KETIKA PARA WANITA ITU BERBUAT SESUATU...

Sabtu, 13 Oktober 20120 komentar


OLEH-OLEH DARI KOTA MALANG 
  
Ketika kementrian koperasi & UKM RI menyelenggarakan satu pelatihan “Pengembangan Koperasi Berbasis Partisipasi Anggota”, kebetulan saya di undang untuk mengisi 2 (dua) sesi pada agenda  yang di ikuti 0leh 80 perwakilan koperasi wanita primer di lingkungan kota malang, Propinsi Jawa Timur.

Speechless...itulah  yang saya rasakan menyaksikan semangat kaum wanita yang mengikuti pelatihan tersebut. Mereka begitu bersemangat, mulai generasi mudanya maupun generasi yang sudah maghrib. Sebuah situasi yang mengundang decak kagum. Mereka berkoperasi tidak hanya sebatas untuk simpan saja, tetapi juga mengembangkan berbagai kegiatan produktif, mulai dari usaha jasa, kerajinan tangan dan juga perdagangan. Bahkan sebagian kreasi mereka sudah menembus ekspor. Kekaguman saya bertambah begitu mendengar testimoni mereka.

Kekaguman saya kali ini tak berakhir sampai disitu, saya juga ditawarkan untuk ikut aksi penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian gerakan koperasi terhadap penghijauan, sayang nya  agenda satu ini tidak bisa saya ikuti  karena harus pulang untuk sebuah agenda di Purwokerto. Namun demikian, saya sempat bertanya mengapa mereka (para wanita pejuang koperasi) tersebut punya ide sejauh itu. Jawabannya begitu simple, “ini cara kami mengkampanyekan pentingnya budaya hidup bersih”. Waw...para wanita pegiat koperasi ini sudah menyentuh lingkungan, khususunya tentang penghijauan. Aktivitas yang kemudian dikemas oleh panitia dengan aksi “Go Green” ini benar-benar diluar prakiraan saya.  Ibu-ibu koperasi itu telah membukakan mata saya betapa luasnya makna kebersamaan lewat koperasi yang tidak sebatas aktivitas ekonomi.
 
Disela-sela break makan siang, saya berbaur dengan segenap peserta pelatihan. Satu fakta lagi membuat saya terhenyak ketika di Malang pun ada sebuah koperasi yang menamakan diri dengan “koperasi sampah”. Seketika saya bertanya, “koperasi sampah???”. Ternyata, penamaan “sampah”  ini di dasarkan pada aktivitas utamanya, yaitu mengumpulkan sampah. Uniknya lagi, dalam membayar angsuran pinjaman ke koperasi, anggota tidak membayarkannya dengan uang sebagaimana lazimnya, tetapi dengan sampah. Luarrrrrrr biasa. 
 
Ini gagasan brilian yang tidak hanya menggambarkan kecerdasan ber-inovasi cara, tetapi visi jauh dari langkah ini memiliki dimensi lingkungan yang begitu luas. Cara ini tidak hanya membudayakan hidup bersih yang membuat hidup lebih berkualitas. Disamping itu, akumulasi kesadaran hidup bersih yang terbangun berkontribusi nyata pada keindahan dan kenyamanan kota serta banyak lagi efek positif yang ditimbulkannya.

Saat ini, mereka juga terus mengembangkan gagasan ini, mulai aksi peningkatan kesadaran hidup sehat lewat pengelolaan sampah sampai melakukan serangkaian inovasi sehingga sampah ini lebih bernilai ekonomis lewat aksi pengembangan industri kreatif. Semua dilakukan oleh koperasi dan anggotanya.

Sekilas semuanya tampak tindakan sederhana, tetapi ketka dilakukan bersama-sama terbukti melahirkan makna luar biasa dan bahkan tak pernah diduga sebelumnya. Semua itu tidak hanya membentuk hidup mereka menjadi lebih berkualitas, tetapi juga telah ikut menyumbang banyak hal bagi kebaikan dunia.  Sebuah aksi yang layak di contoh.

Jam 13.45 Wib..kereta Gajayana membawaku pulang menuju Kota Mendoan. Terlalu singkat rasanya berada di kota apel ini karena begitu banyak ilmu pengetahuan yang bisa diambil dari apa-apa yang telah di lakukan oleh para wanita-wanita sederhana dan hebat itu. Ketika kereta mulai bergerak meninggalkan kota bagus ini, ku katakan dalam hati, “aku kan kembali suatu waktu dan menemuin kalian lagi untuk mendengar dan melihat hal-hal baru dan brilian dari yang kalian kembangkan lewat kebersamaan”.

Terima kasih untuk  sahabat yang sudah mengundang saya...Terima kasih Malang...Terima kasih para wanita luar biasa....kalian telah mem-benakkan tentang betapa hebatnya  sebuah kebersamaan.      

Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved