INFORMAL MEETING WITH SENIOR ICA (INTERNATIONAL COOPERATIVE ALLIANCE) IN HORIZON HOTEL, PURWOKERTO

Selasa, 28 Februari 20120 komentar

INFOMAL MEETING

Hari/Tanggal : Selasa, 28 Feb 2012
Waktu : 01.30 WIB sd 15.55 WIB
Tempat : Hotel Horizon, Purwokerto, Kab.Banyumas, Jawa Tengah
Peserta :

Tim Tamu
1. Senior ICA/Iternational Cooperative Alliance (induk koperasi dunia)
• Bruce Thandorson, Mantan Direktur Jenderal ICA Pusat, Geneva
• Robby Tulus, Mantan Direktur ICA Asia Pasifik
2. Pengurus YAKA (Yayasan Albrech karim Arbie)
• Ibu Daisy Tanireja (Ketua Umum), nama yayasan
• Anton Tulus (Bendahara YAKA)
3. Bapak Trisna Ansarli (Pengurus Badan Koordinasi Koperasi Kredit Indonesia)
4. Bapak Suroto Ketua LSP2I (Lembaga Studi Pengembangan Perkoperasian

Tim Lokal
1. Ari aji,S.Sos
2. Dani Firmansyah,SE
3. Muhammad Arsad Dalimunte
4. Drs.Budi Raharjo,Apt
5. Firdaus,S.Sos
6. Rizky Prabowo
7. Andi Kurniawan,AMd
8. Herliana,SE
9. Harry,SE
10. Darsono,S.Sos
11. Angjar
12. Parlin S.
13. 2 (dua) aktivis Koperasi mahasiswa UMP

A. Kesan atas kunjungan ke koperasi-koperasi di wilayah purwokerto

Mr. Robby Thulus :
1. Sejarah purwokerto adalah kota kelahiran koperasi.
2. Saya punya ide berat, saya melihat si Sehat sebagai high ovacasional, kopkun dengan sosial ekonomi movement nya, CU yang lahir dari bottom up, bisakah koperasi-koperasi di purwokerto menjalankan prinsip ke-6 (enam) dengan membuat assosiasi yang memikirkan adanya kerjasama secara ekonomis. Kerjasama koperasi hanya bisa apabila mengandung muatan ekonomis. Hal ini terlalu sulit diharapkan lahie dari Dekopin yang cenderung top down
3. Saya menginsformasikan bahwa kami akan membuat sistem kaderisasi.


Mr.Bruce
Beliau sangat terkesan dengan koerasi-koperasi yang dipurwokerto. Kerja sama antar koperasi akan membuat koperasi semakin kuat.

Mr. Trisna
1. Kerjasama menjadi bagian penting dari pengembangan koperasi. Ibarat lima jari dengan karakter yang berbeda-beda tetapi mampu bekerjasama dalam melakukan banyak hal.
2. Untuk maju kita harus MAU...mau berubah, mau membuka mata, mau membuka fikiran, mau membuka mata hati dan mau belajar.
3. Kesan saya: bagaimana kaum muda (dari kaum intelektual) membuat saya bangga.
4. Apa2 yang telah anda lakukan perlu di sosialisasikan dan di kampanyekan ke tempat-tempat lain
5. Perlu ada kepedulian dalam hal meningkatkan percaya diri para tukang becak yang tergabung dalam PAGUYUBAN PERJAKA.

Mrs. Daisy
Karakter masyarakat sangat mempengaruhi kemajuan koperasi di purwokerto

Mr. Anton Tulus
1. Saya sangat apresiate dengan apa2 yang saya lihat, apalagi orang-orang muda begitu antusias.
2. Purwokerto layak sebagai salah satu icon bagi pengembangan koperasi.

B. MENGGAGAS PENYATUAN KOPERASI
Dalam kesempatan ini, Mr.Robby Thulus mengagas perlunya pembentukan kerjasama antar koperasi di lingkungan Purwokerto dengan memperhatikan economic basicly.

Mr.Robby Thulus
1. Dengan bermodalkan koperasi yang sudah sefaham dan se visi di lingkungan Purwokerto, potensi penyatuan ini bisa di mulai dari hal-hal kecil.
2. CU berdiri dimulai dari adanya bbank-bank yang hanya concern pada corporate. Atas kondisi ini kemudian dibentuk CU yang concern pada pelayanan masyarakat yang sesungguhnya juga membutuhkan pelayanan.
3. Sebenarnya CU tidak menciptakan hal baru, tetapi mereflikasi apa yang sudah ada.

Mr. Drs. Budi Raharjo, Apt.,S.FRS
1. Saya sangat apresiate dengan kedatangan para pakar koperasi nasional dan internasional.
2. Pada prinsipnya saya punya mimpi yang sama dengan Mr. Robby Tulus, bagaimana koperasi mampu mempersatukan ragam potensi.


Mr. Herliana,SE
1. Sepakat dengan langkah-langkah sinergitas sehingga menciptakan perluasan kebermanfaatan.
2. Dari sisi potensi, sesungguhnya mereka punya kemampuan financial. Hanya saja, mereka mempunyai pemahaman dan visi yang berbeda-beda tentang koperasi. Kondisi ini membuat mempersatukan potensi itu menjadi sulit.

Mr. Andi Kurniawan
1. Saya sangat apresiate dengan spirit yang disampaikan oleh para tamu.
2. Sulitnya penyatuan disebabkan oleh kultur dan sulitnya membangun trust.

Mr.Darsono
1. Penyatuan koperasi memang menemui hambatan struktural dan kultural
2. Kendala paling pokok adalah open and voulentery membershif.
3. Secara struktural, peran institusi induk yang politis dan tidak berpihak.

Mr.Arsyad Dalimunte
1. Penyatuan koperasi sesungguhnya adalah nafas koperasi itu sendiri, sehingga kalau ada upaya penyatuan koperasi sesungguhnya hanya memperluas kerja sama.
2. Ketauladanan menjadi sebuah hal mutlak di perlukan dalam mengembangkan koperasi.
3. The most problem adalah “mindset” dimana koperasi difahami sebagai kumpulan modal yang akibatnya praktek-praktek kapitalisme yang berorientasi pada capaian SHU. Ironisnya, proses perolehan SHU itu sendiri dengan cara mengeksploitasi anggotanya sendiri.
4. idealnya, koperasi harus melalui proses bottom up, tetapi ini memerlukan waktu yang lama. Oleh karena itu ada 2 (dua) opsi yang mungkin dilakukan dalam hal penyatuan potensi ini, yaitu : (i) metode evolusi dan; (ii) metode revolusi. Pada metode revolusi, perlu ada pihak/militansi membuat contoh yang sontak. Ini masalah pilihan.

Mr.Sarwono
1. Kerjasama koperasi terhambat oleh hambatan kultural dimana masing-masing pihak merasa hebat didalam ketidakhebatannya.
2. Pengkampanyean nilai-nilai koperasi dianggap sebagai tindakan duplikatif tanpa melihat substansi apa yang sesungguhnya di edukasikan.

Mr.Bruce
1. Peran pemimpin sangat perlu mengedukasikan nilai-nilai, sehingga segenap anggota merasakan nilai manfaat.
2. Keuntungan tidak hanya dalam konteks defenisi, tetapi dalam konteks nyata. Untuk itu pemimpin harus mampu melakukan inovasi.


Mr.Suroto
Adanya gejala marginalisasi karyawan2 koperasi yang tidak bisa menjadi anggota koperasi di koperasi tempat mereka bekerja bisa dijadikan sumber semangat untuk membangun kerjasama membentuk koperasi baru.

Mr. Trisna
1. Ada beberapa resume yang mengemuka dalam pemikiran-pemikiran; masalah kultural, trust, budaya instant. Permasalahan-permasalahan ini memerlukan pendekatan yang tepat.
2. Pengalaman saya, CU (Credit Union) is not for profit, not for charity but for service. Untuk itu, CU mendidik anggotanya to use money wisely.

Mr.Aryadji
1. Koperasi masih mempunyai ketakutan untuk melakukan inovasi.
2. Saya belum melihat koperasi melakukan gerakan sosial seperti kepedulian pendidikan.
3. perlu kita menanya pada diri kita sendiri, apakah kita bisa berdampingan dengan masyarakat yang berbeda strata ekonomi, karakter intelektual dan lain sebainya.


Pada akhirnya, segenap aktivis koperasi yang hadir di ruang Informal Meeting ini sepakat untuk menjadikan purwokerto sebagai “THE FIRST COOPERATIVE TOWN”...semoga Tuhan berpihak...aminn...

Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved