CURHATAN SEORANG IBU YANG KREATIF DARI PALEMBANG…..

Minggu, 27 November 20110 komentar


Awal mula mengenal Ibu X ini adalah ketika beliau menjadi salah satu peserta Magang Koperasi dari Sumatera Selatan ke Purwokerto. Suatu ketika, Ibu tersebut mengirim email dan menceritakan beliau punya usaha dengan karyawan puluhan orang dan  berfikir untuk mengelola usahanya lebih professional..
Email Dari Sang Ibu
ass........bunda ado usaha pembuatan bak truk secara tradisional memberdayakan famili-famili yang bisa pertukangan dan variasi mobil-mobil truk,  karyawan 42 orang dengan empat bengkel kecil-kecil, selama ini tidak ada manajemen pembukuan. ,keinginan bunda mau di manajemeni bingung mau mulai dari mana, rasanya bunda berharap sama ananda mau membantu bunda apa-apa yang harus bunda siapkan..Maaf ya bukan koperasi yang dibahas tapi bunda yakin ananda mau membantu motivasi untuk manajemen kelanjutan usaha bunda.Minggu lalu sdh bunda berikan motivasi ke karyawan walaupun hanya sambil duduk istirahat makan siang,ada rasa kebahagiaan tersendiri tatkala bisa membahagiakan orang lain, maaf ya bahasa yang digunakan tidak sistematis dan sesantun ananda.ha ha


Respon Untuk Sang Bunda

alaikum salam bunda...

luar biasa, saya apresiate sekalii dengan karya bunda. Tentang manajemen, sebenarnya itu hanya "pola pengelolaan" saja. Saya selalu membahasakan bahwa sebuah usaha lahir dari (2) dua tahapan : (i) keberanian mengambil keputusan dan; (ii) pengelolaan. Bunda sudah melampaui langkah pertama dimana bunda sudah berani mengambil keputusan. tinggal langkah ke-2 tentang pengelolaan yang dalam bahasa bisnis biasa di sebut dengan manajemen.

Dalam konteks teori, manajemen sebenarnya persoalan "bagaimana melakukan sesuatu lewat orang lain". Kumpulan orang lain (karyawan) itulah sesungguhnya disebut dengan manajemen. Bunda telah mempunyai manajemen, tinggal bagaimana manajemen itu diwarnai sehingga berefek pada terbentuknya capaian-capaian baru.

Warna sebuah manajemen sangat dipengaruhi oleh "niat awal/nawaitu" bunda mendirikan usaha tersebut. nawaitulah yang akan menjadi "roh" dan sekaligus referensi bagi penyusunan tata kelola perusahaan. OLeh karena itu, "nawaitu" tersebut harus tersosialisasikan dengan baik kepada segenap karyawan dan sekaligus memotivasi mereka untuk mendukung dan sekaligus masuk didalamnya.

Satu hal yang riskan dalam manajemen adalah persoalan distribusi peran dan distribusi hasil. Kalau 2 (dua) hal ini bisa dilalui dengan baik dan karyawan/ti loyal pada niat bunda serta senantiasa jujur dan bekerja keras, Insya Allah usaha itu akan mendatangkan kebermanfaatan yang lebih luas (melebihi 42 orang). Pertumbuhan jumlah karyawan bermakna semakin besarnya peluang bunda mulia di mata Tuhan...he222.

Di sisi lain, pelibatan Tuhan dari setiap sisi proses usaha secara keseluruhan diyakini sebagai strategi ampuh untuk menjaga dan sekaligus mengembangkan usaha. Misalnya kebiasaan sholat berjama'ah yang diikuti kultum (kuliah tujuh menit) tentang kebaikan dan motivasi hidup perlahan akan membentuk budaya tata kelola. Membiasakan diri berbagi dengan ikhlas juga terbukti menjadi bagian dari strategi memperluas usaha.

Demikian beberapa gagasan sederhana saya mewakili orang yang masih belajar. Semoga Allah senantiasa berpihak atas segala niat baik kita membangun kebermanfaatan bagi banyak orang. Salam untuk keluarga Bunda....


Nanda
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved