KETIKA IBU-IBU MENYATUKAN POTENSI

Selasa, 10 Januari 20120 komentar


Luar biasa..itulah yg terbersit dibenak saya menyaksikan para ibu2 yg berseragam batik khas Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia. Mereka adalah para anggota koperasi wanita pengusaha indonesia (KOWAPI) Banyumas yang kebetulan hari itu melaksanakan Rapat Anggota Tahunan ke XI.

RAT itu juga di saksikan oleh perwakilan pengurus Kowapi dari Kab.Semarang dan Kab.Wonogiri. Sebagai peninjau, mereka ingin menyaksikan langsung bagaimana kualitas kolektivitas yang terbangun dari para srikandi2 Banyumas sehingga berimbas pada terciptanya asset Rp 1,7M. Padahal, 11 tahun lalu, mereka masih pada situasi sangat memprihatinkan. Kehadiran tamu2 peninjau tersebut tentu didasarkan pada keinginan kuat untuk belajar dan ketertarikan untuk me-replikasi atas apa2 yg telah dicapai oleh kowapi yang dikomandani  oleh ibu Endah S.I.Sulistyo ini.   

RAT kali ini juga dihadiri langsung oleh ketua Puskowapi Jawa Tengah (cq. Bu hj.Siti hatmini) yang hadir dalam kapasitas sebagai pembina.  Tentu kehadiran pimpinan tertinggi dari puskowapi jawa tengah ini merupakan bentuk apresiasi yg tinggi atas capaian karya berlatarbelakang kolektivitas dan empowering ini.   

Dalam perjalanannya,  melalui semangat idealisme dari segenap unsur organisasinya, mereka bahu membahu membangun makna2  secara bertahap dan berkesinambungan. Disamping membangun koperasinya, komunikasi produktif yang terbangun di segenap unsur organisasi, perlahan mampu memberi daya dorong bagi tumbuhnya usaha2 para anggota yg kebetulan berprofesi sebagai pengusaha. Hal terakhir yg baru dicapai anggota Kowapi banyumas ini adalah berhasil memproduksi "abon" dan "ayam"  untuk memasarkan produknya di kab.wonogiri.Satu hal lagi,semua makanan yg tersaji (snack dan makan siang) merupakan karya para anggotanya. Kowapi selalu aktif membantu perkembangan usaha anggotanya, baik dari sisi permodalan (lewat unit layanan simpan pinjam), maupun sisi perluasan pasar. 

Semangat ibu2 pengusaha itu memang luar biasa dan layak diberikan standing applause. Karena keluarbiasaan itu mereka berhasil mencapai karya yg luar biasa pula. Kebersamaan mereka fahami sebagai salah satu cara untuk saling memperkuat dan bukan saling meniadakan. Tak cukup sampai disitu, disamping gedung pelaksanaan RAT, digelar juga ragam barang dagangan dengan harga terjangkau dan bersahabat. Usut punya usut, ternyata hari itu (saat acara RAT dimulai), segenap anggota menerima SHU..SHU hasil kolektivitas mereka. Atas momen pembagian rejeki itu, koperasi pun memanfaatkannya  untuk menggelar barang dagangan. Empowering betul2 terbudayakan di kalangan kelompok pengusaha itu.

Kedepan, mereka bertekad untuk terus meningkatkan kekompakan dan Kesetiakawanan serta menjadikannya sebagai tiket untuk meraih capaian2 yg lebih  mensejahterakan anggota. Luar biasa...

Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved