Tetap Tenang di Penghujung Penantian....

Selasa, 01 Mei 20120 komentar



Aku menanti...menanti penantian yang lama ku tunggu. Ku tasbihkan segenap juang untuk sebuah impian. Segenap logika dan daya telah ku persembahkan untuk sebuah pencapaian. Rasa ini tlah ku ikhlaskan sebagai bagian dari keterbentukan mental. Aku sangat menginginkannya, walau ku sadar bisa jadi dipandangan Tuhan ini belum waktunya.


Aku datang dan berharap menang, tetapi kemenangan yang dipersembahkan Tuhan. Aku pergi dan pulang untuk tujuan yang sama, lelah terhapus oleh bayang indah. Tuhan maha penyayang, kalimat itu terus menjadi penyemangat kala ketiadaan asa seolah mengemuka dan memenuhi rasa. Keberhasilan membutuhkan kekuatan mental, sebab bisa jadi  keberhasilan  membawa pada satu titik kehinaan jika datang diwaktu salah.     

Aku tak menyerah, karena impian ini bukan perkara kemuliaan dipandangan manusia. Ini tentang aku dan kemuliaan dipandangan Tuhan. Ini bukan tentang kegagahan dimata makhluk lainnya, tetapi tentang sebuah persembahan di hadapan-Nya demi ketergolongan manusia yang layak meniikmati sorga yg penuh keindahan.

Kekhawatiran ini beralasan, tetapi bersandar pada-Mu adalah dinding terindah dan sumber ketenangan yang paling hakiki. Terkadang kematian seperti ada didepan, tapi kuasa-Mu seolah membelokkanku hingga waktu ku lebih panjang untuk berjuang. Sesaknya fikiran selalu berujung dengan rasa buntu, namun di tiap 2 raka’at yang ku sujudkan, Engkau sering kali menghadirkan  hikmah hingga energi ini tetap terjaga.

Aku lelah, namun sedikitpun tak terfikir untuk menyerah. Aku letih....namun bukan pembenar untuk berhenti. Niat baik akan ketemu jalannya..keyakinan itu terpatri sejak perjalanan ini bermula.

Aku tak sedang mengeluh, tetapi ini cara ku membangun fikiran dan kekuatan disaat Kau memperdengarkan hawa capaian lewat berita yang datang ke telingaku. Aku mencoba tenang ditengah gemuruh. Aku mencoba menahan segala emosi saat semua itu benar-benar tiba. Aku ingin dalam kerendahan hati menyambutnya. Aku ingin dalam keadaan biasa saat menyembanginya. Aku ingin hanya air mata kekhawatiran yang bercucur ketika semua itu benar-benar kau hadirkan....kekhawatiran yang menguatkanku tetap pada niat yang mendorong perjuangan dan penantian ini.

Ini tentang amanah dan perluasan kebermaknaan bagi manusia lainnya. Aku ingin membentuk pesan bijak pada manusia lainnya tentang bayak hal lewat amanah yang Engkau titipkan nanti.

Do’a ini tetap sama dan berulang dipersujudanku. Detak jantung ini tetap nama-Mu dan tasbih ini terucap dalam tiap langkahku. Andai impian ini adalah sebuah kebaikan dan mendatangkan hikmah pada lainnya, hadirkanlah dalam hidupku. Jagalah aku dalam niatku. Bimbinglah aku dipenghujung penantian maupun disepanjang sesi penterjemahan amanah andai Engkau hadirkan.

Dikepasrahan....jemari ini membentuk kalimat penyemangat....
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved