BERKARYA BUKAN UNTUK....

Minggu, 26 Desember 20100 komentar

Berkarya sesungguhnya bukan untuk menyenangkan diri sendiri, tetapi perjuangan bagaimana menyenangkan orang lain pada saat mereka butuhkan atau disaat yang kita janjikan. Kebahagiaan sang creator merupakan imbas dari ketepatan karya sebagai inspirasi bagi kebahagiaan sang pengguna. Acap kali sang creator menciptakan area kepuasan sendiri dan tak peduli dengan tingkat kepuasan sang target, kecuali memang sang creator membuat karya itu untuk dirinya sendiri.

Namun,ketika karya difahami sebagai upaya memperluas kebermaknaan, maka respon dan kepuasan target adalah indikator obyektifitas tingkat efektivitas karya itu sendiri. Hal ini membutuhkan komitmen,pengorbanan dan perjuangan yang tak mudah. Apalagi ketika didalam menyenangkan orang lain sesungguhnya terdapat pesan moral yang diharapkan mampu me masifkan nilai-nilai yang menginspirasi kelahiran sebuah karya.

Banyak orang berupaya menempuh pragmatisme untuk mengatakan sebuah karya adalah bagus, baik dan perfect. menciptakan popularitas secara sengaja menjadi bagian yang tak terhindarkan. Konsumsi karya terjadi bukan didorong nurani atau kesadaran rasional dari user, tetapi lebih dimanipulasi kreasi marketing hingga user lupa hal-hal sebstansi dalam mengkonsumsi sesuatu.

Membiarkan orang lain menilai tanpa intervensi sang kreator memang bukan pilihan yang menarik, tetapi sesungguhnya cara ini lebih menjanjikan keabadian sebuah karya. Genuitas dan ketulusan menjadi 2 (dua) hal modal utama dalam menyampaikan karya semacam itu kepada segenap khalayak. Pelibatan Faktor Intervensi Tuhan difahami sebagai penentu laju peluru makna dari karya itu.

Ini memang ambivalen dengan realitas kebanyakan. Tetapi sesungguhnya tak jarang kebesaran karya lahir dari unsur ketidaksengajaan, bahkan popularitasnya melegenda tanpa proses perencanaan atas popularitas itu sendiri. Karya itu mengalir dari sebuah ketulusan yang tak berpretensi, kecuali dari keinginan untuk memperluas kebermaknaan bagi orang lain. Tak sedikitpun sang creator berfikir akan mendapat apa dari gagasannya, karena niat tulus dan keyakinan kuat telah memperluas ruang kreatifnya secara alamiah. Dia tidak tergoda dengan popularitas dan bahkan tak peduli ketika karya itu menjadi populer, karena bukan untuk populer dia berkarya.

Kebermaknaan dan membahagiaan orang lain...adalah 2 (dua) kata yang selalu menginspirasi kelahiran sebuah karya.....KAH???
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved