SORRY….NO FREE LUNCH...

Kamis, 29 Desember 20112komentar


Disampaikan pada “diskusi semangat hidup” yang dilaksanakan oleh Persatuan Mahasiswa Anak Transmigran (PMAT) Universita Jenderal Soedirman, 30 Desember 2011.




ketua PMAT (Mr.Unggul)
Semua orang pengen bahagia dan hidup seperti yang diimpikan. Namun, seringkali hidup tak seindah angan. Itu tak mengherankan, sebab hidup sepertinya sepakat dengan pemupukan berimbang. Artinya, jangan pernah bermimpi untuk panen jika tak pernah menanam. Jangan pernah berfikir kebahagiaan akan datang sendiri, karena kebahagiaan terletak di satu titik tinggi yang memerlukan pengorbanan untuk  meraihnya.

Jer Besuki Mowo Beo” kata orang jawa. Pepatah ini menegaskan hal sama yaitu perlunya pengorbanan untuk mendapatkan sesuatu. Karunia Tuhan tak jatuh dari langit dengan tiba-tiba. Keberpihakan Tuhan atas mimpi bukanlah tanpa alasan, sebab jika Tuhan melakukan itu bisa jadi sifat ke- maha adil-an Tuhan akan menjadi perdebatan diantara manusia.    

Hidup bermula dari fikiran dan ”rasa” juga sesungguhnya outcome dari  kinerja fikiran. Ketika anda berfikir tidak bisa, maka segenap rasa dan asa otomatis melemah. Gairah menjadi hilang dan akhirnya memilih diam dan tak berbuat apa-apa. Ketika anda men-drive fikiran anda  pada satu optimisme, maka hal itu akan menggerakkan gairah anda berbuat maksimal untuk pencapaian tujuan yang anda defenisikan sebelumnya.

Tuhan seperti prasangka hamba-Nya dan prasangka berawal dari fikiran. Ketika anda berfikir Tuhan adalah Sang Penolong, maka yakin lah bahwa Tuhan akan berpihak atas setiap langkah yang akan anda lakukan. Namun, ketika anda meniadakan Tuhan dalam hidup anda, maka jadilah anda berjuang sendiri dan Tuhan pun tak punya alasan untuk berpihak  atas upaya anda. Ber-Tuhan memang persoalan pilihan, karena Tuhan tak pernah memerlukan hamba-Nya, tetapi manusia lah yang memerlukan-Nya.

peserta gi pada seius nyatet
Hidup mengenal istilah sebab akibat. Oleh karena itu, kalau keberhasilan dibaca sebagai akibat, maka efektifitas langkah anda adalah sebagai musabab. Demikian pula sebaliknya. Anda tak layak mengimpikan IP (Indek Prestasi) yang  tinggi, jika anda tak pernah sungguh-sungguh belajar. Anda tak kan pernah menjadi olahragawan menawan penuh pencapaian, jika anda tak pernah latihan dengan serius dan konsisten. Anda tak kan pernah menjadi sesuatu tanpa pernah melakukan sesuatu.

Bukan hal mengherankan kalau kawan anda lebih berhasil, ketika dia lebih serius dalam hidupnya. Tak ada alasan bagi anda untuk tidak senang atas keberhasilan orang lain, justru anda harus membangun ”iri positif”, sebab dengan cara itu anda akan menjadi pribadi yang terbuka dan belajar dari keberhasilan orang lain. Belajar dari orang lain dan mendengarkan petuah orang lain memang bukan perkara mudah. Apalagi bagi mereka yang sangat mengagungkan harga diri. Namun, ada baiknya anda pertimbangkan arti sebuah harga diri kaitannya dengan keberhasilan-keberhasilan yang akan anda raih sebagai akibat positif sesudah belajar dan mendengar orang lain.

Berfikirlah untuk sesuatu yang besar. Gantungkan-lah mimpimu setinggi langit, begitu petuah sang pemimpin besar dalam sejarah negeri ini. Dengan bermimpi dan berfikir besar, tanpa disadari akan mendorong anda pada langkah-langkah besar. Bermimpi besar bukanlah bermakna kesombongan diri ketika diikuti rasionalitas untuk mencapaianya. Ketertemuan listrik sebagai alat penerang, kelahiran komputer, kelahiran facebook , twitter  serta  karya besar lainnya yang sukses mempengaruhi warna dunia ini lahir dari orang gila yang kesemuanya mengawali dari keberanian bermimpi besar dan sering terkesan aneh dan bahkan gila pada awalnya. Anda tak akan menjadi orang luar biasa dengan bertindak biasa saja. Anda tak kan pernah menjadi seorang pemimpin (leader)  sebuah kelompok kalau fikiran, jiwa dan sikap anda layaknya sebagai seorang pengikut (follower). Anda pun tak akan pernah membentuk capaian prestisius, kalau anda hanya melakukan langkah-langkah sebagaimana dilakukan kebanyakan orang.
pada semangat mikir masa depan

Berani berbeda memang memerlukan keberanian dan ketangguhan mental. Oleh karena itu, selayaknya ”capaian berbeda” hanya mampir pada mereka yang berani melakukan sesuatu yang tak lazim (dalam artian positif). Anda tak perlu memaksakan diri dan tersiksa dalam pilihan anda, kecuali memang anda memahaminya sebagai bagian dari pencapaian sebuah impian.  Keikhlasan atas segala keprihatinan, akan membentuk gumpalan energi dan membuat anda selalu berenergi mencapai sesuatu. Dengan demikian, ketercapaian sebuah impian menjadi lebih berpeluang.

Hidup adalah persoalan pilihan dan kebahagiaan sesungguhnya berawal dari defenisi atas kebahagiaan itu sendiri. Oleh karena itu, bentuklah defenisi anda tentang ”kebahagiaan”. Kemudian, jadikan kebahagiaan itu sebagai sumber spirit dan inspirasi. Jangan manjakan diri anda pada keterbatasan yang ada, sebab tak ada nilai perjuangan di situasi serba ada. Kalau keterbatasan adalah sebuah kesedihan dan anda tak menginginkan hadir di hidup anda dalam waktu terlalu lama, berbuat lah sesuatu untuk mengatasi kesedihan itu sendiri. Kesedihan terus hadir dihidup anda karena anda membiarkannya dan tak pernah mencoba melawannya, tak berupaya merubahnya menjadi kebahagiaan. Menjerit tak akan merubah keadaan. Menangislah bila itu mendatangkan kedamaian dan menghapus lelah sesaat, tetapi dalam tangis itu anda harus menemukan kekuatan dan lompatan energi.

cerah ndak ya masa depanku???
Luangkan waktu anda untuk berkomunikasi dengan Tuhan, sampaikan segala kepahitan rasa dan juga ingin anda. Lakukan segala apa yang diperintahkan-Nya sebagai tiket efektif untuk di perhatikan Tuhan. Banyak fakta menegaskan bahwa Tuhan adalah Maha Pemberi restu atas segala sesuatu. Ragam miracle (sesuatu yang diluar nalar) sering datang disaat yang tak pernah di duga. Disamping itu, ragam kehancuran dahsyat  seperti tsunami, kecelakaan laulu lintas,  dan bencana alam lainnya, melengkapi fakta bahwa kekuatan di luar logika itu benar-benar ada dan nyata...

Namun demikian, tak perlu ber-Tuhan kalau anda benar-benar yakin atas kemampuan logika anda sebagai mesin penjawab segala mimpi anda tentang hidup ini.

Selamat berkontemplasi....semoga menginspirasi dalam menggapai mimpi...!!!
Share this article :

+ komentar + 2 komentar

Anonim
30 Desember 2011 09.53

adduhh sayang sekali saya tidak bisa hadir....
wah seharusnya foto saya juga ada ya pak...

2 Januari 2012 04.57

"Tuhan seperti prasangka hamba-Nya dan prasangka berawal dari fikiran".

Ini kalimat yang palin saya suka.. Mari mengejar mimpi dengan saling membahagiakan dan mengingatkan

Salam.. :)

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved