KETIKA “KORBAN PERAMPOKAN” ITU...MEMBAHAGIAKAN KARYAWAN-NYA

Senin, 16 Januari 20120 komentar



Pengalaman Seorang Sahabat Yang menginspirasi. Mohon Maaf, namanya disamarkan atas permintaan sendiri. Namun..ada hikmah yang didapat dari kisah ini...

KETIKA TRAGEDI MENGHANTAM
Sebut saja namanya Ngkong, berdarah jawa asli dan berparas seperti keturunan cina. Awalnya, Ngkong adalah orang yang sangat periang dan selalu sumringah tiap kali ketemua orang.  Pada semua orang dia menyapa dengan tulus, pada semua orang dia hangat dan bersahabat. Tak pernah memilih-milih teman, mulai dari yang miskin sampai kalangan jetset, semua disambangi dengan gayanya yang khas. Tak mengherankan kalau hampir semua karyawan/ti di institusi tempat dia bekerja  mengenalnya dengan baik. Apalagi, disamping menjalankan tugasnya sebagai seorang tenaga honorer, dia juga memanfaatkan waktu sela untuk menjajakan dagangan mulai dari kredit elektronik sampai pakaian kepada segenap karyawan di kantor itu. Ngkong sangat lihai dalam profesi sampingan ini. Berkat keluwesan komunikasinya, Direktur institusi itupun memberi restu Ngkong menggelar dagangan tiap kali loket keuangan membayarkan gaji pada karyawan/ti institusi itu. 

Suatu hari (sekitar 4 tahun lalu), harapannya untuk menjadi seorang PNS (Pegawai Negeri Sipil) pupus sudah. 15 (lima belas) Tahun pengabdiannya sebagai tenaga honorer menjadi sia-sia karena sebuah tragedi. Tragedi yang tak pernah ada dalam benaknya, tragedi yang meluluhlantahkan harapannya karena pengabdiannya pada institusi itu menjadi tak bernilai apa-apa bukan oleh karena kemauannya, tetapi oleh keadaan yang sama sekali tak di nyana.

”Ngkong...temenin saya yuk untuk mengambil uang ke bank..!!!” ajak rekan kerjanya. Tanpa bertanya lebih jauh, Ngkong mengiyakan saja, apalagi hal ini juga untuk keperluan kedinasan. Disamping itu, Ngkong juga terkenal orang yang selalu sigap membantu orang lain.  Tak lama kemudian, mereka memacu kendaraan menuju bank plat merah di kota itu. Setelah menyelesaikan antrian, mereka membawa uang ratusan juta ke dalam kendaraan. Temennya menempatkan uang tersebut di jok belakang. 10 (sepuluh) menit setelah mereka meninggalkan bank, dalam perjalanan menuju ke kantornya, tiba-tiba mereka merasakan kalau jalan mobilnya ndak normal, sehingga mereka sepakat meminggirkan kendaraannya dan kemudian berhenti untuk mengecek ban kendaraan.  Setelah mobil berhenti, Ngkong dan temennya sama-sama keluar dari kendaraan dan kemudian memeriksa kendaraan bersama-sama. Mereka mendapati salah satu ban belakangnya kempes. Kemudian mereka bermaksud kembali ke kendaraan dengan maksud mengambil dongkrak. Alangkah kagetnya mereka ketika mendapati uang yang diletakkan di jok belakang sudah raib. Keduanya lesu dan terdiam sejenak karena shock. Kemudian mereka memberi tahukan pimpinan melalui telepon dan selanjutnya meluncur ke kantor polisi untuk melaporkan kejadian tersebut. Sampai sore mereka disibukkan dengan berbagai pertanyaan pihak polisi mengenai kronologis mulai dari pengambilan uang jumlah besar tersebut dari bank sampai dengan raibnya tas berisi uang yang diletakkan di jok belakang. Setelah selesai memberi keterangan di kantor polisi, giliran mereka harus mempertangungjawabkan tragedi itu kepada pimpinan tempat mereka bekerja. Walau masih shock berat, tetapi mereka berdua harus tetap kuat dan memberikan penjelasan sebagai bentuk pertanggungjawaban secara kedinasan. Setelah melalui berbagai tahapan proses, singkat cerita Ngkong  diberhentikan.

Lengkaplah sudah penderitaan Ngkong. Mimpi menjadi PNS berbekal pengabdian 15 tahun sirna seketika. Semua mimpi indah berubah gelap gulita tak berpengharapan. Langkah gontai , tatapan kosong  dan fikiran yang kacau melengkapi langkah gontai Ngkong menuju rumahnya. Airmata yang ditahan sejak tadi akhirnya tumpah juga setibanya di rumah. Istrinya dan saudara-saudaranya mencoba menguatkan dan memotivasinya untuk tidak kalap dan tetap tabah. Demikian juga kawan-kawan sejawatnya dikantor, semua memberi semangat dan dorongan untuk tidak menyerah pada keadaan dan mencoba mencari hikmah dibalik tragedi memilukan ini. Sejak kejadian itu, sejak  Ngkong harus keluar dari kerjaan, Ngkong lebih sering menyendiri dan melamun. Istri tercintanya tak henti-hentinya menyemangati dan terus mendampingi. Demikian juga keluarga besarnya. Adik,kakak dan para keponakan sangat sayang dengan Ngkong karena Ngkong terkenal sebagai pribadi yang sangat perhatian sama keluarga. Tak henti-hentinya mereka pun terus menyemangati Ngkong. Ngkong harus ikhlas, Ngkong harus sabar, Ngkong harus kuat, Ngkong harus yakin bahwa pasti ada hikmah dibalik semua ini, begitu lah kalimat-kalimat penguat yang terus didengungkan oleh istri dan keluarga besar Ngkong.

Awalnya kejadian ini tak disampaikan pada Sang Ibu tercinta karena dikhawatirkan mengganggu kesehatannya. Namun karena kejadian ini juga dimuat di media koran dan bahkan televisi, akhirnya ngkong bertekad untuk menyampaikannya kepada Sang Ibu dengan bahasa yang sangat hati-hati. Sang Ibu meneteskan air mata sambil menyemangati Ngkong dengan memeluknya. Namun, tak bisa dipungkiri, berita tragedi ini membuat tensi ibu yang berusia hampir 80 tahun itu naik dan kemudian pusing. Untung saja keadaan itu tak berlangsung lama. Kebijakan dan keluasan berpandangan dari sang ibu telah menguatkannya dan kemudian ikut menyemangati Ngkong agar  tak larut  dalam kesedihan terlalu lama.

KETIKA SEMANGAT HIDUP TERTEMUKAN
Sebulan larut dalam kesedihan, sebulan yang sama Ngkong mencoba  merangkai serpihan semangat yang luluh lantah berkeping-keping oleh sebuah tragedi yang menghantam begitu keras. Kehidupan harus tetap berlanjut, kalimat itu tertemukannya ketika melihat istri tercintanya sedang menggawangi 2 (dua) anaknya yang sedang serius mengerjakan PR sekolah. Ngkong menghampiri kedua anaknya dan mendaratkan ciuman sayang, termasuk di kening sang istri. Kemudian dengan langkah gontai Ngkong menuju ke kamar mandi dan berwudhu. Setelah itu, Ngkong menuju kamar  mengambil sajadah  dan melaksanakan sholat sunnah 2 (dua) raka’at. Setelah salam terakhir, Ngkong  berdo’a dan menguntaikan pintanya pada Tuhan dengan linangan air mata.  Sebelum beranjak dari sajadah dia bertekad untuk bangkit dan melanjutkan hidup. Dia menyadari tak boleh terus larut dalam kesedihan, sebab hal itu tak kan pernah merubah apapun. Lebih baik menatap hari esok dengan penuh semangat untuk membentuk hasil yang berbeda. Esok hari harus mulai melakukan sesuatu, sesuatu untuk membentuk harapan hidup...sesuatu untuk melanjutkan kehidupan, begitu tekadnya.   

MELANJUTKAN  KEMBALI BISNIS ELEKTRONIK
Sebagaimana sebelum tragedi mengenaskan menimpa, disamping menjadi tenaga honorer, Ngkong juga menjalankan profesi sebagai bakul elektronik. Simpati kawan-kawan sejawat atas tragedi yang menimpanya menjadi sumber percaya diri untuk melanjutkan dan memperdalam usaha jenis ini di institusi bekas dia bekerja. Sambutan hangat dijadikan modal untuk mengkomunikasikan barang dagangannya. Bahkan pimpinan institusi ini pun mendukung saat Ngkong meminta izin untuk menjalankan usahanya di lingkungan institusi itu.

Hari demi hari, dagangan Ngkong makin laris. Pertumbuhan permintaan berbagai jenis elektronik linier dengan pertumbuhan semangat hidupnya.  Tiap kali loket keuangan membagikan gaji karyawan, Ngkong sudah siap menggelar dagangan. Bak seorang  pedagang  dipasar, orasi penawaran bak pejuang ’45  yang  mengobarkan semangat perang, lantang, bersemangat dan berapi-api. Laris manis tanjung kimpul, dagangan habis duit kumpul....candanya ditengah suaranya yang lantang menawarkan barang.

Ketekunan beribadah juga menjadi bagian dari cara Ngkong untuk menapaki karir sebagai pedagang. Tengah malam bangun menggelar sajadah dan bertahajjud, pagi hari menggelar sholat dhuha dan tak ketinggalan puasa senin kamis pun dilakonin. Satu hal lagi, tiap kali selesai menggelar dagangan, Ngkong tak lupa berbagi dengan orang-orang miskin, anak-anak yatim, orang tua jompo. Walau ini sebenarnya sudah menjadi kebiasaannya jauh sebelum tragedi memilukan itu menimpa, namun semakin dia tingkatkan sebagai upaya untuk lebih meningkatkan keberpihakan Tuhan di hidupnya. Semua mengalir bagaikan air dan kepasrahan menjadi tiket menggulirkan usahanya sebagai bola salju harapan menuju masa depan.

TOKO  YANG TAK BERPIHAK
Setelah semangat hidupnya mulai pulih bersamaan dengan normalnya kembali rutinitas dagangan elektronik nya  di institusi tempat dia bekerja, Ngkong berfikir untuk mengembangkan usahanya. Keramaian pasar di ibu kota sebuah kecamatan tempat tinggal keluarga besar istrinya menginspirasi gagasan untuk berbuat sesuatu. Setelah mencoba meresapi suasana dan keramaian pasar, Ngkong  mendapat satu inspirasi untuk mendirikan sebuah toko elektronik. Setelah berkomunikasi dengan istri, Ngkong mencoba menunaikan niatnya dengan memanfaatkan sebuah toko kosong milik keluarga. Ngkong memberdayakan salah satu keponakannya untuk menjaga toko itu bersama satu karyawan lainnya.

Satu bulan, dua bulan sampai dengan enam bulan, toko tak kunjung ramai. Bayangan indah diawal perencanaan tak menunjukkan tanda-tanda keberhasilan. Berbagai cara diupayakan untuk menggenjot penjualan, namun sepertinya keadaan kurang berpihak. Akhirnya, Ngkong menetapkan menutup toko tersebut dan mengalihkan semua stock persediaan ke unit dagangan di institusi bekas tempat dia bekerja. 

Kenyataan itu tak membuat Ngkong patah semangat. Berfikir dan berfikir terus dilakukannya sembari menekuni bisnis yang ada. Dia yakin Tuhan maha penyayang dan memperhatikan orang-orang yang tak berhenti berusaha.
 
MERAMBAH KE USAHA BANGUNAN
Ntah dari mana sumber percaya diri itu datang, Ngkong mulai mencoba peruntungan di bidang bangunan, Kepiawaiannya dalam komunikasi dan persahabatan yang luas serta gaya komunikasi yang hangat telah menginspirasi keberanian menekuni usaha bangunan. Sahabat yang berprofesi sebagai ahli bangunan dia ajak untuk bergabung. Mulailah Ngkong merambah usaha bangunan, mulai dari membangun apa saja sampai dengan maintenance. Sambutan market (pangsa pasar) juga bersahabat atas diversifikasi usaha Ngkong yang satu ini. Kian hari, karyawannya kian nambah dan Para tukang becak pun selalu menyambut kedatangannya  dengan gembira dikarenakan kebiasaan Ngkong meminta pertolongan untuk memindahkan barang-barang bawaannya. Tentu Ngkong tak lupa memberikan tips atas keringat mereka.

Kian hari, usaha Ngkong di bidang ini kian maju,  kian hari sedekah Ngkong juga makin meningkat, kian hari ketawaddu’an dan ketaqwaan Ngkong juga makin berkualitas. Hidup Ngkong terus meningkat, namun satu hal yang tak pernah berubah dari Ngkong, yaitu  sifat luwes, rendah hati dan bergaul pada siapapun dengan tulus dan ikhlas.  Hidup sederhana pun tetap menjadi pedomannya. Pencapaian ini tak membuatnya lupa diri dan menjadi sombong. Justru, pencapaian ini membuatnya semakin tawaddu’ dan tawakkal kepada Sang Pencipta.

Hal  sama juga dialami para karyawan/ti Ngkong,  kehidupan mereka ikut mulai meningkat. Beberapa karyawan sudah mulai bisa membeli kendaraan dan juga alat-alat komunikasi tergolong modern. Tak heran bila banyak orang yang kemudian ingin ikut Ngkong dengan harapan akan mendapatkan harapan hidup yang lebih baik sebagaimana mereka saksikan sendiri pada karyawan/ti Ngkong. Bahkan, top manajemen dari perusahaan sejenis juga ingin pindah dan ikut dengan Ngkong. Mungkin hal ini disebabkan oleh testimoni (kesaksian) para karyawan/ti Ngkong tentang sikap dan kebiasaan Ngkong kepada karyawannya, khususnya dalam hal kesejahteraan.  Ngkong juga sangat peduli dalam hal kualitas ketaatan  para karyawan/ti nya.

BERKAWAN DENGAN TUHAN  DI SABTU-AN
Perjalanan usaha dibidang bangunan Ngkong sesungguhnya tidaklah semulus jalan tol, khususnya dalam hal keuangan. Perkembangan order melebihi kemampuan financialnya yang sangat terbatas. Disatu sisi senang dengan order yang terus berdatangan, di sisi lain muncul kendala terbatasnya ketersediaan amunisi.  Ngkong tak menyerah dengan keadaan ini. Ngkong berfikir tak boleh mengeluh, sebab peningkatan order juga bagian dari keterjawaban do’anya.

Dari sisi ketersediaan material Ngkong  cukup sukses dengan menjalin komunikasi yang baik dengan suplier. Dengan menceritakan perkembangan ordernya dengan jujur membuat sang suplier berkesimpulan bahwa Ngkong adalah partner potensial yang  layak diberi kemudahan dan service, khususnya dalam hal jangka waktu pembayaran. Sikap sebagian suplier ini sangat membantu keterbatasan kondisi  Ngkong. Namun, tak semua suplier memberikan perlakuan yang sama. Kartu kreditpun menjadi salah satu solusi yang  membantu. Semua yang bisa dijaminkan pun diupayakan untuk memperoleh dana segar yang digunakan menjadi tambahan kekuatan. Masalah tak berhenti sampai di situ, setiap hari sabtu adalah hari yang selalu menguras energi fikiran karena pada setiap hari itu datang, hari itu pula Ngkong harus membayar gaji mingguan para tukang. Ngkong  punya prinsip dalam situasi tersulit, lebih baik memilih dimarahin sama suplier ketimbang telat membayar karyawan. Ngkong memang sangat memperhatikan karyawannnya. Ngkong menyadari bahwa dibelakang para tukang itu banyak nyawa yang bergantung hidup. Atas dasar itulah, Ngkong selalu mendahulukan karyawannya.

Sistem pembayaran yang sering mundur juga menjadi dilema Ngkong. Disatu sisi ingin menjaga hubungan baik dan keberlanjutan order, di sisi lain situasi ini membuat modal tertahan dan mempengaruhi putaran bisnisnya. Tak mungkin berteriak pada pemberi order, karena hal tersebut sesungguhnya hanya masalah waktu dan menyangkut sistem administrasi pembayaran di pemberi order yang memang  lazim demikian. Tak mungkin pula jujur pada sang pemberi order dengan situasi finansialnya, sebab dikhawatirkan akan menyurutkan kepercayaan padanya. Berkawan dengan Tuhan adalah satu-satunya pilihan....

Setiap jum’at tiba serasa sabtu tinggal 1 (satu) jam lagi. Bayang wajah dan keringat karyawan seolah hadir disetiap langkahnya. Bertasbih dan menyerahkan diri pada Tuhan serta berharap diberi jalan dan kemudahan. Banyak kemukzijatan datang, mulai dari pencairan termin pembayaran diluar dugaannya, seorang temen yang tiba-tiba berempati dan memberikan pinjaman tanpa dinyana-nyana, pertolongan yang datang dari yang tidak diduga sama sekali dan banyak lagi yang Ngkong sendiri terkaget-kaget dan takjub. Semua berkat kemudahan Tuhan..semua seudah berjalan di luar logika normalnya.  

Semua itu membuat dia bersyukur dan semakin mendekatkan diri pada Sang Pencipta, baik dalam bentuk untaian kata di sajadah do’a, maupun menghadirkan Tuhan dalam tindakan seperti berbagi dan membahagiakan orang-orang yang sedang susah, walau sendirinya sesungguhnya sedang susah mengatasi persoalan-persoalan amunisi bisnisnya.

Berkat niat baik yang terjaga, usaha yang sungguh-sungguh dan kepasrahan pada Tuhan,  semuanya kendala dapat teratasi dan usahanya kian hari kian maju. Partner bisnisnya juga sangat apresiate dengan seorang Ngkong, mulai dari pemberi order, para suplier sampai dengan para karyawan/ti.

MENGAJAK KARYAWAN/TI LIBURAN
Setelah memacu karyawan/ti untuk menyelesaikan segudang  pekerjaan diakhir tahun 2011, di awal 2012 Ngkong  bermaksud mengadakan ”gathering” dengan segenap karyawan beserta keluarganya. Ngkong menyiapkan 2 (dua) bis besar. Satu per satu karyawan dan keluarganya menaiki bus pariwisata tergolong mewah itu. Senyum sumringah tegas disetiap wajah mereka. Sebelum perjalanan dimulai, sebelum do’a keberangkatan dikumandangkan, semua peserta gathering disajikan snack. Hmmm..gathering yang sangat menyenangkan, gumam seorang karyawan. Tak sampai disitu saja fasilitas yang disiapkan Ngkong dalam paket gathering ini, Ngkong juga menyiapkan makan siang dan membagikan angpow kepada setiap karyawan/ti sekedar  membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang ke rumah. Semua terlihat begitu bahagia dalam menikmati liburan seharian, sepertinya kebiasaan mengangkut beban berat seperti batu,kayu dan bahan bangunan lainnya  terlupa sejenak. Hari ini, Ngkong benar-benar ingin membahagiakan semua karyawan/ti nya.

Ngkong memperhatikan satu persatu karyawan/ti nya yang sedang bercengkrama dengan  keluarganya masing-masing. Ada rasa haru dan tak percaya diberi kesempatan Tuhan membahagiakan orang sebanyak ini. Rasa Syukur dan do’a dia panjatkan pada Tuhan atas kebahagiaan luar biasa ini.

 MENGAJAK KELUARGA dan IBU UMROH
Menyenangkan karyawan/ti  yang menjadi tulang punggung usahanya sudah dilakukan, berikutnya Ngkong pun berencana mengajak istri dan 2 (dua) anaknya untuk melaksanakan umroh ke tanah suci yang rencana keberangkatannya bulan februari nanti. Tak lupa, Sang Ibu tercinta pun ikut serta. Ini bukti baktinya pada sang ibu yang sangat dia cintai. Ini  kesempatan untuk membahagiakan keluarga dan juga Sang Ibu sekaligus upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta keberpihakan  Tuhan dalam hidupnya. Bukan itu saja, saat ini pun Ngkong sudah mendaftarkan haji keluarga dan juga ibunya tercinta. Luar biasa......


HIKMAH
Luar biasa....di balik tragedi 4 (empat) tahun lalu  ternyata  terkandung hikmah yangtak terduga sebelumnya. Tak ada yang  bisa mengerti rahasia Tuhan.  Manusia hanyalah  menjalani  hidup dengan mengoptimalkan segenap potensi yang di titipkan Tuhan. Untuk hasil akhir...biarlah menjadi urusan Tuhan....KAH??
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved