MENYEMANGATI MAHASISWA TRANSMIGRAN UNSOED

Selasa, 28 Agustus 20120 komentar

Hidup adalah persoalan mimpi dan semangat dalam menggapainya. Keterwujudan mimpi bukanlah sebuah hadiah, tetapi akibat positif dari ragam upaya keras dan cerdas. Banyak orang bermimpi, tetapi sesungguhnya mereka tak benar-benar menginginkan hal itu tercapai. Hal itu terlihat dari tidak relevannya antara mimpi dan segala tindakan yang dilakukan. Tuhan maha adil, atas itulah Tuhan hanya menghadirkan keberhasilan bagi mereka yang telah melahirkan faktor-faktor layak untuk sebuah keberhasilan. Tuhan memberi bentangan alam, membuat siang dan malam, menciptakan musim dan manusia di izinkan menggunakan akan fikirannya (yang juga titipan Tuhan) mengolah segala potensi yang ada dimuka bumi, sepanjang tidak menyebabkan kerusakan dalam arti luas. Sebagai mahasiswa, peluang untuk mengoptimalkan potensi itu menjadi begitu luas, sebab mahasiswa memiliki wawasan dan kecerdasan yang lebih luas dalam memaknai segala ciptaan Tuhan. Namun demikian,rasa syukur dan pemanfaatan kesempatan menuntut ilmu di universitas menjadi pembeda satu dengan lainnya. Semua ingin berhasil sebagaimana defenisi masing-masing tentang keberhasilan itu sendiri.Semua ingin bahagia sebagaimana defenisi bahagian masing-masing tentang kebahagiaan itu sendiri. Namun demikian, fakta menunjukkan tak semua orang merasa berhasil dan tak sedikit orang yang merasa tidak bahagia. Apakah ini disebabkan kegagalan memenuhi defenisi???. ataukah ini berawal dari ketidaksinkronan antara defenisi sebagai tujuan dengan langkah sebagai upaya menuju. Atau bahkan pendefenisian yang utopis (terlalu jauh tanpa berpijak pada realitas). Semua bisa terjadi dan datang dalam hidup seseorang. Namun demikian, satu hal yang pasti "keberhasilan" adalah "akibat positif" dari ketepatan langkah dan keberpihakan Tuhan. Oleh karena itu, mumpung ada kesempatan mengemban status mahasiswa dimana begitu banyak peluang dan kesempatan untuk mengembangkan diri, manfaatkanlah semaksimal mungkin dengan sikap dan tindakan yang bijak.Ingat, tak lebih dari 20% dari masyarakat Indonesia berkesempatan berkuliah.Oleh karena itu, Rancang dan aplikasikan pemaknaan anda atas segala kesempatan ini. Penyesalan datangnya belakangan dan waktu terus berjalan tanpa pernah bisa kembali.Berbuatlah segala sesuatu yang memungkinkan anda sampai pada capaian-capaian yang layak dikenang dan ditauladani orang lain. Ingat, letak kesarjanaan itu bukan pada "selembar kertas ijazah" yang membuat anda berhak mencantumkannya di depan atau belakang nama anda, tetapi pada kebisaan anda menempatkan diri dan memberi pengaruh positif bagi lingkungan sekitar anda. Jadi...kuliah bukan tentang "gelar" tetapi mengarusutamakan tentang "kebijakan sikap dan tindakan". Kegagalan berkuliah berawal ketika anda tidak lebih baik dan bijak dibanding mereka yang tak berkuliah. Jadikan kesempatan kuliah ini menjadi media untuk lebih cerdas, lebih bijak dan lebih peduli bagi sesama dalam arti yang sesluas-luasnya. Anda bisa sepanjang anda berfikir bahwa anda bisa. Kegagalan hanya hadir bila anda menetapkan tidak berdiri lagi saat jatuh. Ketika "kebisaan bernafas" dimaknai sebagai kesempatan untuk berbuat sesuatu, maka pasti anda tak akan pernah menyerah dan berhenti berusaha. Sukses Selalu....
OPSPEK TRANSMIGRAN 201202



GALLERY
-- disampaikan pada Mahasiswa Anak Transmigran (MAT) UNSOED,Purwokerto, Jawa Tengah,Tanggal 28 Agustus 2012, Jam 07.45 sd 22.05 WIB



Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved