaringan) sering mental sehingga terhambat untuk masuk ke bagian-bagian strategis perusahaan. Oleh karena itu, sejak masih kuliah, ada baiknya mahasiswa berlajar berorganisasi, sehingga berpeluang  mengembangkan hubungan-hubungan strategis dengan berbagai pihak. Sebagai catatan, sebagai organisasi kampus mahasiswa bisa memasuki ruang manapun dan bekomunikasi pada siapapun sepanjang bisa membangun tema yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Disamping mengembangkan jaringan, organisasi juga sangat baik dalam membentuk mentalitas tangguh dan daya adaptasi tinggi pada ragam karakter dan banyak suasana. Tidak sedikit orang yang sukses meraih posisi lewat jaringan semacam ini.    

D. Sekelumit Trik Dalam Menembus Dunia Kerja

Trik diperlukan untuk menembus lapangan kerja sehingga anda lebih bernilai jual atau memiliki nilai keunggulan saat proses rekruitmen. Sebagai stimulan, berikut ini disajikan beberapa trik sederhana yang perlu anda siapkan jauh sebelum benar-benar memasuki masa pencarian kerja, yaitu :
1.       Mengintip partner perusahaan dalam melakukan rekruitmen. Pada perusahaan-perusahaan mapan, rekruitmen biasanya melibatkan tim psicholog eksternal dimana mereka sudah punya standar materi pshico test. Oleh karena itu, jauh sebelum lulus ada baiknya anda melakukan pencarian informasi tentang hal ini, karena biasanya mereka menerapkan soal yang mirip untuk pos/lowongan pekerjaan yang sejenis. Setelah anda dapat kan informasi dan bahannya, mulailah melatih  diri  mengerjakan soal-soalnya secara berulang-ulang sehingga terbangun percaya diri anda untuk urusan test psichologi. Kalau misalnya anda belum berhasil mendapatkan informasi tentang hal tersebut, setidaknya anda membiasakan latihan mengerjakan soal-soal psichologi yang dijual di toko buku atau supermarket.
2.       Mendalami lingkup pekerjaan yang ingin  anda masuki. Ini penting untuk membangun citra anda sebagai orang yang faham dan siap bekerja pada pos yang ditawarkan perusahaan. Untuk itu, anda bisa googling di internet atau bertanya pada mereka yang kebetulan bekerja di bidang yang anda impikan.  Dengan demikian, ketika anda di tanya tentang gambaran bidang pekerjaan, anda akan tampak benar-benar siap menduduki dan menjalankan pos pekerjaan yang ditawarkan.
3.       Menerapkan strategi magang. Ini memang strategi tak lazim, tetapi merupakan cara cerdas membentuk masa depan. Dalam hal ini, seorang mahasiswa memanfaatkan waktu untuk magang di perusahaan-perusahaan. Disamping membangun mentalitas kerja, juga membentuk kebiasaan berkomunikasi dan bersikap ala orang bekerja.  Bila perlu anda lakukan semua itu tanpa berharap bayaran sedikitpun dari perusahaan tempat anda magang. Namun demikian, biasanya hal ini lebih mudah dilakukan kalau akses masuknya lewat organisasi kemahasiswaan seperti HMPS (Himpunan Mahasiswa Program Studi) dan atau organisasi mahasiswa lainnya.
4.      Melatih Diri Menjual Gagasan. Saat ini banyak media sosial yang memungkinkan orang untuk belajar menulis seperti facaebook, Twitter, Blog dan lain sebagainya. Media ini juga bisa dimanfaatkan untuk melatih diri melempar gagasan-gagasan dan sekaligus mengukur respon orang lain atas gagasan atau statemen yang anda tuliskan. Awalnya mungkin anda mengalami kesulitan untuk membuat gagasan tetapi ketika dilakukan secara terus menerus maka kemampuan bergagasan akan terbagun  secara alamiah. Jumlah respon teman-teman anda atas tiap gagasan yang anda tuliskan merupakan cerminan seberapa jauh anda mampu memilih dan membahasakan sebuah gagasan. Hal ini tampak sederhana, tetapi maknanya luar biasa khususnya dalam hal peningkatan kapasitas diri. Hal ini akan terasa manfaatnya ketika anda memasuki dunia kerja yang dituntut memiliki banyak gagasan dalam menyelesaikan setiap penugasan.
5.       Cerdas Memilih PerusahaanCerdas memilih perusahaan itu penting sebab menyangkut tentang karir dan masa depan. Pasa Perusahaan yang memiliki visi jauh dan daya inovasi tinggi biasanya terdapat  jenjang karir yang bagus. Hanya saja, perusahaan-perusahaan yang demikian biasanya menerapkan standar tinggi dalam proses rekruitmen. Disisi lain, mereka juga menerapkan konsep kesejahteraan yang menarik, sehingga mendatangkan kenyamanan dan loyalitas bekerja bagi karyawannya. Namun demikian, salary yang besar juga bukan sebuah jaminan perusahaan itu bagus. Sebab bisa jadi perusahaan itu tidak memberi ruang ekspresi dan peluang pengembangan diri ke arah yang lebih baik. Menjadi bagian dari perusahaan mapan juga terkadang tidak nyaman, sebab segala sesuatunya sudah tertata sedemikian rupa, sehingga anda hanya menjalankan prosedur dan tidak tersedia ruang-ruang kreatif di dalamnya.  Oleh karena itu, sebelum mengaplikasikan lamaran, ada baiknya mempelajari dulu tentang perusahaan yang akan dimasuki. Hal ini bisa dilakukan lewat pencarian informasi di media atau bertanya langsung dengan beberapa orang karyawan yang sudah bekerja di sana. Sebagai panduan awal, pilihlah perusahaan yang memiliki konsep pengelolaan SDM yang baik, sebab hal ini mencerminkan bahwa perusahaan memiliki visi jauh dan daya inovasi yang tinggi. Relevansi dengan visi hidup anda juga menjadi hal yang tidak boleh diabaikan, agar anda bisa enjoy dalam menjalani sebuah pekerjaan..   
6.       Membiasakan diri dalam aktivitas diskusi. Aktivitas diskusi ilmiah yang mengangkat satu tema konstruktif mengandung banyak manfaat. Disamping memperluas wawasan, kebiasaan diskusi membentuk keberanian menyatakan pendapat dan sekaligus mempertajam instuisi serta media strategi untuk lebih mengenal karakter banyak orang. Berbeda pendapat adalah realitas yang pasti ada dalam setiap diskusi dan hal ini memerlukan pensikapan yang bijak.  Menyatukan pendapat juga merupakan sisi lain yang memerlukan kecerdasan dan kejelian bersikap. Hal-hal positif dari kebiasaan diskusi ini sangat bermanfaat dalam dunia kerja dan sangat mendukung karir anda.        
7.       Khusus saat rekruitmen : Berfikir dan bertindak rasional.  Pekerjaan adalah persoalan logika yang memerlukan akal cerdas dan  sikap yang tenang dalam proses pencariannya. Banyak orang yang nervous dan kesulitan membangun fikiran positif sepanjang proses rekruitmen. Perasaan cemas dan bayang kegagalan sering lebih mendominasi, Akibatnya, hal ini membuat performance tidak maksimal saat mengikuti rekruitmen. Satu hal yang sering terlupakan adalah  proses rekruitmen tetap harus di lalui baik anda sedang dalam kondisi “tegang” atau sedang “bersikap tenang”. Jadi, memilih bersikap tegang adalah sebuah kerugian besar. Oleh karena itu, tampillah dengan percaya diri saat mengikuti rekruitmen dan akan tetapi jangan sampai terkesan over confidence.
8.       dan lain sebagainya.

E. Luas Peluang Kerja Lulusan D3
Dalam tinjauan normatifnya, kuliah D3 fokus pada penyiapan peserta didik untuk bekerja di wilayah operasional.  Namun demikian, di realitas dunia kerja hal ini bisa saja berubah sesuai dengan kondisi yang ada, khususnya di lingkungan swasta. Fakta menunjukkan banyak posisi-posisi strategis ditempati mereka yang berijazah D3. Pencapaian ini biasanya di raih oleh sarjana D3 yang memiliki karakter dan kepemimpianan yang kuat. Dalam era kompetitif seperti saat ini, di lingkungan swasta sering lebih mengutamakan kapasitas diri ketimbang ijazah seseorang. Oleh karena itu, bagi orang-orang yang memiliki spirit of fighting dan spirit of life  yang tinggi, daya jelajah yang kuat,  daya adaptasi bagus, gaya komunikasi yang renyah, kecerdasan luar biasa, kemauan belajar yang tinggi, keuletan dan kesabaran, mereka memiliki kesempatan lebih luas untuk menduduki posisi-posisi penting di banyak perusahaan.

Persepsi dan pemaknaan terhadap sarjana D3 dari pribadi yang bersangkutan akan sangat mempengaruhi langkah-langkahnya dalam membangun masa depan. Kalau seseorang memilih pemaknaan yang normatif, maka mendapatkan hasil normatif adalah rasional baginya. Tetapi ketika memilih untuk memaknainya dengan cara berbeda alias diluar kebiasaan, maka rasional pula baginya untuk mendapatkan hal yang berbeda dari yang biasa. Jadi, semua ini tentang pihan saja dan  tergantung pada masing-masing orang.

F. Penghujung : Bernada Kontemplasi     
Sebuah data menunjukkan bahwa ternyata tidak lebih dari 20% masyarakat indonesia berkesempatan mengenyam pendidikan sampai ke tingkat universitas. Artinya, mahasiswa adalah orang-orang pilihan dan berkesempatan mengembangkan kapasitas dirinya lewat pola-pola pendidikan yang di terapkan di kampus. Kesempatan emas ini harus benar-benar dimanfaatkan dengan bijak, sehingga anda memiliki pola fikir, sikap dan tindakan yang memang lebih berkualitas di banding mereka yang begitu menginginkan tetapi tidak pernah berkesempatan untuk berkuliah.  Untuk itu, waktu yang tersedia 24 jam dalam sehari semalam benar-benar harus dioptimalkan untuk hal-hal yang berhubungan dengan peningkatan kapasitas diri, sehingga masa depan yang lebih baik dan berpengharapan lebih berpeluang untuk diraih. Cara anda me-manage  dan memanfaatkan waktu akan menuntun anda menjadi orang biasa  atau orang yang luar biasa.     

Hidup adalah persoalan pilihan, tetapi ironisnya orang sering berharap hasil yang luar biasa dengan cara yang biasa. Keberhasilan di inginkan setiap orang, tetapi sesungguhnya tidak setiap orang benar-benar menginginkan mimpinya benar-benar menjadi nyata.  Hal ini terlihat dari ketidak-relevan-an antara mimpi dengan langkah-langkah yang ditempuh. Oleh karena itu, jurang antara asa dan realita adalah  hal yang pantas untuk sebuah tekad yang tidak bulat.  Keberhasilan tidaklah sebentuk hadiah dari Sang Pencipta, tetapi semata-mata sebentuk keberpihakan Tuhan  atas kesungguhan, kesabaran dan keteguhan dalam proses penggapaian  cita-cita.  

Demikian disampaikan pemikiran sederhana ini sebagai sebuah pengantar dalam kuliah informasi bertemakan “strategi jitu menembus lapangan kerja”. Semoga menginspirasi kebaikan dan membawa anda pada capaian-capaian luar biasa  yang membanggakan. Amin..
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved